maknafftaf maaf, Kak. Di lain sisi juga saya sebenarnya menikmati menjadi LGBT, saya merasa lebih hidup soalnya. Menurut aku juga LGBT itu bukan hal buruk. Aku juga pernah membaca bahwa kasus perceraian lebih sering terjadi pada pasangan heteroseksual.
Kalau ayah dulu jarang pulang dan sejak SMP nggak pernah pulang lagi. Kalau ibu selalu ada di rumah. Mungkin aku cuma mau ngerasain sayang dari cowok aja.
Aku agak bingung soal orientasi seksualku. Dari SD aku suka deg-deg-an kalau sama cowok. Tapi, aku nggak ada rasa cinta atau suka. Pas SMA, aku entah kenapa mulai tumbuh rasa suka kepada cowok (mungkin gegara ngerasa nggak pernah punya ayah).
Syukurlah mental saya cukup bagus, menulis hanya meluapkan apa yang ada dipikiran saya aja. Kalau saya nggak kuat, mungkin udah emosi dan ngelakuin hal gila.
0809894444 Sekolah suka blamming victim, aku mau, kok, ngelawan, bahkan aku berani hina-hina dia kalo bener-bener kelewatan. Namun, masalhanya kalau berhadapan dengan guru konsekuensinya bakaln dikeluarkan. Skor ngelawan guru itu tinggi banget, kalau nggak salah sudah melebihi skor batas.
Aku ikut, kok, aturannya. Pokok pembahasanku cuma yang paling bawah, sih, tapi yang diatas menurutku sebagai bahan perbandingan aja.
Guru saya beda lagi, Gan. Pas latihan bilangnya magnet di kompas berbentuk jarum dan pas ulangan malah berbentuk batang dan pas dibilangin ngotot nggak mau salah.
Iya, wilayah pelosok memeang sangat mengkhawatirkan. Jadi, seharusnya ini harus jadi fokus pemerintah.