disaat itu pula tiba-tiba bayangan Dinna muncul dihadapanku seperti hantu dan memulai wejangan yang seperti biasa :capedes kenapa pula bayangan wanita ini selalu muncul di saat-saat seperti ini
........dan aku tersadar ternyata Non Levi sudah menghembuskan nafas terakhirnya disaat itu pula tiba-tiba bayangan Dinna muncul dihadapanku seperti hantu dan memulai wejangan yang seperti biasa :capedes
kuteruskan menusuk kedua matanya tanpa henti sambil menyeringai hingga akhirnya Non Levi berhenti berteriak...... ........dan aku tersadar ternyata Non Levi sudah menghembuskan nafas terakhirnya
aku menikmati ini,aku menikmati menyiksa manusia seperti ini........ kuteruskan menusuk kedua matanya tanpa henti sambil menyeringai hingga akhirnya Non Levi berhenti berteriak......
Non levi pun berteriak tidak karuan karena rasa sakit,tetapi aku tetap menusuk kedua matanya bertubi-tubi dan tanpa sadar aku menyeringai lebar aku menikmati ini,aku menikmati menyiksa manusia seperti ini........
kutusukkan pedang katanaku kearah kedua mata Non Levi dalam-dalam secara bergantian tanpa ampun berkali-kali Non levi pun berteriak tidak karuan karena rasa sakit,tetapi aku tetap menusuk kedua matanya bertubi-tubi dan tanpa sadar aku menyeringai lebar
aku yang merasa muak dengan cara bicaranya dan juga dengan kata-katanya yang berkata "ini perintah" tersebut,aku pun menjadi gelap mata karena rasa amarah kutusukkan pedang katanaku kearah kedua mata Non Levi dalam-dalam secara bergantian tanpa ampun berkali-kali
"ma..af.. gopek.. tapi ini perintah dari ed,maukah kau mengampuniku?? ;) teheeeee ;) " aku yang merasa muak dengan cara bicaranya dan juga dengan kata-katanya yang berkata "ini perintah" tersebut,aku pun menjadi gelap mata karena rasa amarah
sambil terbatuk dan memuntahkan darah yang keluar dari mulutnya Non Levi masih mencoba untuk berbicara "ma..af.. gopek.. tapi ini perintah dari ed,maukah kau mengampuniku?? ;) teheeeee ;) "
"DIAM!!!!!!!.... KAU TAK BERHAK BERBICARA DI SITUASI SEPERTI INI!!" balasku sambil terbatuk dan memuntahkan darah yang keluar dari mulutnya Non Levi masih mencoba untuk berbicara
"he...bat... se...kali.. pek.." Non Levi mencoba berbicara "DIAM!!!!!!!.... KAU TAK BERHAK BERBICARA DI SITUASI SEPERTI INI!!" balasku
karena aku tahu,walaupun sudah terkena tekhnik andalanku,aku yakin ia masih hidup "he...bat... se...kali.. pek.." Non Levi mencoba berbicara
ku balikkan tubuhnya agar terlentang dan mengarahkan pedang katanaku tepat di antara kedua mata Non Levi karena aku tahu,walaupun sudah terkena tekhnik andalanku,aku yakin ia masih hidup
tapi dengan perlahan tampaknya Non Levi mulai kehilangan keseimbangan dan jatuh terlungkup ke lantai ku balikkan tubuhnya agar terlentang dan mengarahkan pedang katanaku tepat di antara kedua mata Non Levi
dengan bersimbah darah dan luka di sekujur tubuhnya ia masih berdiri tapi dengan perlahan tampaknya Non Levi mulai kehilangan keseimbangan dan jatuh terlungkup ke lantai
..............dan 14 tebasan tersebut semuanya mengenai tubuh Non Levi dengan bersimbah darah dan luka di sekujur tubuhnya ia masih berdiri
kira-kira total ada 14 tebasan dalam 4 detik...... ..............dan 14 tebasan tersebut semuanya mengenai tubuh Non Levi
JRASSS.......JRASSS......JRASSS......JRASSS.....JRASSS....... kira-kira total ada 14 tebasan dalam 4 detik......
kututup mataku sejenak dan sepersekian detik kemudian aku membuka mata dan melesat dengan sangat cepat ke arah Non Levi JRASSS.......JRASSS......JRASSS......JRASSS.....JRASSS.......
menebas musuh yang ada dengan kecepatan super tinggi dengan mengumpulkan konsentrasi yang super tinggi pula kututup mataku sejenak dan sepersekian detik kemudian aku membuka mata dan melesat dengan sangat cepat ke arah Non Levi