Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

singobAvatar border
TS
singob
(selingan)Perang nyaris Pecah Hingga SBY MaraH
Perang antara Polisi dan tentara nyaris Pecah di KPK Pada Jumat, 5 oKtober 2012. Presiden sbyPun memarahi KaPolri Jenderal timur PradoPo.

Waktu hampir menunjukkan pergantian hari, ketika sebuah telepon membuat
Menko Polhukam Djoko Suyanto tersentak. Juru Bicara Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) Johan Budi di seberang sana mengabarkan berita gawat.
Jumat 5 Oktober 2012 itu, situasi KPK memang sangat mencekam. Sejak pukul 18.00 WIB, belasan mobil masuk gedung KPK. Dari mobil itu keluar*personel
polisi berpakaian preman dan personel Densus 88 yang semuanya membawa senjata. *
“Lebih dari 10 mobil pribadi, kebanyakan mobil mahal,*diparkir di samping gedung KPK. Dari dalam mobil
minimal empat orang turun dan semuanya berpakaian preman,” tutur salah
seorang petugas keamanan KPK kepada majalah detik.
Dari samping gedung KPK sejumlah polisi berpakaian preman ini kemudian mencoba merangsek masuk Gedung KPK. Lainnya menyebar di lingkungan
samping dan belakang gedung KPK, mengepung.“Ini tugas negara!” bentak polisi itu kepada satpam KPK, saat mereka mencoba masuk gedung KPK. Namun satpam KPK balas membentak dengan berteriak, “Ini juga tugas negara.” Para Satpam pun berjajar memagari kantor KPK agar tidak kemasukan polisi berpakaian preman itu.*Sekitar pukul 20.00 WIB, tujuh polisi anggota Polda Bengkulu, dipimpin oleh Kombes Dedy Irianto, Direskrimum Polda Bengkulu, bertandang ke gedung yang berdiri di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan itu.
Mereka mengincar untuk menangkap Kompol Novel Baswedan, penyidik KPK yang sore harinya baru usai memeriksa mantan Kakorlantas Mabes Polri Irjen Pol Djoko Susilo dalam kasus korupsi simulator SIM.Adu syaraf penegak hukum pun terjadi di dalam gedung KPK. Dedy membawa sepucuk surat untuk Novel agar menghadap Kepala Satuan Reserse Kriminal (Korseskrim) Polri Yasin Fanani malam itu juga.Novel disangka dengan kasus dugaan penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Kasus ini terjadi pada tahun 2004 ketika ia menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu.Suasana sangat tegang. Satu-satunya pimpinan KPK yang berada di kantor pada waktu itu hanyalah Wakil Ketua KPK Zulkarnain. Para pimpinan lain, Abraham Samad, Busyro Muqoddas, Adnan Pandu Praja, dan Bambang Widjojanto*di luar kota.
“Abraham di Makassar, BW (Bambang Widjojanto) di Samarinda sama saya, Busyro di Yogya,*Pak Zul yang di kantor,” jelas Johan.Kabar pengepungan Polri terhadap KPK dengan cepat menyebar lewat jejaring sosial. Berita ini mengundang pendukung pemberantasan korupsi untuk datang langsung ke KPK. Mereka ingin mempertahankan penyidik KPK dari cidukan polisi.Ramai pun tak dapat dihindari. Tujuh polisi berpakaian batik terjebak dalam lobi KPK. Aksi dukungan dadakan tergelar hingga lobi KPK dipenuhi massa.Abraham dan BW yang mendapat berita genting itu langsung tancap gas menuju KPK, setelah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Polisi sudah main kasar. Penyiapan personel ini membuat pimpinan KPK geram.“Brak!” Gebrak meja merupakan satu-satunya suara yang dikeluarkan oleh Abraham. Marah sudah membungkam mulutnya. Sumber majalah detik menyebutkan ketegangan dan amarah sudah merajalela di ruangan Ketua KPK.Aktivis, politikus, mantan pimpinan KPK, dan anggota DPR turut hadir dalam pertemuan di ruang pimpinan. Mantan pimpinan KPK yang hadir antara lain Erry R. Hardjapamekas dan Amien Sunaryadi. Dari pihak DPR, antara lain hadir Martin Hutabarat dari Gerindra serta Tjatur Sapto Edy dari PAN. Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indraya juga hadir. Semua yang hadir, termasuk pihak DPR mendukung penyelamatan KPK.*Kehadiran aktivis justru membuat suasana semakin
tegang, mereka tak kalah geramnya dengan pimpinan KPK.“Kalian kalau mau dukung KPK bukan begini caranya,” ujar Johan Budi berusaha menenangkan suasana, seperti ditirukan sumber majalah detik.Melihat suasana yang mencemaskan itu, Novel yang masih ada di lantai 2 KPK setelah memeriksa Djoko Susilo, sempat akan menyerahkan diri pada polisi. Namun pimpinan KPK melarangnya. *Sementara itu, puluhan personel TNI pun mendekat
ke KPK. Dikabarkan, personel TNI termasuk pasukan elite TNI AL, Detasemen Jala Mangkara (Denjaka), juga merapat ke KPK. “Ada Denjaka datang,” tutur seorang saksi mata.
Lembaga antikorupsi ini disebut-sebut sempat minta
bantuan TNI untuk mengantisipasi hal terburuk.*Apalagi saat itu beredar kabar bahwa Novel sudah diincar Densus 88 untuk ditangkap, hidup atau mati.*
Namun TNI dan Johan membantah kabar ini. “Nggak ada minta bantuan TNI. Kalau rutan memang iya (minta bantuan),” kata Johan. *Kapuspen TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul menyatakan tidak ada permintaan KPK untuk membantu pengamanan. "Setahu saya tidak ada permintaan (KPK)," kata Iskandar.Kepala Penerangan Kodam Jaya, Kolonel Inf Adrian Ponto memberi pernyataan serupa. “Nggak betul itu,” kata Adrian kepada majalah detik.Mantan Komandan Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) Mayjen (Purn) Nono Sampono menjelaskan, Denjaka digunakan dan dikerahkan hanya
atas perintah Panglima TNI. “Jadi saya kira tidak mungkin dikerahkan untuk kasus seperti yang anda sebutkan itu,” kata Nono kepada majalah detik.
0
24.9K
130
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Militer
MiliterKASKUS Official
20KThread7.1KAnggota
Terlama
Thread Digembok
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.