danastri2009
TS
danastri2009
Sepotong Surga di Bukittinggi
Gan, ane mau share cerita ane waktu ke Bukittinggi beberapa waktu yang lalu... Lumayan panjang, ada 4 seri nih... emoticon-Peace
Silakan dinikmati ya, gan... emoticon-Toast


Akhirnya papan petunjuk : Objek Wisata “Muko-Muko” – Kabupaten Agam, mulai tampak setelah menempuh perjalanan hampir 2 jam dari Padang. Perjalanan yang cukup melelahkan karena kontur jalan yang berliku-liku, naik-turun, tapi indah luar biasa. Inilah keindahan alam asli Indonesia, dan pemandangan serupa akan kita temui sepanjang jalan di daerah Sumatera Barat.

Spoiler for papan petunjuk:

Masuk ke dalam lokasi nampak hamparan air yang begitu luas dan tenang dengan dikungkung pegunungan menjulang di kiri dan di kanan. Sesekali dari dalam air berlompatan ikan-ikan kecil, ah apa ini yang namanya Ikan Bilih, ikan khas yang katanya tidak dapat ditemui selain di tempat ini. Di seberang danau tampak tulisan di atas beton di bibir bukit : PLTA Maninjau.

Spoiler for gerbang masuk:

Spoiler for PLTA Maninjau:

Di tempat inilah terletak satu dari dua danau terbesar di Sumatera Barat, Danau Maninjau. Danau ini selain menjadi salah satu daya tarik wisata Sumatera Barat, juga menjadi sumber pembangkit listrik PLTA Maninjau. Tapi, kekayaan alam ini nampaknya tidak lebih menjadi sekedar tempat wisata yang hanya dapat dinikmati oleh pandangan mata saja. Tidak ada aktivitas lain yang bisa dilakukan di sini. Memang di salah satu sisi danau nampak beberapa beberapa orang sedang memancing, tapi di sisi yang lain tidak ada aktivitas lain selain beberapa warung yang sepi pengunjung.

Spoiler for suasana danau:

Warung beratap terpal warna biru atau oranye ini seperti layaknya warung-warung di kaki lima. Sajiannya adalah berbagai macam minuman dan bakso. Sementara di beberapa bibir danau muncul beberapa kotoran yang nampaknya sudah lama tidak dibersihkan. Berada di sana selama 15 menit, saya jadi bertanya : “Terus mau ngapain lagi ya?…” Tidak salah kalau saya berharap ada aktivitas lain yang pengunjung bisa lakukan di sini. Water sport salah satunya. Danau alam yang jauh lebih kecil di Taman Wisata Mekar Sari – Cileungsi saja bisa menghadirkan aktivitas tersebut, masa’ di tempat seluas ini tidak bisa?

Spoiler for warung tenda:

Beranjak dari Danau Maninjau menuju kota Bukittinggi melewati daerah yang dinamakan Kelok 44, atau kalau orang Minang bilang : Kelok Ampak Puluh Ampak (hehehe, kalau tidak salah ya…). Dinamakan seperti ini karena perjalanan yang ditempuh adalah perjalanan vertikal ke atas bukit, dengan tanjakan 45 derajat lebih, dan tikungan menanjak ekstrem berbentuk U sebanyak 44 kali. Jumlahnya tepat 44 yang ditandai dengan penanda jalan dari 1 sampai 44. Jadi kalau anda pengemudi yang :
- baru bisa nyetir mobil
- menyetir mobil tanpa rem kaki dan tangan yang pakem
- menyetir mobil tanpa klakson yang nyaring
- menyetir mobil tanpa lampu hazard dan lampu jauh

jelas sangat tidak disarankan melewati daerah ini!

Dua jam kemudian sampailah saya di kota Bukittinggi. Sebuah kota yang kental dengan suasana budaya, religi, dan historisnya. Di berbagai sudut kota tidak susah kita temui berbagai macam bangunan dengan beratap khas rumah adat Minangkabau serta bertebaran masjid besar dan kecil di banyak lokasi di kota. Dan suasana historis dapat kita temui pada bangunan Jam Gadang yang legendaris, serta dengan beberapa monumen di kota yang menggambarkan perjuangan rakyat Minang dalam masa penjajahan. Tentunya juga tidak dapat mengabaikan jejak sejarah yang ditinggalkan para putra Minang di kota ini, dari rumah Bung Hatta, Haji Agus Salim, sampai Sutan Syahrir.

Bukittinggi terletak di kontur daerah yang sangat unik. Sesuai dengan namanya, ‘bukit yang tinggi’, begitulah kira-kira letak kota ini. Dan ini bisa dilihat dari jalan di dalam kota yang naik turun, pemandangan sekitar kota yang dikelilingi oleh perbukitan dan pegunungan (paling tidak ada 2 gunung yang melingkupi Bukittinggi : Gunung Merapi dan Singgalang), sampai titik terekstrem berupa jajaran lereng bukit di Ngarai Sianok yang luar biasa.

Saya sampai tidak habis pikir, bagaimana kota ini bisa dibangun dalam daerah seperti ini. Apalagi kalau anda menyaksikan secara langsung mukjizat alam di Ngarai Sianok, byeeuuhhh… inilah hasil karya keagungan Tuhan yang nyata. Kalau ada yang bilang, Tuhan sedang tersenyum saat sedang menciptakan Pulau Bali, maka saya pikir Tuhan sedang memberikan pelajaran seni pahat yang terbaik saat menciptakan kota Bukittinggi…

Sumber : http://dewantorobimo.wordpress.com/2...a-bukittinggi/
Sumber foto: dari berbagai blog & media
0
51.5K
698
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Yuk bergabung agar dapat lebih banyak informasi yang dibagikan di Komunitas Travellers
Travellers
Travellers
icon
23KThread9.8KAnggota
Terlama
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.