luka-luka yang ia terima semakin banyak dan mengeluarkan darah yang banyak pula. Pertarungan baru saja terjadi beberapa menit namun hasil pertandingan ini sudah tampak jelas.
Dan tanpa ia sadari, luka-luka yang ia terima semakin banyak dan mengeluarkan darah yang banyak pula.
dan luka demi luka ia terima karena tak bisa mengikuti jalur serangan yang Risky lancarkan kearahnya.
meningkatkan kecepatan serangan pedang itu sendiri. Tampak Udineses kesulitan menahan serangan tersebut.
Tampaknya Silfarion tidak meningkatkan kecepatan tubuh si pengguna pedang,namun meningkatkan kecepatan serangan pedang itu sendiri.
Risky tahu bahwa Udineses bukan orang biasa yang dapat ia hadapi dengan mudah begitu saja. Tanpa ragu ia mengaktifkan kemampuan khusus pedang Silfarion-nya yaitu
seraya mengayunkan pedang Silfarion-nya kearah Udin. Risky tahu bahwa Udineses bukan orang biasa yang dapat ia hadapi dengan mudah begitu saja.
Risky melompat kebelakang dan kemudian melesat kembali maju seraya mengayunkan pedang Silfarion-nya kearah Udin.
Pedang mereka beradu dan menimbulkan percikan api. Risky melompat kebelakang dan kemudian melesat kembali maju
Tentu saja Udin yang sudah berpengalaman bertarung tidak akan terkejut dengan kecepatan tinggi yang dimiliki Risky, dan ia mengayunkan Falchion blade nya kearah Risky yang sedang melaju kearahnya.
Risky melesat maju kearah Udin dengan pedang Silfarion ditangannya. Tentu saja Udin yang sudah berpengalaman bertarung tidak akan terkejut dengan kecepatan tinggi yang dimiliki Risky,
"Mengapa kau tak kemari saja dan mencobanya Risky?" Udineses berkata sambil menyeringai kearahnya. Risky melesat maju kearah Udin dengan pedang Silfarion ditangannya.