Lama2 partai oposisi mikir juga, nyerang Jokowi dalam satu sisi gak ada gunanya, pada sisi lain juga malah menjadikan pendukung Jokowi yang "2024 tak bertuan lagi" ngerasa alergi terhadap partainya.
Bagi muslim yg mo ikut fatwa silahkan, ngga juga silahkan. Gak usah ribut. Yg non muslim, udah jelas gak tersentuh fatwa.
Gak butuh air bag, yg mo ngajak benturan mikir dulu liat rollcage nya kaya teralis depan rumah. :travel
Pakai komek, ngerem itu ritual paling menakutkan. BTW, punya gw maksimal paling lebih dikit di ambang batas minimal. Soalnya pakai 843.. :cool
bingsunyata pada hakikatnya seni adalah ranah private meskipun pada kenyataannya sebagian orang mempunyai persepsi yg sama tentang itu. soal seni dalam pendengaran, musik juga sama. atau dari kecil gw suka main petasan. indah menurut gw. dan biasanya semakin indah, makian orang disekeliling gw juga
Bikin mural ditempat yg disediakan, corat coret tembok punya sendiri atau diijinkan ama yg punya tembok, jadilah seni. Bikin mural ditembok tetangga, mana gak ijin lagi, atau di media yg bukan peruntukan, itu namanya vandalisme.
Mural pada tempatnya adalah sebuah seni. Mural tidak pada tempatnya, apapun itu bentuknya entah itu coretan gak mutu, grafiti, lukisan, protes, kritik atau lainnya, adalah vandalisme.
Emisi gas buang d bawah standar, buang sampah sembarangan, ngerokok d tempat umum adalah sedikit contoh dari budaya luhur kita2.. Prihatin sajah klo budaya adiluhur ntu harus dihilangkan sebagai imbas dari dikabulkannya gugatan itu.. :mewek
Simple ajah, fatwa MUI berlaku khusus bagi muslim saja. Dan bagi muslim sendiri, mau pakai atau tidak fatwa itu, itu terserah masing2.
Vandalisme di kota² itu masih wajar, kalau ndak ingin ada vandalisme ya ke gurun pasir aja, sebab ndak ada vandalisme di sana. Ada juga kadalisme.. :ngakak
Selaku pangkostrad, baginya itu perlu disampaikan ke anak buahnya, biar mereka tidak terjebak fanatisme agama dan merasa paling benar. Perlu dan tidak perlu bagi seorang pangkostrad mengatakan itu, sepertinya dia lebih tahu, biarpun bagi kita yg bukan ahli pangkostrad menganggap itu tidak perlu.
Kalau dalam catatan BPN, kordinat masuk punyanya SC, pasti Prodem akan suruh tinjau lagi. Dan kalau dalam catatan BPN, ternyata gak masuk punyanya SC, maka statemennya ngapain ditinjau lagi ?
Pertama, dalam konteks ajaran agama, ya masing2 orang pasti akan menganggap bahwa agamanyalah yg benar. Dan gak masalah juga klo pendapat ini diungkap dalam kajian internal masing2. Tapi klo pandangan ini diungkap keluar dalam forum ajaran agama lain, atau diungkap keluar dalam forum yg bersifat pl
Mungkin dudung nyari aman dari jawaban pilihan : a. Semua agama benar b. Semua agama salah c. Agama tertentu benar, lainnya salah d. Agama tertentu salah, lainnya benar
mantapsoull nah itu maksudnya.. jangan sampai gegara pinjol atau apapun yg haram hukumnya dlm kacamata ulama, trus dipenetrasikan dalam kaidah formal Indonesia yg notabene bukan cuman milik Islam saja. Soalnya banyak yg model2 gini. :shakehand2