Di sektor otomotif, industri kendaraan di Indonesia juga menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Kemajuan industri otomotif nasional telah diapresiasi di seluruh dunia.
Jadi, kalau enam dari 10 boneka yang beredar itu berasal dari Indonesia, karena saat ini kita adalah produsen Barbie terbesar di dunia atau telah mengungguli produksi China,” paparnya.
Misalnya, produsen mi instan terbesar di dunia adalah perusahaan dari Indonesia, yaitu Indofood,” tuturnya.
Menperin mengungkapkan, industri nasional saat ini memiliki posisi yang tidak bisa diremehkan, karena Indonesia termasuk dalam negara-negara produsen utama untuk beberapa produk unggulan yang telah mendunia.
Apalagi, aktivitas industri membawa efek yang luas bagi ekonomi nasional seperti peningkatan pada nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, dan penerimaan devisa dari ekspor.
Bapak Presiden Joko Widodo telah mengamanatkan kepada saya bahwa kita harus meningkatkan daya saing industri Indonesia,” ujarnya.
Untuk itu, berbagai kebijakan telah dikeluarkan guna memberikan kemudahan bagi para investor berusaha di Indonesia.
Selanjutnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan daya saing industri nasional agar mampu kompetitif di tingkat global.
Pada angkatan ke-86 ini, Universitas Muhammadiyah Malang mewisuda sebanyak 1.406 lulusan yang terdiri dari tingkat Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana.
Dalam kesempatan acara ini, Menteri Airlangga diangkat menjadi Warga Kehormatan Universitas Muhammadiyah Malang.
Apalagi, saat ini dunia digital menjadi solusi bagi semua sektor, termasuk di industri kecil dan menengah,” ungkapnya.
Oleh karenanya, Menperin mengimbau kepada para lulusan Universitas Muhammadiyah Malang sebagai generasi muda Indonesia, harus memacu kompetensinya dengan fasih berbahasa Inggris serta mampu memahami mengenai statistik dan coding
Penyiapan SDM terampil bertujuan untuk membentuk dan menghasilkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan industri atau demand driven,” paparnya.
Peningkatan kompetensi SDM melalui pendidikan vokasi merupakan program prioritas pemerintah saat ini setelah pembangunan infrastruktur.
Untuk itu, kunci sukses dalam industrialisasi terdapat tiga faktor utama, yaitu sumber daya manusia (SDM), modal atau investasi, dan teknologi.
Menperin menambahkan, dalam kurun lima sampai 10 tahun ke depan, potensi industri juga diandalkan oleh negara-negara lain.