Kaskus

News

YhamienAvatar border
TS
Yhamien
Woow.... Nyembur setinggi 100 m
Woow.... Nyembur setinggi 100 m

MUSI RAWAS (Palembang) - Warga Desa Mambang, Kecamatan Muara Kelingi, Musi Rawas (Mura), geger. Bekas sumur bor minyak milik PT Pertamina di desa tersebut menyemburkan minyak mentah ke udara

setinggi lebih kurang 100 meter sejak dua hari terakhir.

Kepala Desa (Kades) Mambang, Kecamatan Muara Kelingi, Saidi H Burhan mengatakan, semburan minyak terjadi sejak Selasa (2/7) sekitar pukul 19.00 WIB. Hingga kini, pihak Pertamina dan polisi masih melakukan upaya penyumbatan sumber minyak tersebut. “Sekarang lokasi semburan dibanjiri minyak mentah, bahkan kebun milik warga juga ikut banjir. Kini, lokasi dijaga oleh polisi karena khawatir ada warga yang jahil dan membuang puntung rokok di lokasi,” katanya.

Dirinya menerima informasi, peralatan dari PT Pertamina sedang dalam perjalanan untuk menyumbat sumber semburan minyak mentah. “Kalau dalam tiga hari ke depan sumber semburan tidak bisa diatasi, maka Desa Mambang dan sekitarnya terancam terendam,” jelas dia.

Camat Muara Kelingi, Haidir menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina dan kepolisian. “Minyak mentah sudah merambat ke jalan-jalan. Pihak Pertamina sudah membuat tanggul dan menyedot agar minyak mentah tidak meluas. Kini, jarak satu km, bau gas sudah tercium,” ungkapnya.

Sementara itu, tim dari Pertamina, Dinas Pertambangan dan Energi Mura, serta polisi sudah melakukan pengecekan di lokasi semburan minyak mentah. ”Saya harap polisi segera meringkus pelaku yang mengebor minyak tersebut,” jelasnya.

Kapolres Musi Rawas, AKBP Chaidir menjelaskan, pihaknya sudah menerjunkan tim ke lokasi semburan minyak mentah serta mengamankan lokasi sumburan. “Infonya, semburan tersebut dilakukan pencurian minyak mentah yang dilakukan oknum warga,” bebernya.

Humas PT Pertamina Field Pendopo, Turjasari mengatakan, itu sumur tua yang tidak dikelola lagi PT Pertamina, tetapi dikelola masyarakat dan pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab. “Pertamina minta aparat kepolisian segera mengusut masalah ini karena merugikan Pertamina dan masyarakat sekitar,” tegas Turjasari.

Terpisah, Asisten Manager Legal and Relation PT Pertamina, M Haryono, mengatakan, sumur minyak tersebut ileggal. “Sumur itu adalah buatan warga sendiri. Memang ada di sebelahnya sumur peninggalan Belanda, tetapi tidak dibuka oleh warga. Jadi sumur tersebut memang ileggal,” katanya.

Dijelaskannya, adanya kejadian seperti ini Pertamina tidak akan memberikan ganti rugi kepada masyarakat yang lahannya terkena semburan minyak. ‘’Sebab kebocoran sumur minyak yang menurut masyarakat merupakan peninggalan zaman belanda sebagai aset negara itu bukan kesalahan dari pihak Pertamina,’’ ujarnya.
Mengenai adanya aksi ilegal pengeboran minyak tersebut, Haryono mengaku selama ini pihak Pertamina secara rutin telah melakukan pengawasan. Untuk di wilayah Desa Mambang Kecamatan Muara Kelingi misalnya, selain pihak Pertamina pengawasan juga dilakukan kepala desa (Kades) setempat dengan beberapa warga. "Untuk kasus semburan minyak di Desa Mambang, Pertamina Pendopo sudah mengirimkan semua bagian ke lokasi untuk memadamkan api dan menutupnya. Jadi kita sifatnya hanya membantu agar semburan tidak meluas," terangnya. (wek/iol)

Sumber :

Bisa banyak RAJA minyak nih di Palembang...
Kalau agan mau ngak jadi raja minyak ??
0
8.4K
64
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.5KThread59.1KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.