- Beranda
- Berita dan Politik
Tarif Progresif KRL Commuter Line JABODETABEK Berubah, Ini Reaksi Penumpang
...
TS
ario84
Tarif Progresif KRL Commuter Line JABODETABEK Berubah, Ini Reaksi Penumpang
Quote:
Berikut ane rangkum beberapa berita tentang Tarif Progresif KRL Commuter Line JABODETABEK Berubah, Ini Reaksi Penumpang pengaruh dan akibatnya.
Quote:
Tarif Progresif KRL Dimulai, Gerbong dan Fasilitas Parkir Membeludak
Jakarta - Tarif progresif KRL Commuter Line yang lebih murah dari rencana tarif awal tampaknya membuat masyarakat antusias naik moda transportasi ini. Tampak gerbang kereta dan fasilitas parkir membeludak.
Hal itu didapati saat detikcom hendak naik KRL Commuter Line di Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat, Senin (1/7/2013). Sekitar 4 fasilitas parkir yang menampung sepeda motor milik para penumpang komuter membeludak sehingga sampai menolak motor yang hendak parkir lagi. Alhasil beberapa penumpang KRL kebingungan berputar-putar mencari tempat parkir.
Antusiasme serupa juga terlihat di dalam stasiun. Beberapa KRL Commuter Line yang melintas bahkan pintunya tak ditutup karena kepenuhan menampung penumpang. Sementara antrean penumpang di peron yang biasanya sudah agak lengang kini lebih padat. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 08.30 WIB.
Untungnya jadwal kereta yang kerap memfasilitasi membeludaknya penumpang itu. Namun demikian masih ada saja penumpang yang belum tahu bahwa tarif KRL Commuter Line turun.
Seorang penumpang yang membeli tiket dari Stasiun Pondok Cina ke Stasiun Juanda, di layar terpampang Rp 3.500 dan tiket Commet keluar dari dispenser kartu tiket. Penumpang itu malah bingung.
"Lho ini bayarnya di mana? Bukannya biasanya Rp 8 ribu ya?" kata penumpang itu yang dijawab petugas loket membayar di loket ini juga.
"Lho bayarnya di mana sih? Di sana ya? Bukannya biasanya Rp 8 ribu," tanyanya lagi sambil berlalu dan mengangkat bahu.
Sebelumnya diberitakan tarif KRL Commuter Line justru mengalami penurunan dari tarif progresif awal: Rp 2 ribu untuk 5 stasiun pertama dan tiap 3 stasiun berikutnya Rp 500.
"Penurunannya memang cukup drastis. Tarif KRL Bogor-Jakarta yang biasanya Rp 9.000 nanti pada 1 Juli ongkosnya tinggal Rp 5.000," kata Manager Komunikasi Perusahaan PT KAI Commuter Jabodetabek, Eva Chairunisa, kepada detikcom, Jumat (28/6/2013).
Dengan adanya Public Service Obligation (PSO) alias subsidi pemerintah, tarif KRL Commuter Line mengalami penurunan. Untuk lima stasiun pertama yang awalnya Rp 3.000, disubsidi Rp 1.000, menjadi Rp 2.000 dan untuk tiga stasiun selanjutnya yang awalnya Rp 1.000, disubsidi Rp 500, menjadi Rp 500.
[URL="http://news.detik..com/read/2013/07/01/100048/2288618/10/tarif-progresif-krl-dimulai-gerbong-dan-fasilitas-parkir-membeludak?9911012"]Sumber : detik..com[/URL]
Jakarta - Tarif progresif KRL Commuter Line yang lebih murah dari rencana tarif awal tampaknya membuat masyarakat antusias naik moda transportasi ini. Tampak gerbang kereta dan fasilitas parkir membeludak.
