- Beranda
- Berita dan Politik
Bhineka Tunggal Ika Award
...
TS
rendroprayogo
Bhineka Tunggal Ika Award
http://www.perspektifnews.com/?p=807
Ruth Indiah Rahayu (peneliti InKrispena)
Dr. H. Pronojiwo, SH, LLM, mencalonkan diri sebagai walikota. Dia berkampanye tentang bhineka tunggal ika, multikulturalisme, pluralisme, keberagaman agama dan kebudayaan, yang menurutnya dewasa ini mengalami kemerosotan. Pada suatu hari dia hendak berkampanye di lapangan Tugu Prokalamasi, Jakarta Pusat. Supaya kampanye itu lebih afdol, apalagi mengundang media televisi, dia menganugerahkan “Bhineka Tunggal Ika” Award kepada masyarakat miskin yang telah melaksanakan kebhineka-tunggal-ikaan dalam kehidupannya sehari-hari. Maka sibuklah tim suksesnya mencari orang yang patut menerima award tersebut.
Pada hari yang ditetapkan sebagai hari baik menurut penasehat spiritualnya, Dr. H Pronojiwo, SH, Mhum, berpidato tentang bhineka tunggal ika di lapangan Tugu Proklamasi. Selesai dia berpidato diundanglah Empok Yana ke panggung untuk menerima “Bhineka Tunggal Ika” Award.
“Empok Yana, pedagang cendol dari Prumpung telah mengamalkan Bhineka Tungga Ika dengan memberi nama anaknya Muhamad Yesus Sidarta Oka, yang sebulan lalu dilahirkannya”. Hadirin tepuk tangan. “Meski pun Empok Yana perempuan sederhana tetapi telah mengamalkan keberagaman agama: Islam, Kristen, Budha dan Hindu....” Hadirin tepuk tangan
“Kami persilakan Dr. H Pronojiwo, SH. Mhum, untuk menyerahkan hadiah “Bhineka Tunggal Ika” Award kepadanya. Hadirin tepuk tangan.
Empok Yana mengenakan jilbab merah muda berhiaskan manik-manik di sekujur kepalanya, dan baju kurung seragam pengajian, menerima hadiah uang sebesar Rp 5.000.000,- tunai dari Dr H. Pronojiwo, SH, Mhum. Setelah itu si MC mewawancarai Empok Yana.
“Muhamad Yesus Sidarta Oka, anak yang ke berapa, Pok?”
“Anak ke tiga”
“Siapa yang ngasih nama anaknya? Empok apa suaminya?
“Saya sendiri. Pan waktu entu ni anak kelilit ari-ari lehernya, jadi kata bidannya harus operasi. Empok pan kagak ade duwet. Bingung deh. Untung ada Haji Muhamad yang kasi sedekah buat operasi, lalu nitip pesan supaya namanye dikasikan ke anak empok. Jadi deh Mohamad”
“Lalu Yesus?
“Pas lahirnya pan natalan. Ya udeh, di tipi pan orang kristen pada nyanyi-nyanyi bilang Yesus, ya udeh empok kasi deh entu nama ke ni anak”
“Lalu Sidarta Oka”
“Dokternya cakep deh, namanya Pak Sidharta. Trus setelah abis operasi, pas empok boleh makan, ada yang ngirimin apa tu...(h)oka-(h)oka bento. Udeh deh, empok tambahin namanye sama Mohamad Yesus biar panjang gituh. Pan orang sekarang namanye panjang-panjang”
“Apa harapan empok sama anak ini?”
Kali ini Empok Yana malu-malu sambil berkata “Ni anak sebelon lahir sudah bawa rejeki. Sekarang sebulan abis lahir dapat rejeki. Moga-moga entar dapat rejeki lagi kayak gini. Pan lumayan, apa-apa mahalan sik !”
Hadirin tepuk tangan!
http://www.perspektifnews.com/?p=807
Ruth Indiah Rahayu (peneliti InKrispena)
Dr. H. Pronojiwo, SH, LLM, mencalonkan diri sebagai walikota. Dia berkampanye tentang bhineka tunggal ika, multikulturalisme, pluralisme, keberagaman agama dan kebudayaan, yang menurutnya dewasa ini mengalami kemerosotan. Pada suatu hari dia hendak berkampanye di lapangan Tugu Prokalamasi, Jakarta Pusat. Supaya kampanye itu lebih afdol, apalagi mengundang media televisi, dia menganugerahkan “Bhineka Tunggal Ika” Award kepada masyarakat miskin yang telah melaksanakan kebhineka-tunggal-ikaan dalam kehidupannya sehari-hari. Maka sibuklah tim suksesnya mencari orang yang patut menerima award tersebut.
Pada hari yang ditetapkan sebagai hari baik menurut penasehat spiritualnya, Dr. H Pronojiwo, SH, Mhum, berpidato tentang bhineka tunggal ika di lapangan Tugu Proklamasi. Selesai dia berpidato diundanglah Empok Yana ke panggung untuk menerima “Bhineka Tunggal Ika” Award.
“Empok Yana, pedagang cendol dari Prumpung telah mengamalkan Bhineka Tungga Ika dengan memberi nama anaknya Muhamad Yesus Sidarta Oka, yang sebulan lalu dilahirkannya”. Hadirin tepuk tangan. “Meski pun Empok Yana perempuan sederhana tetapi telah mengamalkan keberagaman agama: Islam, Kristen, Budha dan Hindu....” Hadirin tepuk tangan
“Kami persilakan Dr. H Pronojiwo, SH. Mhum, untuk menyerahkan hadiah “Bhineka Tunggal Ika” Award kepadanya. Hadirin tepuk tangan.
Empok Yana mengenakan jilbab merah muda berhiaskan manik-manik di sekujur kepalanya, dan baju kurung seragam pengajian, menerima hadiah uang sebesar Rp 5.000.000,- tunai dari Dr H. Pronojiwo, SH, Mhum. Setelah itu si MC mewawancarai Empok Yana.
“Muhamad Yesus Sidarta Oka, anak yang ke berapa, Pok?”
“Anak ke tiga”
“Siapa yang ngasih nama anaknya? Empok apa suaminya?
“Saya sendiri. Pan waktu entu ni anak kelilit ari-ari lehernya, jadi kata bidannya harus operasi. Empok pan kagak ade duwet. Bingung deh. Untung ada Haji Muhamad yang kasi sedekah buat operasi, lalu nitip pesan supaya namanye dikasikan ke anak empok. Jadi deh Mohamad”
“Lalu Yesus?
“Pas lahirnya pan natalan. Ya udeh, di tipi pan orang kristen pada nyanyi-nyanyi bilang Yesus, ya udeh empok kasi deh entu nama ke ni anak”
“Lalu Sidarta Oka”
“Dokternya cakep deh, namanya Pak Sidharta. Trus setelah abis operasi, pas empok boleh makan, ada yang ngirimin apa tu...(h)oka-(h)oka bento. Udeh deh, empok tambahin namanye sama Mohamad Yesus biar panjang gituh. Pan orang sekarang namanye panjang-panjang”
“Apa harapan empok sama anak ini?”
Kali ini Empok Yana malu-malu sambil berkata “Ni anak sebelon lahir sudah bawa rejeki. Sekarang sebulan abis lahir dapat rejeki. Moga-moga entar dapat rejeki lagi kayak gini. Pan lumayan, apa-apa mahalan sik !”
Hadirin tepuk tangan!
http://www.perspektifnews.com/?p=807
0
706
3
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
693KThread•57.8KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya