“…..ikut!” paksa suara itu, telingaku masih berdenging. Aku, yang sejak tadi sudah kaget bukan kepalang, makin terperanjat. Otakku kalut. Kenapa aku dicengkeram sekuat ini? Kenapa beberapa cewek menyeretku paksa, dan entah mau dibawa ke mana? Aku menoleh, mataku menyisir satu per satu. Lima...
regmekujo gue aja pas nulis kaget, ini beneran apa biar nambah seru aja? Katanya beneran begitu wkwkwk
Hari-hari berlalu tanpa insiden berarti, baik dari Santi maupun kakak kelas. Semuanya berjalan dengan normal. Namun, ada yang mengganjal di hatiku. Aku merasa makin jauh dari Wisesa, tapi makin dekat dengan Sukma. Kenapa alur pertemananku jadi begini? Hanya karena Sukma dekat denganku—atau mung...
Kejuaraan sains yang selama ini kupersiapkan bersama Sukma dan Septi akhirnya selesai. Kami menang. Juara satu. Bahkan dapat juara umum. Itu semua berkat kerja keras kami, bukan karena nasib atau kesempatan. Yang lebih membanggakan adalah, di final kami berhasil mengalahkan salah satu sekolah fav...
Lomba sains yang sudah kupersiapkan selama tiga bulan terakhir akhirnya akan kujalani. Selama itu pula aku semakin dekat dengan Sukma. Tetapi, sepanjang waktu itu pertanyaanku selalu sama, apa yang terjadi dengan Wisesa? Aku tetap ngobrol dengannya, tapi aku merasa sepertinya Wisesa semakin ingin...
Waktu bergerak cepat, persiapan lomba semakin matang. Aku, Septi, dan Sukma terpilih mewakili sekolah dalam ajang sains tingkat Kabupaten. Jika berhasil memenangkan ini, kesempatan untuk naik ke tingkat Provinsi akan terbuka lebar. Meski awalnya enggan, aku memilih melanjutkan. Bukan karena gaira...
Baru mulai baca lagi karya penulis favorit disini, dan begitu ngaca sama tulisan sendiri, langsung jiper ini wkwk.. keren banget nyusunnya bang.. Mau lanjut update trit sendiri jadi mikir2 setelah baca karya yang ini.. makin waw! congrats bang, ditunggu updatenya hehe
regmekujo yunie617 bener, kalo misalnya yang awal ketemu gue, udah gue ceritain di awal tulisan ini, di Amor Dolor juga udah ada POV gue-nya hehe
Di teras yang diterpa angin siang yang panas, kata-kata Michael menggantung seperti embusan asap tipis. "I like you, actually." Jantungku berdebar cepat, seolah dihantam gelombang tak terduga. Apa yang dia lihat dariku? Hanya wajah campuran yang biasa-biasa saja? Di Eropa sana, pasti ad...