Hal itu didapati saat detikcom hendak naik KRL Commuter Line di Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat, Senin (1/7/2013). Sekitar 4 fasilitas parkir yang menampung sepeda motor milik para penumpang komuter membeludak sehingga sampai menolak motor yang hendak parkir lagi. Alhasil beberapa penumpang KRL kebingungan berputar-putar mencari tempat parkir.
Antusiasme serupa juga terlihat di dalam stasiun. Beberapa KRL Commuter Line yang melintas bahkan pintunya tak ditutup karena kepenuhan menampung penumpang. Sementara antrean penumpang di peron yang biasanya sudah agak lengang kini lebih padat. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 08.30 WIB.
Untungnya jadwal kereta yang kerap memfasilitasi membeludaknya penumpang itu. Namun demikian masih ada saja penumpang yang belum tahu bahwa tarif KRL Commuter Line turun.
Seorang penumpang yang membeli tiket dari Stasiun Pondok Cina ke Stasiun Juanda, di layar terpampang Rp 3.500 dan tiket Commet keluar dari dispenser kartu tiket. Penumpang itu malah bingung.
"Lho ini bayarnya di mana? Bukannya biasanya Rp 8 ribu ya?" kata penumpang itu yang dijawab petugas loket membayar di loket ini juga.
"Lho bayarnya di mana sih? Di sana ya? Bukannya biasanya Rp 8 ribu," tanyanya lagi sambil berlalu dan mengangkat bahu.
Sebelumnya diberitakan tarif KRL Commuter Line justru mengalami penurunan dari tarif progresif awal: Rp 2 ribu untuk 5 stasiun pertama dan tiap 3 stasiun berikutnya Rp 500.
"Penurunannya memang cukup drastis. Tarif KRL Bogor-Jakarta yang biasanya Rp 9.000 nanti pada 1 Juli ongkosnya tinggal Rp 5.000," kata Manager Komunikasi Perusahaan PT KAI Commuter Jabodetabek, Eva Chairunisa, kepada detikcom, Jumat (28/6/2013).
Dengan adanya Public Service Obligation (PSO) alias subsidi pemerintah, tarif KRL Commuter Line mengalami penurunan. Untuk lima stasiun pertama yang awalnya Rp 3.000, disubsidi Rp 1.000, menjadi Rp 2.000 dan untuk tiga stasiun selanjutnya yang awalnya Rp 1.000, disubsidi Rp 500, menjadi Rp 500.
[URL="http://news.detik..com/read/2013/07/01/100048/2288618/10/tarif-progresif-krl-dimulai-gerbong-dan-fasilitas-parkir-membeludak?9911012"]Sumber : detik..com[/URL]
Quote:
Update berita
Quote:
Tarif Progresif dan e-Ticket KRL Jabodetabek Mulai Berlaku Hari Ini
Jakarta - PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) mulai menerapkan tarif progresif KRL Commuter Line mulai hari ini 1 Juli 2013. Secara bersamaan, sistem tiket elektronik (e-ticket) juga mulai diberlakukan pada hari ini.
"Kita harapkan lancar," ujar humas PT KAI Commuter Jabodetabek, Eva Chairunisa ketika dihubungi detikcom, Minggu (30/6/2013).
Eva mengatakan alat peralatan untuk penggunaan e-ticket sudah terpasang sekitar 600-an alat di 66 stasiun Jabodetabek. Peralatan tersebut adalah hasil kerjasama dengan PT Telkom Indonesia.
"Semua kendala teknis sudah bisa terselaikan," imbuhnya.
Eva mengaku pihaknya sudah sejak lama melakukan sosialiasi terkait tarif progresif ini. Eva juga menyarankan para penumpang membeli tiket multitrip agar tidak harus mengantre di loket.
"Selain itu kita juga mengimbau agar penumpang untuk menyiapkan waktu lebih banyak atau mengatur waktu agar tidak terburu-buru. Sebab dulu saat tiket kertas, bisa lari mengejar kereta dan melewati petugas, sekarang harus lewat gate karena pemeriksaan," imbaunya.
Bagi penumpang yang kebingungan jangan ragu untuk bertanya kepada petugas-petugas yang berjaga di setiap stasiun. Informasi penerapan tarif progresif dan penggunaan e-ticket akan terus diumumkan melalui pengeras suara dan spanduk atau selebaran.
"Kita juga menempatkan pemandu-pemandu jika ada yang mau bertanya ada booth atau stand," tutupnya.
[URL="http://news.detik..com/read/2013/07/01/060605/2288477/10/tarif-progresif-dan-e-ticket-krl-jabodetabek-mulai-berlaku-hari-ini?nd771104bcj"]sumber : detik..com[/URL]
Jakarta - PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) mulai menerapkan tarif progresif KRL Commuter Line mulai hari ini 1 Juli 2013. Secara bersamaan, sistem tiket elektronik (e-ticket) juga mulai diberlakukan pada hari ini.
"Kita harapkan lancar," ujar humas PT KAI Commuter Jabodetabek, Eva Chairunisa ketika dihubungi detikcom, Minggu (30/6/2013).
Eva mengatakan alat peralatan untuk penggunaan e-ticket sudah terpasang sekitar 600-an alat di 66 stasiun Jabodetabek. Peralatan tersebut adalah hasil kerjasama dengan PT Telkom Indonesia.
"Semua kendala teknis sudah bisa terselaikan," imbuhnya.
Eva mengaku pihaknya sudah sejak lama melakukan sosialiasi terkait tarif progresif ini. Eva juga menyarankan para penumpang membeli tiket multitrip agar tidak harus mengantre di loket.
"Selain itu kita juga mengimbau agar penumpang untuk menyiapkan waktu lebih banyak atau mengatur waktu agar tidak terburu-buru. Sebab dulu saat tiket kertas, bisa lari mengejar kereta dan melewati petugas, sekarang harus lewat gate karena pemeriksaan," imbaunya.
Bagi penumpang yang kebingungan jangan ragu untuk bertanya kepada petugas-petugas yang berjaga di setiap stasiun. Informasi penerapan tarif progresif dan penggunaan e-ticket akan terus diumumkan melalui pengeras suara dan spanduk atau selebaran.
"Kita juga menempatkan pemandu-pemandu jika ada yang mau bertanya ada booth atau stand," tutupnya.
[URL="http://news.detik..com/read/2013/07/01/060605/2288477/10/tarif-progresif-dan-e-ticket-krl-jabodetabek-mulai-berlaku-hari-ini?nd771104bcj"]sumber : detik..com[/URL]
Quote:
Gunakan e-Ticket, Antrean Penumpang KRL Mengular di Stasiun Depok Baru
Jakarta - Tarif progresif dan e-ticket mulai berlaku untuk KRL Jabodetabek. Mesin palang otomatis memindai tiket calon penumpang yang berbentuk kartu satu per satu. Akibatnya antrean calon penumpang mengular hingga keluar stasiun.
Seperti yang terjadi di Stasiun Depok Baru, Depok, Jawa Barat, Senin (1/7/2013), antrean calon penumpang yang hendak memasuki peron memanjang mulai dari palang pintu otomatis hingga pintu masuk stasiun. Satu per satu penumpang memindai kartu tiket mereka hingga lampu hijau menyala dan bisa dilalui.
"Ini mengantrenya memang lebih lama karena nggak kayak dulu, tapi tidak ada keluhan dari masyarakat," kata petugas bernama Koswara yang membantu para penumpang menggunakan e-ticket.
Beberapa calon penumpang ada yang kesulitan menggunakan e-ticket. Salah satu calon penumpang memindai kartunya terlalu lama sehingga lampu hijau yang menyala kembali ke merah yang berarti harus dipindai ulang.
"Paling satu atau dua orangtua yang masih bingung," kata Koswara.
Sementara itu, petugas yang membantu para calon penumpang dikejutkan dengan seorang penumpang yang turun di stasiun kecil ini namun tidak bisa melewati palang pintu otomatis. Hal ini dikarenakan tiket yang digunakan penumpang tersebut sudah kadaluarsa. Petugas langsung bertindak tegas dan meminta penumpang ibu-ibu tersebut membeli e-ticket baru bisa melewati palang pintu otomatis.
"Tiketnya 10 Juni 2013, sekarang sudah bulan Juli. Penumpang nggak bisa curang lagi," ujar Koswara yang menyaksikan kejadian ini.
Lain halnya dengan calon penumpang bernama Ruri (28) yang menilai sistem baru ini lebih ekonomis. Ruri tidak keberatan mengantre lebih lama akibat sistem baru ini.
"Karena dulu karcis kertas bisa cepat masuk, tapi sekarang kita mengantre. Untuk beli tiket kita scan dulu di mesin, jadi agak sedikit lama, tapi nggak ada masalah," ujar Ruri yang hendak menuju Sudirman, Jakarta Pusat.
[URL="http://news.detik..com/read/2013/07/01/083754/2288537/10/gunakan-e-ticket-antrean-penumpang-krl-mengular-di-stasiun-depok-baru?nd771104bcj"]sumber : detik..com[/URL]
Jakarta - Tarif progresif dan e-ticket mulai berlaku untuk KRL Jabodetabek. Mesin palang otomatis memindai tiket calon penumpang yang berbentuk kartu satu per satu. Akibatnya antrean calon penumpang mengular hingga keluar stasiun.
Seperti yang terjadi di Stasiun Depok Baru, Depok, Jawa Barat, Senin (1/7/2013), antrean calon penumpang yang hendak memasuki peron memanjang mulai dari palang pintu otomatis hingga pintu masuk stasiun. Satu per satu penumpang memindai kartu tiket mereka hingga lampu hijau menyala dan bisa dilalui.
"Ini mengantrenya memang lebih lama karena nggak kayak dulu, tapi tidak ada keluhan dari masyarakat," kata petugas bernama Koswara yang membantu para penumpang menggunakan e-ticket.
Beberapa calon penumpang ada yang kesulitan menggunakan e-ticket. Salah satu calon penumpang memindai kartunya terlalu lama sehingga lampu hijau yang menyala kembali ke merah yang berarti harus dipindai ulang.
"Paling satu atau dua orangtua yang masih bingung," kata Koswara.
Sementara itu, petugas yang membantu para calon penumpang dikejutkan dengan seorang penumpang yang turun di stasiun kecil ini namun tidak bisa melewati palang pintu otomatis. Hal ini dikarenakan tiket yang digunakan penumpang tersebut sudah kadaluarsa. Petugas langsung bertindak tegas dan meminta penumpang ibu-ibu tersebut membeli e-ticket baru bisa melewati palang pintu otomatis.
"Tiketnya 10 Juni 2013, sekarang sudah bulan Juli. Penumpang nggak bisa curang lagi," ujar Koswara yang menyaksikan kejadian ini.
Lain halnya dengan calon penumpang bernama Ruri (28) yang menilai sistem baru ini lebih ekonomis. Ruri tidak keberatan mengantre lebih lama akibat sistem baru ini.
"Karena dulu karcis kertas bisa cepat masuk, tapi sekarang kita mengantre. Untuk beli tiket kita scan dulu di mesin, jadi agak sedikit lama, tapi nggak ada masalah," ujar Ruri yang hendak menuju Sudirman, Jakarta Pusat.
[URL="http://news.detik..com/read/2013/07/01/083754/2288537/10/gunakan-e-ticket-antrean-penumpang-krl-mengular-di-stasiun-depok-baru?nd771104bcj"]sumber : detik..com[/URL]
Diubah oleh ario84 01-07-2013 15:47
0
3.3K
Kutip
35
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
696.2KThread•59.5KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya
