- Beranda
- The Lounge
Pembunuhan Bidan di Medan. Padang Gempar !!!
...
TS
jendral.minang
Pembunuhan Bidan di Medan. Padang Gempar !!!
SELAMAT DATANG jendral.minang
Aduh gan ga usah banyak mukadimah ane gan..hari selasa kemarin setelah ane baru saja menyelenggarakan pernikahan abang dengan istrinya ane kaget setelah 2 hari dapat kabar bahwa ada penyergapan di belakang rumah ane oleh BUSER sumut pukul 2 malam..ane langsung merinding dan warga setempat gempar dibuat olehnya
ini gan Korban yang kabarnya Kasus Asmara
Spoiler for korban:
langsung saja gan kutipan beritanya oleh POS METRO
Spoiler for kutipan POSMETRO PADANG:
PADANG, METRO-Dua oknum polisi yang bertugas di Mapolda Sumbar, “dijemput” Tim Buser Polda Sumatera Utara, Selasa (26/2), sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan awal di Padang, dua polisi berpangkat brigadir itu diterbangkan ke Medan, sore harinya. Mereka disinyalir sebagai dalang dari terbunuhnya seorang bidan, Nurmala Dewi boru Tinambunan (31).
“Dua dari tiga pelaku pembunuhan seorang bidan itu, merupakan oknum anggota polisi yang bertugas di Sumbar,” terang Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjend Boy Rafli Amar ketika dikonfirmasi POSMETRO, Rabu (27/2).
Dua oknum polisi yang ditangkap itu yakni Brigadir GB (polwan) dan Bripda Au. Mereka diduga sebagai aktor intelektual atas terbunuhnya bidan Nurmala Dewi. Mereka ditangkap, setelah jajaran Polda Sumatera Utara melakukan perburuan selama tiga pekan terakhir.
Dikatakan Brigjen Boy Rafli, penangkapan ini dilakukan jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Sumbar yang dipimpin Kombes Adi Karya Tobing. Selain kedua polisi itu, juga ditangkap warga sipil, Gope, oleh tim dari Polda Riau. “Gope diduga sebagai eksekutor lapangan pembunuhan itu,” ungkap Brigjen Boy Rafli yang juga mantan Kapoltabes Padang itu.
Informasi yang dirangkum POSMETRO, pembunuhan ini ditenggarai dilakukan terencana. Motifnya, diduga berlatarbelakang asmara. Pembunuhan ini terjadi pada 7 Februari lalu, di depan rumah korban, di Jalan Pertahanan, Gang Indah, Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Ditegaskan Brigjen Boy Rafli, proses hukum terhadap anggota polisi itu akan sama seperti lainnya. Keduanya terancam bakal dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. “Tidak ada tebang pilih dalam masalah hukum. Jika kedua anggota polisi itu melakukan pembunuhan, ya harus dihukum. Mereka nanti bisa menjalani persidangan umum. Setelah itu, mengikuti sidang kode etik,” jelas Brigjen Boy Rafli.
Keterangan yang dihimpun Posmetro Medan (group POSMETRO), dalam pembunuhan yang diduga bermotif dendam itu, Brigadir (Pol) GB disebut sebagai otak atau dalang pembunuhan terencana. Dia adalah orang yang menyuruh dan membayar Gope untuk melakukan penembakan (eksekutor penembakan). Brigadir GB dikabarkan memiliki hubungan khusus dengan Bidan Nurmala Dewi.
Sementara, Bripda Au diminta Brigadir GB, menemani Gope ke Medan, untuk mengeksekusi Bidan Nirmala Dewi. Selain menyewa pembunuh bayaran, Brigadir GB juga langsung mengorder senjata kepada S (buron) —orang yang menyediakan senjata api—, untuk menjalankan eksekusi pembunuhan.
Ketika dikonfirmasi, Kombes Adi Karya mengamini penangkapan terhadap dua oknum polisi di Polda Sumbar yang diduga terlibat pembunuhan. Namun, Kombes Adi Karya mengelak menjelaskan, kenapa ada anak buahnya ditangkap.
“Memang benar ada penangkapan pada Selasa (26/2). Penangkapan pelaku terkait kasus penembakan bidan yang bertugas di Puskesmas Teladan, Jalan SM Raja. Kita sifatnya hanya membantu Polda Sumatera Utara,” ungkap Kombes Adi Karya.
Motif Terus Diselidiki
Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Wisjnu Ahmad Sastro menyebut, motif pembunuhan belum bisa dipastikan.
Hal senada juga diucapkan Kapolresta Medan, Kombes Pol Monang Situmorang. “Kita sudah mendapat titik terang kasus penembakan ini. Sekarang mengarah ke otak pelaku,” ucapnya.
Kendati begitu, Monang enggan menjelaskan secara gamblang perkembangan kasus pembunuhan bidan cantik itu. “Sabar… Tim kita saja baru sampai. Belum lagi pulang ke markas (Polresta Medan). Nanti kalau sudah pulang, baru kita paparkan. Kita juga sudah pengen kok membeberkan ini,” ujar Kombes Monang.
Berbeda dengan Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol M Yoris Marzuki yang saat dihubungi tampak berupaya menutupi penangkapan para pelaku. “Nggak ada, nggak ada,” jawabnya singkat buru-buru menutup ponselnya.
Polisi juga tidak mau berspekulasi soal motif penembakan korban yang disebut-sebut terkait cinta segitiga maupun perjodohan, termasuk soal dugaan adanya oknum aparat di balik penembakan tersebut. “Semua kemungkinan masih kita lidik,” ujar Kompol M Yoris.
Sering Diteror
Peristiwa penembakan bidan, Nurmala Dewi ini, bermula dari ancaman dan teror dari seorang pria seperti pembacokan dan pembakaran rumah. Akibat sering diteror, orangtua Nurmala melakukan pengawasan ekstra ketat terhadap putrinya.
Meski penjagaan sudah diperketat, ternyata teror tidak serta merta kendur. Mulai dari pembakaran kediaman Nurmala dan keluarganya di Jalan Pertahanan Gang Indah Kecamatan Patumbak, percobaan penikaman terhadap Nurmala.
Karena berulang kali diteror, Nurmala dan orangtuanya melapor ke polisi. Sayang, laporannya dianggap angin lalu. Kamis (7/2) pukul 15.00 WIB, Nurmala tewas bersimbah darah ditembak OTK di depan rumahnya. Peristiwa itu terjadi di depan mata ibu kandungnya, Suryani boru Sihotang (50).
Penembakan itu sendiri berlangsung begitu cepat, saat Nurmala dan Suryani turun dari angkot. Secara tiba-tiba seorang pria mengenakan helm tertutup dan mengendarai sepeda motor jenis matic, datang dan langsung menembak Dewi. Korban tertembak di bagian punggung dan tembus ke bagian depan tubuhnya. Korban tewas sebelum sempat mendapat perawatan medis di RS Estomihi.
“Tadinya dari Puskesmas Teladan, aku sama anakku menumpang angkot. Memang selalu ku jemput dan ku antarin kalau di pergi dan pulang kerja. Karena sudah sering kali anakku ini diteror orang, makanya aku selalu berusaha di dekatnya. Tapi, pas sampai depan pagar rumah, ada satu orang yang naik kereta Mio pakai helm, jaket, dengan jarak setengah meter langsung menembak anak saya,” ucap Suryani, ibu 3 anak itu terisak, waktu itu.
Kuburan Dibatu
Di tempat terpisah, wartawan POSMETRO MEDAN (grup POSMETRO) menyambangi pekuburan korban di Jalan Pasar VII Desa Patumbak, Deli Serdang. Lokasi pemakaman Bidan Nurmala di kawasan lokasi pemandian Pantai Casanova itu terlihat sepi.
Namun, saat memasuki pekuburan wartawan melihat seorang pria tampak membersihkan sebuah kuburan. Ternyata penjaga makam itu tengah merapikan makam Nurmala untuk segera dibatu. “Baru kami semen, mungkin Rabu (27/2) sudah selesai dibatu,” terang penjaga makam.
GILA DAH ANE MATI KUTU DIBUATNYA GAN,MENGANGGU KENYAMANAN KAMPUNG ANE AJA TUH POLWAN HANDEH
0
4.1K
Kutip
18
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya