- Beranda
- The Lounge
[CERPEN] Baca Sebentar Gan !! Cerpen Motivasi Karya Ane 100% !!
...
TS
Sikolovsky
[CERPEN] Baca Sebentar Gan !! Cerpen Motivasi Karya Ane 100% !!
![[CERPEN] Baca Sebentar Gan !! Cerpen Motivasi Karya Ane 100% !!](https://dl.kaskus.id/3.bp.blogspot.com/_oHZWugeyUDo/SWI5HTkNiOI/AAAAAAAAAAc/e2xShhEfsqc/S1600-R/welcome.png)
Pagi agan2 semua Ane mau numpang Share Cerpen bikinan ane

Ini ane buat 100% sendiri jadi ga bakalan

Langsung aja to The Point

Quote:
Semoga Memotivasi ...
![[CERPEN] Baca Sebentar Gan !! Cerpen Motivasi Karya Ane 100% !!](https://dl.kaskus.id/3.bp.blogspot.com/-5W4e4C3bwr0/UHk3GU_jw4I/AAAAAAAAAFM/-C_DXOdPf6c/s1600/mari-bersyukur.jpg)
Quote:
" Bersyukurlah Setiap Saat, Kamu Tidak Pernah Sendirian"
Quote:
Aku hanyalah seorang pria sederhana yang merantau dan mengadu nasib di sebuah kota.
Sebuah kota yang sangat liar, dimana banyak sekali tindak kejahatan dan penganiayaan di sudut-sudut
kota. Aku pergi ke Kota ini karena tuntutan pendidikan yang kurang memadai di desaku sehingga
aku harus melanjutkan ke universitas di kota ini dengan biaya yang cukup mahal.
Namun masalah biaya kuliah, aku dibantu oleh orang tuaku di desa, mereka selalu mengirimkan uang
tiap bulannya kepadaku dan sedikit uang jajan. Karena apapun serba mahal di kota ini aku pun memutuskan
Mencari Pekerjaan sampingan untuk menambah uang jajanku. Ya, aku tinggal di sebuah kos-kosan
yang kurang elit, dan mempunyai ibu pemilik kos yang sangat galak dan tegas.
Aku bekerja sampingan sebagai Penjaga sebuah supermarket, shift sore sampai malam
karena aku kuliah siang, jadi waktunya aku aturkan seperti itu. Bapakku di desa membuka
lahan perkebunan dan mempunyai lahan tanah kosong yang cukup luas, ayahku berniat menjualnya
namun belum ada penawar yang pas sampai saat ini.
Bulan ini, Kuliahku sedikit berantakan, karena ada masalah dengan pekerjaan ku sehingga sering pulang
sampai larut malam dan mengganggu konsentrasi belajar kuliahku. Ditambah lagi uangku semakin menipis
dan badanku sedang tidak fit.
Hari ini aku bangun agak siang karena lembur kemarin malam, aku di kagetkan dengan teriakan
ibu kos memanggil namaku berkali-kali untuk menghampirinya. Perasaanku sudah tidak enak,
sudah pasti memarahiku karena kamarku berantakan atau apalah. Tetapi dugaanku salah, ibu kos ku
meminta tolong mengajari anaknya mengerjakan PR dan mengajarinya Matematika.
Pagi yang tidak enak, mengajari anaknya yang bodoh itu, sudah begitu ibu Kosnya bertampang judez
namun aku tetap mengajari anaknya dengan tulus dan sabar. Untung saja dulu saat sekolah
Nilai pelajaran matematikaku bagus dan aku memang sedikit ahli dalam pelajaran itu.
Setelah sekitar 2 jam berkutat mengajari anak ibu kos, akhirnya aku pun pergi untuk kuliah
naik angkutan umum, uangku hanya tinggal 25 ribu saat itu, karena memang tanggal itu aku
baru akan di kirimkan uang dari desa . Aku berpikir cukuplah untuk ongkos Pulang pergi Kuliah
dan Makan siang nanti.
Pulang dari Kuliah aku langsung pergi ke supermarket tempat kerjaku untuk melakukan rutinitas biasa
Namun lagi - lagi cobaan datang menggoyahkan emosi dan imanku. Dimulai saat sedang menjadi kasir dan seorang pria
datang tergesa-gesa lalu mencari obat Maag, pria ini lupa membawa dompetnya untuk membayar dan
dia bersikeras untuk tetap membawa obat itu dengan alasan yang genting dan akan membayarnya nanti
PASTI !! katanya. Aku pun akhirnya iba dan tidak melihat niat jahat dari mata pria itu, sehingga
aku pun menalangi obat yang di beli oleh pria itu, untung saja uangnya cukup tapi aku harus berjalan
dari supermarket ke kosan ku nanti karena uangku tidak cukup jika naik ojek biasa langgananku.
Jam sudah menunjukkan pukul 10.30 malam, waktunya aku membereskan barangku dan bertukar shift dengan
orang yang di shift malam sampai esok pagi . Aku berjalan kaki menuju kosan ku, jaraknya bisa di bilang
cukup jauh, karena jika naik motor saja membutuhkan waktu sekitar 15 menitan. Setelah mencapai jalan biasa
yang kulewati yang cukuk sepi, aku melihat sebuah mobil terparkir sembarang dan menepi di jalan sepi
dan gelap tersebut, memang jalan ini sangat sepi dan rawan perampokan. Pikiranku sudah macam-macam
aku menduga ada yang tak beres disana, dan spontan pun aku langsung menghampiri mobil itu perlahan-lahan.
Dan benar saja dugaanku, ada 2 orang preman sedang merampas mobil itu, pemilik mobil itu seorang ibu-ibu
dan sepertinya pingsan terkena pukulan oleh preman tersebut,
tidak mungkin aku tinggal diam, aku pun beranikan diri untuk menolong ibu itu
perlahan ku ambil sebongkah kayu di pinggir jalan untuk senjata, 1 orang yang sedang berdiri
membelakangiku kupukul kepalanya dengan keras, hingga jatuh, lalu satu orang preman lagi yang sedang
didalam mobil seperti ingin menggerayangi ibu itu pun terkejut dan keluar seketika.
Preman ini terlihat lebih besar dengan sebuah pisau di tangannya, (MATI AKU) gumamku dalam hati
Namun ketakutan tak kubiarkan menyelimuti pikiranku, aku selalu berdoa dan menyebut nama Tuhan saat itu
aku yakin Tuhan pasti akan melindungiku. dan seketika aku dikagetkan dengan gerakan preman itu
yang menyerangku dengan pisau itu, untung saja aku berhasil menghindari pisau itu dan preman itu pun
terus menusukkan pisaunya berkali-kali mengincarku, alhasil saat serangannya yang gesit terjadi tak
dapat lagi kuhindarkan, lengan kananku tergores , namun entah kenapa, setelah itu justru seperti
dapat kekuatan, tanganku seketika mengelak dan membalas serangan preman itu dengan kayu di tanganku.
Tindakanku tersebut berhasil mengenai tangan preman dan membuat pisau itu terlempar, Melihat preman
itu panik, aku serang preman itu dan ku jatuhkan ia. Sungguh luar biasa, aku pun tak percaya telah
mengalahkan preman itu, sekali lagi aku tak ada henti-hentinya memanjatkan doa syukur kepada Tuhan.
Selesai membereskan preman itu aku masuk untuk memeriksa keadaan ibu pemilik mobil tersebut,
ibu itu akhirnya sadar dengan kondisi lemah, saat itu jalanan pun sangat sepi sekali, tak ada satu
orangpun yang lewat, akhirnya aku putuskan untuk membawa mobil itu ke sebuah klinik 24 jam di dekat kosan ku
Aku bisa mengendarai mobil, karena teman-teman kuliahku hampir semua membawa mobil, dan aku pernah
di ajari oleh mereka mengendarai mobil.
Saat perjalanan, Ibu itu tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih, dan ia kaget melihat bahuku
yang terluka cukup parah akibat serangan pisau dari preman tadi. Setelah sampai di klinik tersebut,dan diperiksa
Ibu itu memang mengalami benturan yang cukup keras di kepala, dan ibu itu mengobati ku juga untuk luka
di lenganku. Ibu itu sedang perjalanan menuju sebuah hotel untuk beristirahat dan akan
pergi ke sebuah desa, namun karena tersesat dan sudah malam, ibu itu di cegat 2 Preman di jalan sepi itu
setelah menceritakan perjalanannya aku pun menunjukkan hotel terdekat.
setelah selesai aku pun berniat pulang ke kosanku untuk menutup hari yang sangat
melelahkan ini.
Kubuka semua baju kotorku akibat pertarunganku tadi dengan preman, Belum selesai masalah yang aku hadapi tadi
hatiku terkikis lagi saat kubuka Handphoneku dan membaca 1 pesan dari ayahku di desa yang mengatakan
bahwa Usaha kebun ayah sedang mengalami masalah genting, sehingga kiriman uang akan tertunda,
kubuka dompetku dan kulihat hanya 2 lembar saja uang seribuan disana, hatiku sangat sedih sekali
sangat putus asa dengan keadaan ini.
Bagaimana besok aku makan? Bagaimana nanti aku pergi Kuliah? dan bagaimana nanti alasan yang tepat
untuk ibu kosku karena telat membayar Biaya kos bulanan. Semua pikiran campur aduk di kepalaku
akhirnya aku pun duduk dan berdoa kepada Tuhan, meminta untuk menguatkan aku menghadapi masalah ini,
aku berdoa dengan sangat keras di samping luka di lenganku yang berdenyut perihnya.
Aku menaruh uang ku tersebut di atas meja dan segera tidur, berharap dapat bermimpi indah di akhir hari ini
Esok paginya, suara Alarm pun berbunyi, menandakan hari kemarin sudah berakhir dan mulailah hari yang baru
Aku duduk dan termenung sambil memandang uang 2 ribu di meja kamar kosku, akan kugunakan untuk apa uang itu?
untuk ongkos kuliahpun tidak akan cukup, mungkin hanya cukup untuk beli roti di warung untuk mengganjal
perutku.
Sebuah kota yang sangat liar, dimana banyak sekali tindak kejahatan dan penganiayaan di sudut-sudut
kota. Aku pergi ke Kota ini karena tuntutan pendidikan yang kurang memadai di desaku sehingga
aku harus melanjutkan ke universitas di kota ini dengan biaya yang cukup mahal.
Namun masalah biaya kuliah, aku dibantu oleh orang tuaku di desa, mereka selalu mengirimkan uang
tiap bulannya kepadaku dan sedikit uang jajan. Karena apapun serba mahal di kota ini aku pun memutuskan
Mencari Pekerjaan sampingan untuk menambah uang jajanku. Ya, aku tinggal di sebuah kos-kosan
yang kurang elit, dan mempunyai ibu pemilik kos yang sangat galak dan tegas.
Aku bekerja sampingan sebagai Penjaga sebuah supermarket, shift sore sampai malam
karena aku kuliah siang, jadi waktunya aku aturkan seperti itu. Bapakku di desa membuka
lahan perkebunan dan mempunyai lahan tanah kosong yang cukup luas, ayahku berniat menjualnya
namun belum ada penawar yang pas sampai saat ini.
Bulan ini, Kuliahku sedikit berantakan, karena ada masalah dengan pekerjaan ku sehingga sering pulang
sampai larut malam dan mengganggu konsentrasi belajar kuliahku. Ditambah lagi uangku semakin menipis
dan badanku sedang tidak fit.
Hari ini aku bangun agak siang karena lembur kemarin malam, aku di kagetkan dengan teriakan
ibu kos memanggil namaku berkali-kali untuk menghampirinya. Perasaanku sudah tidak enak,
sudah pasti memarahiku karena kamarku berantakan atau apalah. Tetapi dugaanku salah, ibu kos ku
meminta tolong mengajari anaknya mengerjakan PR dan mengajarinya Matematika.
Pagi yang tidak enak, mengajari anaknya yang bodoh itu, sudah begitu ibu Kosnya bertampang judez
namun aku tetap mengajari anaknya dengan tulus dan sabar. Untung saja dulu saat sekolah
Nilai pelajaran matematikaku bagus dan aku memang sedikit ahli dalam pelajaran itu.
Setelah sekitar 2 jam berkutat mengajari anak ibu kos, akhirnya aku pun pergi untuk kuliah
naik angkutan umum, uangku hanya tinggal 25 ribu saat itu, karena memang tanggal itu aku
baru akan di kirimkan uang dari desa . Aku berpikir cukuplah untuk ongkos Pulang pergi Kuliah
dan Makan siang nanti.
Pulang dari Kuliah aku langsung pergi ke supermarket tempat kerjaku untuk melakukan rutinitas biasa
Namun lagi - lagi cobaan datang menggoyahkan emosi dan imanku. Dimulai saat sedang menjadi kasir dan seorang pria
datang tergesa-gesa lalu mencari obat Maag, pria ini lupa membawa dompetnya untuk membayar dan
dia bersikeras untuk tetap membawa obat itu dengan alasan yang genting dan akan membayarnya nanti
PASTI !! katanya. Aku pun akhirnya iba dan tidak melihat niat jahat dari mata pria itu, sehingga
aku pun menalangi obat yang di beli oleh pria itu, untung saja uangnya cukup tapi aku harus berjalan
dari supermarket ke kosan ku nanti karena uangku tidak cukup jika naik ojek biasa langgananku.
Jam sudah menunjukkan pukul 10.30 malam, waktunya aku membereskan barangku dan bertukar shift dengan
orang yang di shift malam sampai esok pagi . Aku berjalan kaki menuju kosan ku, jaraknya bisa di bilang
cukup jauh, karena jika naik motor saja membutuhkan waktu sekitar 15 menitan. Setelah mencapai jalan biasa
yang kulewati yang cukuk sepi, aku melihat sebuah mobil terparkir sembarang dan menepi di jalan sepi
dan gelap tersebut, memang jalan ini sangat sepi dan rawan perampokan. Pikiranku sudah macam-macam
aku menduga ada yang tak beres disana, dan spontan pun aku langsung menghampiri mobil itu perlahan-lahan.
Dan benar saja dugaanku, ada 2 orang preman sedang merampas mobil itu, pemilik mobil itu seorang ibu-ibu
dan sepertinya pingsan terkena pukulan oleh preman tersebut,
tidak mungkin aku tinggal diam, aku pun beranikan diri untuk menolong ibu itu
perlahan ku ambil sebongkah kayu di pinggir jalan untuk senjata, 1 orang yang sedang berdiri
membelakangiku kupukul kepalanya dengan keras, hingga jatuh, lalu satu orang preman lagi yang sedang
didalam mobil seperti ingin menggerayangi ibu itu pun terkejut dan keluar seketika.
Preman ini terlihat lebih besar dengan sebuah pisau di tangannya, (MATI AKU) gumamku dalam hati
Namun ketakutan tak kubiarkan menyelimuti pikiranku, aku selalu berdoa dan menyebut nama Tuhan saat itu
aku yakin Tuhan pasti akan melindungiku. dan seketika aku dikagetkan dengan gerakan preman itu
yang menyerangku dengan pisau itu, untung saja aku berhasil menghindari pisau itu dan preman itu pun
terus menusukkan pisaunya berkali-kali mengincarku, alhasil saat serangannya yang gesit terjadi tak
dapat lagi kuhindarkan, lengan kananku tergores , namun entah kenapa, setelah itu justru seperti
dapat kekuatan, tanganku seketika mengelak dan membalas serangan preman itu dengan kayu di tanganku.
Tindakanku tersebut berhasil mengenai tangan preman dan membuat pisau itu terlempar, Melihat preman
itu panik, aku serang preman itu dan ku jatuhkan ia. Sungguh luar biasa, aku pun tak percaya telah
mengalahkan preman itu, sekali lagi aku tak ada henti-hentinya memanjatkan doa syukur kepada Tuhan.
Selesai membereskan preman itu aku masuk untuk memeriksa keadaan ibu pemilik mobil tersebut,
ibu itu akhirnya sadar dengan kondisi lemah, saat itu jalanan pun sangat sepi sekali, tak ada satu
orangpun yang lewat, akhirnya aku putuskan untuk membawa mobil itu ke sebuah klinik 24 jam di dekat kosan ku
Aku bisa mengendarai mobil, karena teman-teman kuliahku hampir semua membawa mobil, dan aku pernah
di ajari oleh mereka mengendarai mobil.
Saat perjalanan, Ibu itu tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih, dan ia kaget melihat bahuku
yang terluka cukup parah akibat serangan pisau dari preman tadi. Setelah sampai di klinik tersebut,dan diperiksa
Ibu itu memang mengalami benturan yang cukup keras di kepala, dan ibu itu mengobati ku juga untuk luka
di lenganku. Ibu itu sedang perjalanan menuju sebuah hotel untuk beristirahat dan akan
pergi ke sebuah desa, namun karena tersesat dan sudah malam, ibu itu di cegat 2 Preman di jalan sepi itu
setelah menceritakan perjalanannya aku pun menunjukkan hotel terdekat.
setelah selesai aku pun berniat pulang ke kosanku untuk menutup hari yang sangat
melelahkan ini.
Kubuka semua baju kotorku akibat pertarunganku tadi dengan preman, Belum selesai masalah yang aku hadapi tadi
hatiku terkikis lagi saat kubuka Handphoneku dan membaca 1 pesan dari ayahku di desa yang mengatakan
bahwa Usaha kebun ayah sedang mengalami masalah genting, sehingga kiriman uang akan tertunda,
kubuka dompetku dan kulihat hanya 2 lembar saja uang seribuan disana, hatiku sangat sedih sekali
sangat putus asa dengan keadaan ini.
Bagaimana besok aku makan? Bagaimana nanti aku pergi Kuliah? dan bagaimana nanti alasan yang tepat
untuk ibu kosku karena telat membayar Biaya kos bulanan. Semua pikiran campur aduk di kepalaku
akhirnya aku pun duduk dan berdoa kepada Tuhan, meminta untuk menguatkan aku menghadapi masalah ini,
aku berdoa dengan sangat keras di samping luka di lenganku yang berdenyut perihnya.
Aku menaruh uang ku tersebut di atas meja dan segera tidur, berharap dapat bermimpi indah di akhir hari ini
Esok paginya, suara Alarm pun berbunyi, menandakan hari kemarin sudah berakhir dan mulailah hari yang baru
Aku duduk dan termenung sambil memandang uang 2 ribu di meja kamar kosku, akan kugunakan untuk apa uang itu?
untuk ongkos kuliahpun tidak akan cukup, mungkin hanya cukup untuk beli roti di warung untuk mengganjal
perutku.
Bersambung gan...
di Next Post
LANJUTAN

Tolong di beri
ya gan Quote:
Maaf Jika Berantakan Maklum Nubie 

![[CERPEN] Baca Sebentar Gan !! Cerpen Motivasi Karya Ane 100% !!](https://dl.kaskus.id/fc03.deviantart.net/fs71/f/2012/238/1/8/thanks_4_the_visit_by_nkognz-d39y0qs.png)
tinggalkan

Diubah oleh Sikolovsky 04-01-2013 10:56
0
2.3K
Kutip
13
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108.8KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya