- Beranda
- Berita Luar Negeri
(Oh Ternyata) Tren Gratifikasi Seks Negeri Singa
...
TS
Victim.of.Gip
(Oh Ternyata) Tren Gratifikasi Seks Negeri Singa

Singapura tak lagi membincang upeti tak lazim berbentuk layanan seksual dalam ranah wacana. Mereka sudah lebih jauhmembincang penindakan terhadap pelaku dan menerimanya.
Mantan Direktur Biro Narkotika Pusat (CNB) Singapura, Ng Boon Gay, diseret ke pengadilan dengan dakwaan mendapat suap seks dari seorang wanita yang bekerja di perusahan rekanannya. Tanpa terbelit-belit, menghadapi segepok fakta yang disodorkan, pejabat 44 tahun ini mengaku.
"Dia simpanan saya. Saya menjalaninya secara sembunyi-sembunyi," ujarnya, seperti dikutip Channel News Asia. Simpanan'-nya itu bernama Cecilia Sue Siew Nang. Wanita itu merupakan karyawan dari dua perusahaan rekanan, Hitachi dan Oracle. Namun sumber lain menyebut, dia adalah "upeti" perusahaan yang mengincar proyek teknologi informasi di CNB bagi Ng.
"Hanya sekali saya berhubungan badan dengannya. Selebihnya, dia memberi servis yang lain," jelas Ng. Gratifikasi itu bermula saat CNB berniat melakukan proyek IT dengan sejumlah perusahaan rekanan. Kedua perusahaan memberi upeti, termasuk salah satunya. Ng didakwa telah berbuat korup menerima gratifikasi seks dari Cecilia untuk memuluskan tender. Gratifikasi ini diberikan dalam rentang waktu Juni 2011 hingga Desember 2011. Ng ditangkap pada 19 Desember 2011 lalu dan dijerat dengan Undang-Undang Antikorupsi.
Belum selesai publik Singpura terhenyak dengan kasus Ng, muncul kasus lain yang juga melibatkan pejabat pemerintah. Kasus upeti 'esek-esek' ini menimpa Pimpinan Pertahanan Sipil Singapura, Peter Lim. Dia mengaku menikmati gratifikasi tak lazim itu sebanyak dua kali di rumahnya. Pemberi gratifikasi, adalah rekanan yang mengincar tender di instansi yang dipimpinnya.
Dengan dua perusahaan IT, si rekanan menyewa wanita lain untuk menservis pejabat. Sedangkan servis bagi Lim diberikan sendiri oleh direktur perusahaan itu, NCS, Esther Goh Tok Mui. Mengapa servis diberikan di rumahnya? Penelusuran wartawan Straits Times menemukan fakta menarik: tak seperti apartemen lainnya, kondominium mewah tempat Lim tinggal sangat istimewa karena mempunyai lift khusus dari tempat parkir di basement dan lantai satu.
Namun penyelidikan lanjutan menemukan fakta lain: Lim tak hanya dilayani satu wanita, tapi tiga wanita yang berbeda sekaligus. Antara Mei 2010 hingga November 2011, ia secara aktif menikmati upeti seksual dari wanita yang berbeda pada waktu yang berbeda, mulai dari di tempat parkir yang terpencil, di sebuah apartemen, dan bahkan hingga saat pesiar ke Prancis.
Bagi Singapura, kasus ini jelas merupakan tamparan. Saat negara ini dipuji-puji karena pemerintahannya yang paling "bersih" di antara para jirannya di ASEAN, kasus ini menyeruak. Hen You Qian, juru bicara dari Komisi Anti-Korupsi Singapura, MinCRAP menegaskan bahwa mendapatkan gratifikasi seksual adalah bukti paling kentara bahwa pegawai negeri, yang selama ini tak kebal diiming-imingi uang, mudah takluk pada iming-iming yang lain: seks.
Menurutnya, dalam 50 tahun usia Singapura, baru kali ini gratifikasi seks terjadi. “Ini sungguh merupakan peringatan bagi kita semua,” ujarnya. Pemerintah Singapura jengah dengan kasus upeti ganjil di kalangan pegawainya. Kini, upaya pencegahan dilakukan secara simultan, melibatkan semua unsur masyarakat. Mereka juga membentuk sebuah Skuad Anti-Seks (ASS.
Tim ini bekerja untuk melakukan inspeksi dari semua tempat untuk membongkar setiap pelanggaran potensial. Mulai akhir pekan lalu setiap pegawai negeri yang tertangkap di sebuah tempat parkir tanpa alasan yang sah akan segera ditahan dan dibawa ke Komite Disiplin di Sim Lim Tower.
Mereka kemudian diwajibkan untuk mengikuti latihan pribadi. Tak hanya itu mereka juga harus membawa buku latihan yang diberikan selama beberapa hari baik selama jam kerja maupun setelahnya. Setiap pegawa negeri juga harus menyalin tulisan yang terlihat dalam papan iklan di Sim Lim Tower sebanyak 500 kali.
Sementara bagi mereka yang bukan dari kalangan pegawai negeri sipil, namun tertangkap oleh ASS, maka tidak diperbolehkan melamar menjadi pegawai negeri sipil di masa depan. Hal ini untuk mencegah potensi adanya pelanggaran di kemudian hari.
Mereka juga akan melakukan beberapa tugas dan membuat salinan yang terlihat dalam papan iklan di Sim Lim Tower sebanyak 300 kali. Setiap pegawai negeri sipil yang ketahuan masih menerima gratifikasi seks berdasar laporan dari masyarakat akan diperiksa oleh polisi.
http://www.republika.co.id/berita/in...negeri-singa-1
Uhuyyy...ternyata nggak tergiur dengan duit ternyata tergiur dengan seks. Ruuarr biasa...

Diubah oleh Victim.of.Gip 14-02-2013 11:20
0
2.1K
16
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
82KThread•20.4KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya