tak akan ada seorangpun yang menolongnya. "Ah... Shall we begin with your pretty eyes? Hyahhahahahaha!!"
Ini pertama kalinya ia merasakan penyiksaan hebat seperti ini dan ia tahu...... tak akan ada seorangpun yang menolongnya.
Sekujur tubuhnya dipenuhi rasa sakit yang luar biasa. Ini pertama kalinya ia merasakan penyiksaan hebat seperti ini dan ia tahu......
Kanna tetap saja tak menjawab,atau lebih tepatnya tak bisa menjawab. Sekujur tubuhnya dipenuhi rasa sakit yang luar biasa.
"Wajah cantikmu itu akan benar-benar rusak sehingga mayatmu tak akan dikenali lagi Kanna hyahahahahha." Kanna tetap saja tak menjawab,atau lebih tepatnya tak bisa menjawab.
"Nah,saatnya bagian akhir. Kepala. Aku sangat menyukai ini hyahahahahahhahaha!" "Wajah cantikmu itu akan benar-benar rusak sehingga mayatmu tak akan dikenali lagi Kanna hyahahahahha."
namun ia tak mencabut pedangnya. Melainkan menarik pedangnya dan membentuk garis lurus dengan luka dalam sehingga daging paha Kanna terkoyak dan memperlihatkan luka yang hebat. "Nah,saatnya bagian akhir. Kepala. Aku sangat menyukai ini hyahahahahahhahaha!"
dan kembali makhluk tersebut menusuk-nusukkan pedangnya ke kedua kaki Kanna dimulai dari paha. namun ia tak mencabut pedangnya. Melainkan menarik pedangnya dan membentuk garis lurus dengan luka dalam sehingga daging paha Kanna terkoyak dan memperlihatkan luka yang hebat.
Ia tertawa puas melihatnya dan Kanna hanya bisa pasrah sambil menahan rasa sakit yang diterima. dan kembali makhluk tersebut menusuk-nusukkan pedangnya ke kedua kaki Kanna dimulai dari paha.
Kemudian dengan sangat bersemangatnya,makhluk itu melompat kebagian kanan tubuh Kanna dan melakukan hal yang sama terhadap lengan kanan Kanna. Ia tertawa puas melihatnya dan Kanna hanya bisa pasrah sambil menahan rasa sakit yang diterima.
Ia mulai menguliti dari ujung tangan terus hingga kebahu sehingga yang tampak dari lengan kiri Kanna hanyalah darah dan daging. Kemudian dengan sangat bersemangatnya,makhluk itu melompat kebagian kanan tubuh Kanna dan melakukan hal yang sama terhadap lengan kanan Kanna.
mengangkat tangan kiri Kanna. Ia mulai menguliti dari ujung tangan terus hingga kebahu sehingga yang tampak dari lengan kiri Kanna hanyalah darah dan daging.
Namun ia tetap saja rasa bosan menghampirinya. Kemudian makhluk itu duduk bersila disamping kiri tubuh Kanna dan...
Ia tetap menikmati setiap teriakan dan ekspresi kesakitan Kanna dan semakin semangat untuk menusuk,menebas bagian bagian yang belum terluka. Namun ia tetap saja rasa bosan menghampirinya.
Sekujur tubuh Kanna yang sudah berlumuran darah dan tak punya tenaga lagi untuk bergerakpun tetap tak menimbulkan rasa belas kasihan makhluk tersebut. Ia tetap menikmati setiap teriakan dan ekspresi kesakitan Kanna dan semakin semangat untuk menusuk,menebas bagian bagian yang belum terluka.
Dan ketika makhluk itu merasa bosan,ia mulai mengincar kearah kaki namun tetap menyisakan bagian terbaik. Yaitu kepala. Sekujur tubuh Kanna yang sudah berlumuran darah dan tak punya tenaga lagi untuk bergerakpun tetap tak menimbulkan rasa belas kasihan makhluk tersebut.
Ia menebas-nebas kearah perut,dada,serta kedua lengan Kanna. Dan ketika makhluk itu merasa bosan,ia mulai mengincar kearah kaki namun tetap menyisakan bagian terbaik. Yaitu kepala.
Ekspresi kepuasan yang menjijikkan di wajahnya menunjukkan bahwa ia benar-benar menikmati penderitaan orang lain. Ia menebas-nebas kearah perut,dada,serta kedua lengan Kanna.