Kaskus

News

Maha.KaskusAvatar border
TS
Maha.Kaskus
Bendera Aceh Dalam Kesepakatan Awal dan Win-win solution
Bendera Aceh Dalam Kesepakatan Awal dan Win-win solution


REPUBLIKA.CO.ID, Gubernur Aceh Zaini Abdullah sempat meminta masukan dari berbagai tokoh Indonesia terkait pembahasan bendera dan lambang Aceh. Pertemuan itu digelar di Hotel Sultan, Jakarta, medio Desember tahun lalu.
Bersama mantan wakil presiden Jusuf Kalla, Wakil Ketua MPR RI Ahmad Farhan Hamid, Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso, dan mantan menteri sekretaris negara Yusril Ihza Mahendra, dan anggota DPR RI dari Aceh Nasir Djamil dilangsungkanlah penyusunan bendera Aceh.
Dari foto pertemuan yang didapat Republika, Zaini Abdullah tampak semringah ketika menunjukkan model bendera berlatarbelakang warna merah dengan simbol bintang dan bulan sabit, serta kaligrafi Arab membentuk simbol pedang di bagian bawah.
Dia juga sempat mengacungkan jempol seperti tanda setuju dengan bendera yang diusulkan para tokoh yang diundangnya. Bendera itu mirip dengan kesultanan yang pernah jaya di Aceh, kerajaan Samudra Pasai.
Dalam pembahasannya selanjutnya, menurut Nasir, entah mengapa sepertinya terjadi kebuntuan komunikasi antara pemerintah pusat dan Aceh. Sehingga, tanpa diduga Pemprov Aceh mengesahkan bendera GAM sebagai bendera resmi Provinsi Aceh.

sumber
____________________________________________________________

Soal Bendera Aceh Harus Ada 'Win-win Solution'

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah dibuat kaget dengan pengesahan Qanun 3/2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh yang dilakukan Pemprov Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Pasalnya, bendera resmi Provinsi Aceh mengadopsi bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dibuat cukup geram karena bendera dan lambang Aceh ini. Hingga Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi menilai bendera Aceh bisa saja dibatalkan.
Melihat kondisi seperti ini, anggota DPR RI asal Aceh, Nasir Djamil, angkat bicara. "Saya pikir harus ada win win solution," kata dia ketika dijumpai di Jakarta, Selasa (2/4) malam.
Menurut Nasir, Pemprov Aceh harus tunduk pada Peraturan Pemerintah 77/2007 yang memuat pelarangan bendera separatis digunakan sebagai bendera resmi Provinsi Aceh. Hanya saja, kata dia, pemerintah pusat juga harus menghormati otonomi khusus di Bumi Serambi Makkah itu.
Nasir berharap masalah itu dicarikan jalan tengah, bukan malah kedua belah pihak saling mengklaim merasa benar. Dia mengungkap ikut berpartisipasi dalam penyusunan bendera Aceh.
Karena itu, ketika Gubernur Aceh Zaini Abdullah meminta masukan dari berbagai tokoh Indonesia, Nasir turut diundang. Pertemuan itu digelar di Hotel Sultan, Jakarta, medio Desember tahun lalu.
Bersama mantan wakil presiden Jusuf Kalla, Wakil Ketua MPR RI Ahmad Farhan Hamid, Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso, dan mantan menteri sekretaris negara Yusril Ihza Mahendra, Nasir ikut nimbrung memberikan masukan soal penyusunan bendera Aceh.
"Gubernur Aceh mendengar semua saran dan tidak berkomentar," kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Dari foto pertemuan yang didapat Republika, Zaini Abdullah tampak semringah ketika menunjukkan model bendera berlatarbelakang warna merah dengan simbol bintang dan bulan sabit, serta kaligrafi Arab membentuk simbol pedang di bagian bawah.
Dia juga sempat mengacungkan jempol seperti tanda setuju dengan bendera yang diusulkan para tokoh yang diundangnya. Bendera itu mirip dengan kesultanan yang pernah jaya di Aceh, kerajaan Samudra Pasai.
Dalam pembahasannya selanjutnya, menurut Nasir, entah mengapa sepertinya terjadi kebuntuan komunikasi antara pemerintah pusat dan Aceh. Sehingga, tanpa diduga Pemprov Aceh mengesahkan bendera GAM sebagai bendera resmi Provinsi Aceh.
Ia menduga, kenekatan Gubernur Aceh didasari hubungan yang kurang baik dengan Presiden SBY. Kalau saja persoalan itu diserahkan kepada JK, ia yakin kedua belah pihak bakal menemukan titik temu.
sumber

____________________________________
walaupun banya kontroversial, kita harus menghormati Aceh sebagai daerah "khusus" untuk menentukan bagaimana solusi terbaik untuk rakyatnya dalam bingkai NKRI, begitu juga DIY dan Papua yg daerah "khusus" juga.

Supaya gak konflik berkepanjangan. Ini win-win solution dari ane gan!

Spoiler for bendera aceh:

Warna Bendera tetap merah-putih ! emoticon-Mad
"hitam itu sparatisme (GAM) dan biru itu kolonialisme (Belanda)"
Bendera aceh gabungan dari Bendera GAM dan Bendera Kesultanan Aceh. Bulan bintang dan pedang kaligrafi dengan garis putih atas bawah.
emoticon-Cool

Gimana menurut agan2 ? Atau ada ide lain bisa diposting disini. emoticon-Malu (S)

Spoiler for dari agan2:


Mari kita tunggu 15 hari yang diisyaratkan Mendagri akan temui titik solusinya. emoticon-Cool
Diubah oleh Maha.Kaskus 04-04-2013 08:25
0
8.7K
32
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
694.2KThread58.4KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.