TS
rancez27
Proyektil di Tubuh Anggota OPM Aimas Bukan Standar
Spoiler for Buka:
Jayapura, Papua • Salomina Kalaibin, korban
penembakan di Distrik Aimas, Kabupaten
Sorong, Papua Barat , Senin malam, akhirnya
meninggal setelah dirawat sejak 1 Mei lalu.
Dari tubuhnya dokter forensik mendapati,
proyektil peluru yang bersarang bukan dari
peluru standar TNI/Kepolisian Indonesia.
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah
Papua, Komisaris Besar Polisi Gede Sumerta,
secara terpisah mengatakan, korban sempat
dioperasi Kamis malam (1/5), sesaat setelah
tertembak, di RS Sele Be Selo Aimas.
Dikatakan, dokter yang mengoperasi korban
berhasil menggeluarkan proyektil namun
jenisnya bukan yang biasa digunakan TNI/
Kepolisian Indonesia, alias bukan amunisi
standar senjata organik.
"Kami memperoleh informasi proyektil yang
ditemukan pada tubuh korban itu bukan
proyektil yang digunakan polisi atau TNI,"
kata Sumerta.
Secara terpisah, Inspektur Pengawas Daerah
Kepolisian Daerah Papua, Komisaris Besar Gde
Sugianyar, menyatakan, "Korban kebetulan
perempuan. Namun diketahui perempuan
korban ini anggota OPM Kalaibin, memiliki
seragam dan kartu anggota gerakan mereka."
Informasi dihimpun menyatakan Salomina
Kalaibin memiliki kartu anggota Tentara
Pembebasan Nasional Papua Barat dengan
nomor anggota 7104485, berpangkat Sergeant
2E, berlaku mulai 1 Juli 2007, dan
ditandatangani Panglima Pembebasan
Nasional Papua Barat, Richard H Jowen.
Dengan dia meninggal, maka tercatat tiga
warga tewas akibat penembakan sesaat setelah
tim gabungan TNI/Polri diserang masyarakat,
sekitar pukul 02.00 WIT Kamis pekan lalu.
Penyerangan itu terjadi saat petugas gabungan
menuju lokasi yang dilaporkan ada sekitar 200
warga sedang berkumpul dan diduga bersiap
mengibarkan bendera Bintang Kejora,
lambang separatis OPM untuk memperingati
Hari Aneksasi yang jatuh 1 Mei.
Oleh negara, 1 Mei di sana juga diperingati
sebagai Hari Negara Kesatuan Republik
Indonesia, yang biasa dirayakan dengan
berbagai keramaian melibatkan masyarakat
setempat. Selama ini Sorong dikenal sebagai
salah satu kawasan paling aman dan tenteram
di Provinsi Papua.
Akibat penyerangan itu, satu anggota TNI AD
setempat, Pembantu Letnan Dua Saltoni, luka
bacokan dan dua unit kendaraan roda empat
yang digunakan rusak berat. Polisi hingga saat
ini masih menyelidiki kasus tersebut dan
sudah menetapkan enam warga sebagai
tersangka.
Kelompok OPM setempat penyerang patroli
gabungan itu diketahui dipimpin Isak Kalaibin.
"Kami tengah mengejar kawanan Kalaibin itu
hingga ke hutan-hutan," kata Kepala Polres
Sorong, Komisaris Besar Polisi Zulpan, yang
dihubungi lewat telefon genggam.
Di lokasi dekat tempat penyerangan patroli
gabungan itu, di Desa Aimas, Distrik Aimas,
petugas gabungan mendapati berbagai barang
bukti aktivitas kawanan Kalaibin. Selain
bendera, ada bagan organisasi OPM setempat,
denah posisi pos polisi dan pos TNI AD
setempat, serta dokumen-dokumen rencana
aksi penyerangan.
Masih ada ratusan amunisi kaliber 5,56
milimeter, senjata api rakitan, dan magasen
pembungkus butir amunisi di senjata laras
panjang. Serta senjata tajam tradisional
berupa kampak, parang, dan panah di lahan
yang menjadi arena perekrutan dan pelatihan
anggota separatis OPM itu.(E006/M009)
Spoiler for Sumber:
0
3.3K
9
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Militer
20.4KThread•10.8KAnggota
Urutkan
Terlama
Thread Digembok
