- Beranda
- Berita dan Politik
[Ekonomi]JK: BBM Disubsidi, Rakyat Sulit Dapat Pangan Murah
...
TS
tyrani
[Ekonomi]JK: BBM Disubsidi, Rakyat Sulit Dapat Pangan Murah
JK: BBM Disubsidi, Rakyat Sulit Dapat Pangan Murah
TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta pemerintah segera mengambil langkah atas konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang terus naik. Konsumsi BBM yang terus meningkat, terutama BBM bersubsidi, menyebabkan neraca perdagangan Indonesia defisit sejak 2012 dan anggaran subsidi pemerintah membengkak.
"Karena uangnya untuk subsidi BBM, pemerintah tidak bisa beli bibit tanaman pangan. Akibatnya, harga makanan mahal. Ini kan kebijakan yang keliru, BBM dikasih murah, tetapi makanan mahal," kata Jusuf Kalla ketika ditemui wartawan di Hotel Dharmawangsa, Rabu, 3 April 2013.
Pada tahun lalu, pemerintah mengurangi subsidi pupuk dan bibit untuk menambal anggaran subsidi BBM yang jebol. Kalla juga mengkritik pemerintah yang sudah dua tahun membahas kenaikan harga BBM bersubsidi, tetapi ternyata masih jalan di tempat.
Padahal, menurut JK, kenaikan harga BBM bersubsidi saat ini sebenarnya sudah tidak terlalu menekan masyarakat miskin. Dulu, kenaikan harga BBM dikhawatirkan bakal memberatkan rakyat kecil yang terbiasa menggunakan minyak tanah. “Sekarang kan sudah konversi ke elpiji, jadi efek (kenaikan harga) BBM ini kecil saja.”
Apalagi, kata JK, harga BBM bersubsidi Rp 6.000 per liter sudah pernah diterapkan, dan kenaikan harga hingga level tersebut masih bisa diterima masyarakat. "Sudah pernah Rp 6.000 per liter, dan tidak ada yang protes,” ucapnya.
Menurut dia, tidak ada keputusan yang tidak berisiko terkait pengurangan subsidi BBM. “Tapi ambillah yang paling kecil risikonya. Kalau tidak dinaikkan, membahayakan ekonomi," kata JK.
---------------------------
Dampak kenaikan BBM memang berisiko, tapi langkah atau pil pahit harus diterima oleh bangsa ini.....
selebihnya....yakinkah kaskuser bahwa kenaikan BBM akan menurunkan harga pangan seperti teori bung JK??
TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta pemerintah segera mengambil langkah atas konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang terus naik. Konsumsi BBM yang terus meningkat, terutama BBM bersubsidi, menyebabkan neraca perdagangan Indonesia defisit sejak 2012 dan anggaran subsidi pemerintah membengkak.
"Karena uangnya untuk subsidi BBM, pemerintah tidak bisa beli bibit tanaman pangan. Akibatnya, harga makanan mahal. Ini kan kebijakan yang keliru, BBM dikasih murah, tetapi makanan mahal," kata Jusuf Kalla ketika ditemui wartawan di Hotel Dharmawangsa, Rabu, 3 April 2013.
Pada tahun lalu, pemerintah mengurangi subsidi pupuk dan bibit untuk menambal anggaran subsidi BBM yang jebol. Kalla juga mengkritik pemerintah yang sudah dua tahun membahas kenaikan harga BBM bersubsidi, tetapi ternyata masih jalan di tempat.
Padahal, menurut JK, kenaikan harga BBM bersubsidi saat ini sebenarnya sudah tidak terlalu menekan masyarakat miskin. Dulu, kenaikan harga BBM dikhawatirkan bakal memberatkan rakyat kecil yang terbiasa menggunakan minyak tanah. “Sekarang kan sudah konversi ke elpiji, jadi efek (kenaikan harga) BBM ini kecil saja.”
Apalagi, kata JK, harga BBM bersubsidi Rp 6.000 per liter sudah pernah diterapkan, dan kenaikan harga hingga level tersebut masih bisa diterima masyarakat. "Sudah pernah Rp 6.000 per liter, dan tidak ada yang protes,” ucapnya.
Menurut dia, tidak ada keputusan yang tidak berisiko terkait pengurangan subsidi BBM. “Tapi ambillah yang paling kecil risikonya. Kalau tidak dinaikkan, membahayakan ekonomi," kata JK.
---------------------------
Dampak kenaikan BBM memang berisiko, tapi langkah atau pil pahit harus diterima oleh bangsa ini.....
selebihnya....yakinkah kaskuser bahwa kenaikan BBM akan menurunkan harga pangan seperti teori bung JK??
0
1.4K
25
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.8KThread•59.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya