- Beranda
- Berita dan Politik
Tenaga Kerja Pertanian Berkurang Lebih dari Sejuta Jiwa
...
TS
conee
Tenaga Kerja Pertanian Berkurang Lebih dari Sejuta Jiwa
Metrotvnews.com, Jakarta: Penduduk yang bekerja di Indonesia pada Februari 2013 mencapai 114 juta orang atau bertambah 1,2 juta orang dibandingkan dengan periode yang sama dengan tahun lalu. Tapi, tenaga kerja sektor pertanian justru berkurang 1,26 juta menjadi 39,96 juta orang.
Hal tersebut terungkap dalam data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (6/5). Penurunan tenaga kerja di sektor pertanian terjadi sejak Februari 2011. Saat itu, petani dan buruh tani mencapai 42,48 juta orang.
"Banyak petani beralih profesi ke pekerjaan lain karena upah sektor pertanian murah," kata Kepala BPS Suryamin dalam paparan tenaga kerja Indonesia di kantor BPS, Jakarta.
Dia mengatakan bahwa hanya sektor pertanian yang mengalami penurunan tenaga kerja. Sektor lain seperti industri, konstruksi, perdagangan, transportasi, keuangan, dan jasa masyarakat alami pertumbuhan.
Direktur Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan BPS Razali Ritonga menjelaskan peralihan tenaga kerja disebabkan rendahnya pendapatan di sektor tersebut.
"Kalau di luar pertanian lebih tinggi, tentu dia mobile. Jangankan per sektor, per daerah juga begitu. Jadi sekarang, kalau di pedesaan penduduknya makin sedikit, karena gaji di perkotaan lebih tinggi. Orang kan memilih, mana kesempatan yang lebih baik," ujar Razali.
Dia melanjutkan pada negara-negara maju seperti Amerika Serikat, sektor pertaniannya sudah modern. Bahkan sektor penghasil pangan itu menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonominya. (Daniel Wesly Rudolf)
Sumber
Hal tersebut terungkap dalam data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (6/5). Penurunan tenaga kerja di sektor pertanian terjadi sejak Februari 2011. Saat itu, petani dan buruh tani mencapai 42,48 juta orang.
"Banyak petani beralih profesi ke pekerjaan lain karena upah sektor pertanian murah," kata Kepala BPS Suryamin dalam paparan tenaga kerja Indonesia di kantor BPS, Jakarta.
Dia mengatakan bahwa hanya sektor pertanian yang mengalami penurunan tenaga kerja. Sektor lain seperti industri, konstruksi, perdagangan, transportasi, keuangan, dan jasa masyarakat alami pertumbuhan.
Direktur Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan BPS Razali Ritonga menjelaskan peralihan tenaga kerja disebabkan rendahnya pendapatan di sektor tersebut.
"Kalau di luar pertanian lebih tinggi, tentu dia mobile. Jangankan per sektor, per daerah juga begitu. Jadi sekarang, kalau di pedesaan penduduknya makin sedikit, karena gaji di perkotaan lebih tinggi. Orang kan memilih, mana kesempatan yang lebih baik," ujar Razali.
Dia melanjutkan pada negara-negara maju seperti Amerika Serikat, sektor pertaniannya sudah modern. Bahkan sektor penghasil pangan itu menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonominya. (Daniel Wesly Rudolf)
Sumber
0
986
9
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.8KThread•59.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya