Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

l.l.l.lAvatar border
TS
l.l.l.l
Mengenal Tradisi Harakiri Masyarakat Jepang
Harakiri atau bunuh diri ala jepang menjadi salah satu tradisi negara sakura ini. Harakiri dilakukan dengan cara menusukan samurai ke perut sang pelaku hingga tewas akan tetapi, tradisi ini makin berkembang dengan beragam cara, mulai dari menusukkan samurai, menenggak racun, gantung diri, menabrakan diri di kereta, hingga loncat dari ketinggian tertentu yang mematikan.
Bahkan di tahun 1945 saat Perang Dunia ke-II, Harakiri berkembang menjadi sebuah adegan yang lebih dahsyat. Para pilot jepang menabrakan dirinya ke kapal-kapal sekutu untuk menghambat pergerakan musuh yang semakin dekat ke Jepang. Gerakan ini dikenal dengan nama Kamikaze (angin yang besar). Kamikaze – pun tiada lain adalah harakiri yang diwujudkan dalam bentuk super “heroik”.

Harakiri menjadi sebuah “fenomena” menarik untuk ‘dikaji’ mengingat bagi saya banyak values yang terkandung di dalamnya. Lepas dari pandangan kita bahwa tindakan tersebut tentulah tidak “wajar”. Di berbagai negara lain, termasuk Indonesia, tindakan bunuh diri juga acap kali muncul. Pun juga di negara-negara maju lainnya. Lalu apa yang membuat “harakiri” menjadi lebih unik untuk dibahas ?

Mengenal Tradisi Harakiri Masyarakat Jepang


Mengenal Tradisi Harakiri Masyarakat Jepang


Bagi saya, motif “harakiri” itu yang membuat perbuatan ini menjadi banyak “nilai” untuk diserap. Saya mengamati, setidaknya ada tiga motif dibalik bunuh diri ini :

PERTAMA : motif HARGA DIRI. dengan motif ini, para samurai dulu melakukan bunuh diri demi menjaga harga dirinya. Tindakan kamikaze di saat PD II pun saya golongkan dalam motif ini. Jepang tidak ingin sejengkal pun tanah mereka di injak oleh AS dan sekutunya, hingga dengan cara apapun, pergerakan musuh mereka harus ditahan. Kisah pertempuran di Iwojima (Letters from Iwojima) menunjukkan heroisme tentara Jepang yang melakukan pertempuran hingga titik tenaga dan titik darah terakhir mereka. Satu lagi yang menarik, dalam film “The Last Samurai”, Ken Watanabe yang berperan sebagai seorang samurai melakukan adegan harakiri demi menjaga harga dirinya ketimbang bertekuk lutut pada tentara Tidak aneh, para korban-korban harakiri tersebut mendapatkan penghormatan yang besar dari masyarakat, termasuk dari orang yang pada masa hidup tidak menyukainya.


Mengenal Tradisi Harakiri Masyarakat Jepang


KEDUA : motif MALU. Motif ini paling dominan dilakukan oleh pelaku harakiri di masa kini. Motif “tidak bisa menahan malu” dilakukan oleh berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pejabat, akademisi, hingga rakyat biasa. Tahun 2007 kita masih ingat “kejutan” di jajaran Kabinet Shinzo Abe (PM Jepang pengganti Koizumi) dengan tewasnya Menteri Pertanian mereka akibat kasus bunuh diri. Diyakini, tindakan tersebut dilakukan karena Sang Menteri tidak bisa menahan malu akibat skandal kasus korupsi yang diduga (masih dugaan) membelitnya. Di tahun yang 2006, seorang professor (associate) tewas bunuh diri di dalam laboratoriumnya (kasus di kampus kami, Osaka University) yang diduga melakuka pemalsuan data risetnya dalam sebuah jurnal ilmiah terkemuka dibidang bioscience. Kasusnya kemudian diangkat Majalah Nature, majalah nomor wahid dalam bidang science, dalam sebuah artikel “Mysteri surrounds lab death”
Kelompok pelaku bunuh diri ini didorong oleh ketidak mampuan mereka menahan malu akibat kasus-kasus yang menimpanya.

Mengenal Tradisi Harakiri Masyarakat Jepang


KETIGA : motif BALAS DENDAM.
Pada kasus ini, biasanya dilakukan oleh seseorang yang kecewa pada keluarganya. Misal seorang anak yang merasa tidak diperlakukan adil, dan lain sebagainya. Tindakan bunuh diri dilakukan dengan menabrakan diri pada kereta api. Dengan tindakan seperti ini, umumnya keluarga sipelaku akan kerepotan karena dikenai tuntutan mengganggu ketertiban umum. Keluarga pelaku akan dituntut membayar ganti rugi oleh perusahaan kereta akibat keterlambatan yang disebabkan oleh peristiwa tabrakan tersebut. Bukan hanya itu, keluarga pelaku juga harus menanggung kerugian dan meminta maaf pada semua penumpang yang merasa dirugikan dengan kejadian ini. Repotnya keluarga inilah mungkin yang dimaksudkan dengan upaya “balas dendam” si pelaku.

Mengenal Tradisi Harakiri Masyarakat Jepang



Hal menarik dari tiga motif di atas kalau kita cermati bahwa tidak satu pun pelaku bunuh diri melakukan harakiri karena himpitan ekonomi atau kesusahan. Tidak ada orang yang serta merta gantung diri akibat tidak bisa membeli beras atau kendala ekonomi lainnya. Inilah yang membedakan dengan banyaknya bunuh diri di Indonesia. Rata-rata, kasus bunuh diri di negeri kita lebih banyak didorong oleh himpitan ekonomi. Adanya anak yang gantung diri akibat tidak bisa membeli buku sekolah, ibu yang membunuh anaknya, dan seterusnya. Ekonomi masih menjadi motif utama kasus-kasus bunuh diri di negara kita. Meskipun tentu, beberapa kasus didorong oleh motif di luar ekonomi.


Mengenal Tradisi Harakiri Masyarakat Jepang





tambahan gan


Di jepang juga ada tempat favorit buat harakiri yaitu, Aokigahara adalah sebuah tempat di kaki Gunung Fuji yg cantik namun padat & merupakan tempat dimana banyak orang bunuh diri. Ratusan jenazah telah ditemukan disini & sebagai upaya untuk menghentikan orang dari melakukan bunuh diri, ada tanda posting yg memberitahukan semua orang untuk mempertimbangkan kembali bunuh diri. Karena kepercayaan bahwa gunung Fuji adalah suci, beberapa mungkin merasa diberkati untuk bisa mati disini.

Tempat ini sangat sepi & Anda tidak akan mendengar apapun kecuali Anda berjalan beberapa kilometer dari perbatasan. Hutan Lindung Aokigahara merupakan tempat dengan tingkat bunuh diri tertinggi di Jepang.

Salah satu cara yg dilalukan oleh pemerintah di Negeri Sakura ini dengan cara melakukan patroli di Hutan Aokigahara agar tidak ada lagi korban bunuh diri. Para rimbawan memiliki tugas mencari mayat di hutan ini & mereka sering menemukannya, baik tergantung di pohon atau dimakan predator.

Diyakini bahwa jiwa-jiwa resah datang ke tempat ini untuk menjerit frustasi ke dalam angin.


Mengenal Tradisi Harakiri Masyarakat Jepang

Mengenal Tradisi Harakiri Masyarakat Jepang

Mengenal Tradisi Harakiri Masyarakat Jepang

Mengenal Tradisi Harakiri Masyarakat Jepang




maaf bila repost dan kalo bermanfaat mohon koment danemoticon-Blue Guy Cendol (L)ya gan
Diubah oleh l.l.l.l 11-03-2013 23:38
0
9.5K
42
GuestAvatar border
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The LoungeKASKUS Official
923.3KThread84KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.