Kaskus

Entertainment

mrkogoromouriAvatar border
TS
mrkogoromouri
Alasan Dilarang Menggunakan Hand Phone di POM Bensin
Alasan Dilarang Menggunakan Hand Phone di POM Bensin

Biasanya di Pom bensin kita melihat larangan untuk menggunakan Handphone saat kita mengantri bensin. Jika dipikir lebih seksama, apakah HP bisa menyebabkan kebakaran?! emoticon-Bingung (S) emoticon-Bingung (S) emoticon-Bingung (S)

Baiklah Agan & sista se KASKUS mari kita coba bereksperimen untuk membuktikan tentang bahaya menggunakan Hand Phone di Pom Bensin (SPBU).emoticon-Cool

Alasan Dilarang Menggunakan Hand Phone di POM Bensin

Sediakan bahan-bahan dan peralatan yang diperlukan, sbb : emoticon-cystg

emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) Panci datar atau teflon.

emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)Tiga lembar kartu/kertas. misal kartu manila, tapi jangan pakai kartu kredit atau kartu ATM, maupun sim card.

emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) 1 lembar aluminium foil atau kertas berlapis timah.

emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) Hand phone.

emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) Yang terakhir adalah Bensin.


Susun bahan percobaan seperti dibawah ini : emoticon-Request

1. Letakkan kartu/kertas manila diatas Teflon yang telah disediakan.

Alasan Dilarang Menggunakan Hand Phone di POM Bensin

2. Letakkan aluminium foil di atas kartu/kertas yang sebelumnya sudah berada diatas Teflon

Alasan Dilarang Menggunakan Hand Phone di POM Bensin

3. Siramkan minyak di sekitar kartu dan kemudian gunakan HP agan buat telpon seseorang

Alasan Dilarang Menggunakan Hand Phone di POM Bensin

4. Apa yang terjadi?! emoticon-Bingung (S)
Bensin pun terbakar dengan hebat.


Alasan Dilarang Menggunakan Hand Phone di POM Bensin

Untuk penjelasannya : emoticon-Cool

HP, ternyata selain mengeluarkan frekwensi tinggi, juga mengeluarkan bunga api (meskipun kecil sekali, cuman seukuran 1 mikron. 1 mikron = 1/100 mm). Percikan api ini timbul di sekitaran antena koil, akibat beda potensial tegangan yg cukup tinggi.

Juga lampu LED (Light Emitting Diode) yg juga mengeluarkan cahaya. LED yg dipakai pada HP berbeda dg LED yg dijual di pasaran elektronika. LED pada HP ternyata ‘telanjang’ (langsung terlihat filamen diodanya kontak dengan udara bebas) beda dg LED toko yg diberi selubung tabung dari plastik sehingga filamennya terlindung.

Pada saat led menyala, maka akan timbul pijar. Nah pijar dan percikan api dari koil tadi yg kadang-kadang bikin orang jadi berpikir paranoid meledak.

Percikan api dan LED tersebut sebenarnya tidak cukup untuk menyulut uap bensin (benzena C4H8O12) di udara terbuka. tapi Lain cerita jika udara yg ada sudah cukup jenuh sekali dengan uap bensin tersebut.

Jika cukup jenuh, maka uap bensin tersebut akan dapat terbakar oleh percikan yg cukup kecil tersebut. Efeknya ya ledakan, (jadi tidak ada salahnya kita tidak menggunakan hp saat pengisian bahan bakar).

Kejadian ini sama saja dengan tabung gas yang bocor di dalam rumah. Gas elpiji yg bocor akan menempati bagian bawah rumah (lebih berat dari udara). Tapi gas elpiji merupakan tingkatan lebih tinggi dari bensin (lebih mudah terbakar atau dengan kata lain oktannya tinggi).

Nah, kalau ada gas elpiji bocor dalam rumah, berarti udara dalam rumah akan jenuh dengan gas elpiji. Maka kita dilarang keras untuk menyalakan lampu listrik.

Sebenarnya bukan lampunya yg bikin terbakar, tetapi percikan bunga api di saklar lampu pada saat kita menyalakan lampu tersebut. Sering terjadi kan kalau agan & sista menyalakan lampu (apalagi yg wattnya tinggi), di saklarnya sering muncul bunga api kecil kan?!
emoticon-Hot News

Ok, segitu dulu penjelasannya ya gan & sista, mudah - mudahan informasi diatas membuat kita sedikit lebih peduli dan waspada.emoticon-Matabelo

Ane cabut dulu ya?! emoticon-Ngacir2

TERIMAKASIH! emoticon-I Love Kaskus (S)

Sumber : kelam57.blogspot.com, farhan-bjm.web.id, metacafe.com.
0
2.9K
33
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The Lounge
KASKUS Official
1.3MThread104.2KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.