Kudorong terus hingga menyentuh dinding kemudian menghujamkan pedangku berkali-kali keperutnya tepat di luka yang sama tanpa ampun. Tampak ia tak bisa bergerak bebas dan langsung saja ku tebas lehernya untuk memenggal kepalanya.
Tapi tentu saja aku tak akan melepaskannya semudah itu. Kudorong terus hingga menyentuh dinding kemudian menghujamkan pedangku berkali-kali keperutnya tepat di luka yang sama tanpa ampun.
Ia mengerang kesakitan dan mencoba melepaskan pedangku yang menancap diperutnya. Tapi tentu saja aku tak akan melepaskannya semudah itu.
Menusukkan pedang hitamku keperutnya. Ia mengerang kesakitan dan mencoba melepaskan pedangku yang menancap diperutnya.
Akupun langsung melompat kearahnya mengejar dan memperpendek jarak kemudian..... Menusukkan pedang hitamku keperutnya.
Ia pun mengelak sambil tertawa dan melompat kebelakang,namun gerakannya sudah kubaca sehingga..... Akupun langsung melompat kearahnya mengejar dan memperpendek jarak kemudian.....
dihadapan makhluk bernama Legion itu kuayunkan pedangku kearah kepalanya. Ia pun mengelak sambil tertawa dan melompat kebelakang,namun gerakannya sudah kubaca sehingga.....
Namun kali ini kesedihan dan kemarahan bercampur menjadi satu sehingga membuatku hanya bisa memperlihatkan ekspresi dingin diwajahku. dihadapan makhluk bernama Legion itu kuayunkan pedangku kearah kepalanya.
Biasanya aku akan melontarkan kalimat-kalimat ancaman dengan suara keras kearah musuh. Namun kali ini kesedihan dan kemarahan bercampur menjadi satu sehingga membuatku hanya bisa memperlihatkan ekspresi dingin diwajahku.
Tak biasanya seperti ini. Biasanya aku akan melontarkan kalimat-kalimat ancaman dengan suara keras kearah musuh.
Aku berjalan kearahnya,kemudian berhenti tepat didepannya dan berbicara didepan wajahnya. "Baiklah Legion atau siapapun kau. Namun kau akan membayarnya sekarang."
"Salam The Chosen One hehehe.. Ya kami yang melakukannya. Tapi kami bukan Adolf. Kami adalah Legion. Dan kami adalah jiwa-jiwa kegelapan dari orang-orang yang sudah dibunuh oleh Adolf." Ia berkata sambil membungkukkan tubuhnya kearahku. Aku berjalan kearahnya,kemudian berhenti tepat did
"Adolf... Kau yang melakukan ini?" Kataku "Salam The Chosen One hehehe.. Ya kami yang melakukannya. Tapi kami bukan Adolf. Kami adalah Legion. Dan kami adalah jiwa-jiwa kegelapan dari orang-orang yang sudah dibunuh oleh Adolf." Ia berkata sambil membungkukkan tubuhnya kearahku
Aku melihat kearah Adolf dan ia membalas dengan senyuman seram menjijikkan. "Adolf... Kau yang melakukan ini?" Kataku
Ya! Ini nyata! Tubuh Kanna yang berlumuran darah serta luka-luka fatal. Kedua lengannya sudah dikuliti dan kedua rongga matanya tampak kosong karena ia sudah kehilangan kedua bola matanya. Aku melihat kearah Adolf dan ia membalas dengan senyuman seram menjijikkan.
Ini mimpi? Tidak. Ini nyata! Ya! Ini nyata! Tubuh Kanna yang berlumuran darah serta luka-luka fatal. Kedua lengannya sudah dikuliti dan kedua rongga matanya tampak kosong karena ia sudah kehilangan kedua bola matanya.
Amarahku memuncak dan langsung saja aku melompat kearahnya dengan pedang Elucidator yang sudah siap ditangan kananku dan mencoba menahan pedang yang mengarah ketubuh Kanna. TRANGGGGG.........
aku melihat Adolf namun dengan tampilan wajah yang aneh hendak menusuk Kanna yang sudah tergeletak berlumuran darah. Amarahku memuncak dan langsung saja aku melompat kearahnya dengan pedang Elucidator yang sudah siap ditangan kananku dan mencoba menahan pedang yang mengarah ketubuh Kanna.