Misinya adalah menciptakan masyarakat Indonesia yang inovatif berbasis ilmu pengetahuan dan teknoligi; serta menciptakan keunggulan kompetitif bangsa secara global berbasis riset.
Dalam regulasi tersebut, Indonesia memiliki visi berdaya saing dan dan berdaulat yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sementara itu, Fadillah Putra menambahkan, Indonesia sudah memiliki Rencana Induk Riset Nasional 2017-2045 yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2018.
Di Korea, pemerintah banyak berinvestasi pada sektor pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia,” ucap Kwon.
Sebagai sebuah kesimpulan, baik di negara maju atau berkembang, investasi penelitian dan pengembangan dibatasi oleh kurangnya sumber daya manusia, alih-alih keterbatasan anggaran.
Semua itu bisa berjalan baik apabila didukung dengan sumber daya manusia terampil, pembelajaran teknologi, dan perbaikan sistem pendidikan yang mengarusutamakan inovasi.
Selain itu, pengembangan teknologi berbasis pasar, mengutamakan kemampuan produksi ketimbang kebaruan teknologi, dan memanfaatkan jaringan infrastruktur global.
Kwon menambahkan, sejumlah syarat untuk mencapai kesuksesan inovasi adalah kepemimpinan sebuah pemerintahan, kepemimpinan CEO perusahaan dalam pengembangan teknologi, serta dukungan negara lewat kebijakan maupun anggaran.
Sebagai gambaran, pada tahun 1960 produk domestik bruto (PDB) per kapita sebesar 79 dollar AS, namun pada 2010 menjadi meroket menjadi 20,753 dollar AS,” kata Kwon.
Strategi yang dilakukan negara kami adalah mencari sumber daya, teknologi, dan pasar; mengembangkan strategi berbasis sumber daya manusia; serta industrialisasi dengan mengedepankan inovasi yang tidak semata meniru.
Menurut dia, di era 1950-an, Korea dikenal sebagai negara berpendapatan rendah di kawasan Asia, bahkan lebih rendah dari negara-negara Afrikan. Pada saat itu, Pemerintah Korea menghadapi tantangan bagaimana mengentaskan kemiskinan penduduknya.
Sistem ini mengintegrasikan sejumlah elemen, seperti infrastruktur komunikasi, kondisi pasar, sistem pendidikan dan pelatihan, serta regulasi pemerintah.
Contohnya adalah kebutuhan masyarakat akan kemudahan komunikasi mendorong kemunculan teknologi ponsel yang kemudian diikuti dengan beragam seri ponsel lain dengan menyesuaikan kebutuhan pasar,” ucap Kwon.
Berikutnya pada 1970-an, populer dengan The Coupling Innovation Process Theory yang mengombinasikan kedua teori sebelumnya.
Kemudian, di era 1960-an dikenal istilah The Market Pull Theory di mana kebutuhan pasar mendorong diciptakannya sebuah inovasi.