saat itu pula sebuah pedang menancap diperutnya. Pedang itu adalah pedang Sacrifar. Kanna mendongak keatas mencoba melihat siapa yang sudah menyerangnya.
Kemudian ia ditendang dengan keras hingga tubuhnya terlentang dan saat itu pula sebuah pedang menancap diperutnya. Pedang itu adalah pedang Sacrifar.
dan saat itu juga Kanna jatuh terjerembab dengan pertahanan yang terbuka lebar. Kemudian ia ditendang dengan keras hingga tubuhnya terlentang dan
3 sserangan mengenai punggung Kanna cukup dalam dan saat itu juga Kanna jatuh terjerembab dengan pertahanan yang terbuka lebar.
"Ah sudahlah.. Lebih baik aku mengejar Gopek saja." Pikir Kanna. Ia berjalan kearah tangga untuk menuju lantai 3,namun tiba-tiba
Ia sudah berhasil membunuh Adolf,mengapa ia harus lari? "Ah sudahlah.. Lebih baik aku mengejar Gopek saja." Pikir Kanna.
Adolf mencintainya? Tentu saja. Itu sudah biasa. Tapi apa maksudnya ia menyuruh Kanna untuk lari? Ia sudah berhasil membunuh Adolf,mengapa ia harus lari?
memutuskan untuk memikirkan apa maksud darinya. Adolf mencintainya? Tentu saja. Itu sudah biasa. Tapi apa maksudnya ia menyuruh Kanna untuk lari?
"Aku...selalu...men...cintai..mu...Kanna. Sekarang,kumohon....Larilah." Setelah berkata begitu,Adolfpun mengehembuskan nafas terakhirnya.
Namun karena suaranya terlalu kecil,terpaksa Kanna mendekatkan telinganya untuk mendengarkan. "Aku...selalu...men...cintai..mu...Kanna. Sekarang,kumohon....Larilah."
Tampak oleh Kanna bibir Adolf yang bergerak-gerak hendak mengucapkan sesuatu. Namun karena suaranya terlalu kecil,terpaksa Kanna mendekatkan telinganya untuk mendengarkan.
saat itu juga Adolf memuntahkan darah yang sangat banyak. Tampak oleh Kanna bibir Adolf yang bergerak-gerak hendak mengucapkan sesuatu.
Kemudian Kanna menusukkan Trisula-nya tepat di bagian dada Adolf dan saat itu juga Adolf memuntahkan darah yang sangat banyak.
"BUKAN! Please Kanna,hentikan. Apabila aku kehilangan kesadaran,hal buruk akan terjadi." "KAU PIKIR AKU AKAN PERCAYA?"