edane-rednet
TS
edane-rednet
Masih Ingin Menjadi Seorang Designer !?
Permisi om momod dan agan-agan semuanya... numpang bagi info.
Mohon maaf jikalau terjadi offside... emoticon-Repost (S) dan mohon maaf kalau ini hanya merupakan handsball


Spoiler for mudah2an saja tdk offside:


Masih Ingin Menjadi Seorang Designer !?

Desain grafis bukan profesi yang lazim di masyarakat Indonesia. Kebanyakan orang akan mengerutkankan dahi dan menjadi bingung ketika mendengar kata "desain grafis".

"ha?desain grafis? itu menggambar sumbu y dan x yang dipelajaran matematika ya?". (yah...kira2 seperti itu..sedikit lebay-melambay mode on emoticon-Hammer)

Sebagian lagi akan menganggap aneh para pelakunya, biasanya cenderung eksperimentalisdan suka kerja malam tak ubahnya seorang satpam atau hansip ("mau ronda ya bang?" emoticon-Big Grin). Sehingga wajar ketika apresiasi terhadap output para desainer grafis pun ikut melorot dan merosot dari hari lepas hari (halah...mirip kepunahan binatang purba saja... emoticon-Hammer). Beruntung, di tengah masalah itu semua, jumlah peminat yang ingin terjun di bidang ini tidak pernah surut bahkan semakin banyak - dari yg wanna be sampai yg benar2 expert alias sdh banyak makan asam-garam (cepat darah tinggi dong... emoticon-Big Grin).

Ini hanyalah sebuah sekilas info tentang menjadi seorang desain grafis, agar supaya oleh karena itu biar agan-agan waspada (Waspada...waspadalah...jgn sampai ada satpam diantara kita... emoticon-Hammer)sebelum bergelut lebih dalam lagi....

Semoga bermanfaat untuk diambil pelajarannya.

5 Hal Yang Harus Diwaspadai Desainer Grafis

  1. Umur Pendek

    Apakah karena kurangnya waktu atau terlalu asyik dalam mendesain. Beberapa desainer masih di depan monitornya saat orang lain sudah terlelap. Tampaknya anjuran dokter untuk istirahat +/- 8 jam perhari tidak berlaku dalam desain grafis. Walaupun kita sudah mengatur jadwal, akan tetapi tetap saja.. browsing internet untuk mencari inspirasi sampai mengejar deadline dari klien telah menjadi kebiasaan yang sukar untuk di perbaiki.
    Desainer juga manusia, bukan Batman yang meski bergadang semalaman tapi tetap fit pagi harinya. Jadi, ada baiknya jika kamu mau tetap mendesain sampai tua..istirahat yang cukup adalah pilihan yang bijaksana.

  2. Jomblo Forever

    Apakah cuma desainer grafis yang mengalami hal ini? tidak juga! namun desainer cukup besar untuk punya peluang mendapatkan gelar ini. Disaat cewek-cewek histeris sama boyband (seperti: c'nat-c'nuts boys), musisi dan olahragawan, seorang desainer malah tenggelam dalam dunianya sendiri. Dan anyway busway, desain grafis merupakan jenis profesi yang banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan (indoor - mengurung diri mencari wangsit... emoticon-Hammer), sehingga terkesan eksklusif, menyendiri, dan kesepian..(omg...emoticon-Nohope emoticon-Frown). Maka kalau sudah begini, intensitas para desainer untuk bisa berinteraksi dan di ingat oleh lawan jenisnya menjadi berkurang.

  3. Emosi yang Labil

    "Pelanggan adalah Raja", kutipan jadul ini masih berlaku di satu sisi. Memahami pemikiran klien susah-susah gampang (2 untuk susah dan 1 untuk gampang = susah emoticon-Nohope) memang. Seorang desainer grafis juga dituntut paham marketing dan seni berinteraksi serta berkomunikasi dengan orang lain. Pada kondisi tertentu, seorang desainer juga dituntut untuk pintar-pintar dalam mengelola emosi dan suasana hati. Florence Litteur dalam bukunya "Personality Plus" mengelompokkan emosi seseorang kepada empat bagian : Sanguinis, Koleris, Melankolis dan Phlegmatis. Paling tidak menjadi seorang desainer setidaknya harus dapat menyeimbangkan ke empat emosi tersebut yang dituangkan ke dalam panci...eh..desain. emoticon-Hammer

  4. KanKer (KANtong KERing)

    Masih rendahnya apresiasi masyarakat terhadap karya desain grafis akan berdampak langsung terhadap cash flow seorang desainer. Sebuah logo yang melalui proses panjang mulai dari riset, sketsa, sampai dengan eksekusi akhir misalnya, sama sekali tidak terlihat oleh klien, Kebanyakan klien hanya mengukur pada tingkat kerumitan sebuah karya atau hasil jadi dan dengan enteng bilang "kalau sederhana begini, anak saya yang masih TK juga bisa!"..emoticon-Mad (S). Mereka tidak bisa melihat sisi lain dari semua itu: Sebuah IDE! dan Proses yang dilalui untuk mencapai ide tersebut.. Yup, menjadi desainer berarti menjadi penjaja ide. Pertanyaannya : berapa harga sebuah ide!?
    Jawab: 1 gelas Rp 1.000 (es teh kale...) yah...masih mendinganlah dari pada cm jadi Proyek Tengkiyu, bayarnya dengan say "Thank's ma Bro'"

  5. Berpotensi Sombong

    Pernah merasa kalau desain kita lebih bagus daripada desain orang lain!? hehe..Saya pribadi pernah merasakannya emoticon-Malu mungkin juga agan2 yang lainnya juga. Setidaknya ane ngga pernah menyombongkan diri hanya dengan menggunakan template default bawaan program mirip miekocok publiser dan karena merupkanan produk apel kena gigit terus lantas tiba2 bisa langsung menjadi seorang desainer grafis handal.... (cur-col mode on... emoticon-Hammer emoticon-Nohope)
    Sombong itu terkadang perlu. Sombong berarti mengakui kalau kita telah mencapai apa yang orang lain tidak bisa capai, itu sangat mewakili eksistensi kita sebagai manusia. Tapi bagaimanapun sombong memang sikap yang buruk. Hal terbaik adalah bagaimana kita mengelola sikap berbangga hati sehingga menghasilkan output yang lebih baik, seperti motivasi untuk terus berkompetisi misalnya.


Semoga Bermanfaat.... Terima Kasih.... emoticon-Smilie

--
untuk lengkapnya dan sumbernya silahkan lihat dimari:
Sumber
0
11.5K
276
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Yuk bergabung agar dapat lebih banyak informasi yang dibagikan di Komunitas All About Design
All About Design
All About Design
icon
13.8KThread3.2KAnggota
Terlama
Berikan Komentar
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.