Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

slane_maggot666Avatar border
TS
slane_maggot666
Kiamat 2012 sebenarnya "hanya" badai matahari....
maaf gambar tidak muncul...entah knp websitenya ngilang emoticon-Cape d... (S)
dan juga ini thread harusnya udah ampe page 20, tp gw ngepost muncul di page 4 emoticon-Cape d... (S)
maklum yah thread jadul..2009 emoticon-Ngacir

EDIT: gambar gw tambahin sendiri, tapi sesuai konten thread



----
Menurut Pak Bambang S Tedjasukmana dari Lembaga Penerbangan dan
Antariksa Nasional (LAPAN), bahwa fenomena yang akan muncul pada
sekitar tahun 2011-2012 adalah badai Matahari.
Prediksi ini berdasar pada pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di
berbagai negara maju yang sudah dilakukan sejak tahun 1960-an dan
Indonesia oleh LAPAN telah dilakukan sejak tahun 1975.

Badai Matahari = Flare dan CME

Masih menurut ahli lain dari LAPAN, bahwa badai Matahari akan terjadi ketika adanya flare dan Corona Mass Ejection (CME). Apa itu Flare..? Flare
adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dahsyatnya menyamai 66
juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Padahal bom atom yang dijatuhkan
Paul Tibbets, pilot pesawat Amerika Serikat (AS), B-29 Enola Gay,
Agustus 1945, telah merenggut sekitar 80.000 jiwa manusia. Berarti
kalau dikalikan 66 juta lagi, wouw…!

Sedang CME adalah sejenis ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel2 berkecepatan tinggi yakni sekitar 400 km/detik. wouw…

Gangguan cuaca Matahari ini dapat mempengaruhi kondisi muatan
antariksa hingga mempengaruhi magnet Bumi, selanjutnya berdampak pada
sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi
global positioning system (GPS), dan sistem komunikasi yang menggunakan
satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF), serta dapat
membahayakan kesehatan atau kehidupan manusia, misal karena magnet Bumi
terganggu, maka alat pacu jantung juga akan terganggu. HP akan error, dan sms bakal ‘kiamat’ betul

Dengan skala sebenarnya, saya sketsakan kira2 Badai Matahari itu akan seperti apa. Besar matahari hanya diambil sepersecuilnya,
sementara Bumi sangat penuh (meski masih sangat kecil) tampaknya. Bumi
saja belum apa-apanya bila dibanding sunspot yang warna hitam2 itu…
Kiamat 2012 sebenarnya "hanya" badai matahari....
Kiamat 2012 sebenarnya "hanya" badai matahari....
Kiamat 2012 sebenarnya "hanya" badai matahari....

Flare di permukaan matahari sangat dahsyat, kalau pas maksimal bisa menjulang sauangaaaat tinggi:
Kiamat 2012 sebenarnya "hanya" badai matahari....
Kiamat 2012 sebenarnya "hanya" badai matahari....

Persiapan menuju Kiamat 2012:

Dikatakan para ahli bahwa dari Matahari, milyaran partikel alektron
sampai ke lapisan ionosfer Bumi dalam waktu empat hari, Dampak dari
serbuan dari partikel elektron ini di kutub berlangsung beberapa hari.
Selama itu, bisa dilakukan langkah-langkah antisipasi untuk mengurangi
dampak yang ditimbulkan.

Mengantisipasi munculnya badai antariksa itu, LAPAN tengah membangun
Pusat Sistem Pemantau Cuaca Antariksa Terpadu di pusat Pemanfaatan
Sains Antariksa LAPAN Bandung. Objek yang dipantau antara lain lapisan
Ionosfer dan geomagnetik, serta gelombang radio. Sistem ini akan
beroperasi penuh pada Januari 2009 mendatang.

Langkah antisipasi LAPAN yang telah dilakukan adalah menghubungi
pihak-pihak yang mungkin akan terkena dampak dari muncul badai
antariksa ini, yakni Dephankam, TNI,Dephub, PLN, dan Depkominfo, serta
Pemda.

Saat ini pelatihan bagi aparat pemda yang mengoperasikan radio HF
telah dilakukan sejak lama, kini telah ada sekitar 500 orang yang
terlatih menghadapi gangguan sinyal radio. PLN harus melakukan
sosialisasi ke masyarakat akan adanya pemutusan berkala demi mengurangi
dampak badai antariksa ini.

Penerbangan dan pelayaran yang mengandalkan GPS sebagai sistem
navigasihendaknya menggunakan sistem manual ketika badai antariksa
terjadi dalam memandu tinggal landas atau pendaratan pesawatterbang.

Perubahan densitas elektron akibat cuaca antariksa dapat mengubah
kecepatan gelombang radio ketika melewati ionosfer sehingga menimbulkan
delay propagasi pada sinyal GPS. Perubahan ini mengakibatkan
penyimpangan pada penentuan jarak dan posisi. Selain itu, komponen
mikroelektronika pada satelit navigasi dan komunikasi akan mengalami
kerusakan sehingga mengalami percepatan masa pakai, sehingga bisa tidak
berfungsi lagi.

Saat ini LAPAN telah mengembangkan pemodelan perencanaan penggunaan
frekuensi untuk menghadapi gangguan badai matahari tinggi untuk
komunikasi radio HF.

(pakarfisika/adm)
Diubah oleh slane_maggot666 20-12-2012 09:15
4iinch
nona212
nona212 dan 4iinch memberi reputasi
2
16.3K
405
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Lounge Pictures
Lounge PicturesKASKUS Official
69KThread11.4KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.