http://lsfcogito.org/menanyakan-ketiadaan/ :cool Bahkan lo sendiri tidak mengupas satu persatu apa yang true dari link yang lo kasih sendiri. Cuma kasih link gak bahas isinya? Gak yakin? :ngakak
Cih begayaan ngomongin kurt godel. Hawking aja gak bisa bantah, apalagi coro kek elu :lehuga Di matematika ada namanya himpunan kosong. Pelajari itu, mungkin itulah sedikit clue ttg ketiadaan. :belgia Wkwk bantah aja. Jangan banyak bertele tele
Kecuali, Sesuatu=ada=ada atau tiada. Membuktikan ada, itu butuh "meng-adakan" ketiadaan. (Adanya)ketiadaan=ketiadaan, Ngapain mengulangi kemutlakan ketiadaan? :o Wkwk salah di awal. Sesuatu = ada? :ngakak Meja = ada? Bola = ada? :ngakak
Busyet cuman segini doang bantahannya Kita bahas aja dulu masalah himpunan. A=(1,2,3) B=(2,4,5) Anggota A yg BUKAN anggota B apa? Kalo, ADA=(X) TIDAK ADA=(Y) -Anggota ADA, yg "bukan" anggota TIDAK ADA apa? -Anggota ADA, yg merupakan anggota TIDAK ADA apa? Lah kita bahas ADANYA a atau AD
Cult GUdel tidak bisa membuktikan bahwa manusia bisa mencipta infinity dari karya manusia, atau bisa mencipta Popeye (kartun, 2D) yang disitu Popeye bisa mencipta Popeye yang bisa mencipta Popeye yang bisa.. (yang semuanya "jalan" sendiri).. Hingga ketakterhinggaan. :)
"mengadakan" ada, butuh ada dulu yg harus ada? I don't think so :hoax State ada secara spontan muncul dalam setiap things, berarti lu "membenarkan" state ada dalam setiap things pake argumen ontologi metafisik "ada". things, bentuknya adalah "ada". gw bacot...
Belum tahu kalo aku tentang ini serius banget? :) Diterusin disini ya nyet. Ada itu pembahasan metafisika dodol. Ada=objek yg punya properti esensial. SALAH. Objek itu hasil perspektif ruang waktu maupun ide. Properti esensial apa?? Panas, bisa diraba, padat, cair, gas, gitu? :D Jadi kalau ada it...
Karena ADA itu mutlak, ngga ada bahasa yang paling sederhana yang dapat mengartikulasikan ADA maka "ada" nya bahasa/kata tersebut sudah mendahului kata itu sendiri. Sudah mendahului penyampaian makna itu sendiri. Contoh, kita bisa mengatakan: Apel itu adalah buah yang merah kadang hijau...
Alam semesta kita boleh saja infinite, yang justru itu membenarkan kemutlakan kekuasaanNya (infinite creation, bisa dibuktikan dengan anda menulis 1 sampai anda cari akhir dari angka, jika anda abadi :D). Tapi tetap saja ADA lebih besar dari infinite :)
Bahkan Nabi Ibrahim a.s itu pun pertama kali menggunakan akal, berfilsafat dalam pencarian Tuhan, yaitu saat beliau menganggap bulan, lalu matahari sebagai tuhan yang akhirnya beliau sadar bahwa beriorentasi pada ukuran itu false idea karena dalam ide selalu ada ukuran yang lebih besar dalam ruan...
sepertinya gw pernah liat posting ini di DC. filosofimu cukup unik, seperti sintesis idealisme Kant dengan eksistensialisme Kierkegaard disertai sedikit panteisme mistik. tidak dapat disangkal lagi jika "ada" sejatinya adalah mutlak mendahului konsep "ada" itu sendiri. begitu ...
Hmmm jadi ini lagi ngebahas kata kerja "Ada" yak? Kenapa harus bahas itu, kakak? Tolong dijelasin dengan bahasa yang mudah dimengerti, ane awam banget soal filsafat :flower: Karena ADA itu mutlak, ngga ada bahasa yang paling sederhana yang dapat mengartikulasikan ADA maka "ada"...
Kok malah strawmen sih lu? Ontologi buat sebuah "ada" yg lu bawa disini apa? Gw gak bahas ontologi materialisme padahal :amazed: Gw liat burung saja (materi), tp kalo gak memenuhi kriteria "ada", maka si materi burung itu bukan/gak/non-ada. Paham gak? Kenapa ontologi itu harus...
Bangke, lu ngerti ontologi gk sih? :nohope: Kalo gw misal lihat burung, tapi burung gk memenuhi kriteria sesuatu disebut "ada", berarti burung itu adalah non-ada. Simple logic. Sudah aku katakan berkali-kali, aku membahas ADA itu sendiri. Bukan MATERI (burung). Oh jadi syaratmu itu materi
Emang ada sesuatu yg ada tanpa properti fisik (variable fisik) ? Properti metafisik? Nalarnya gimana dulu metafisik :D Lho, fisik dan metafisik itu variabel, sama saja, atau "sesuatu" dah, kata yang lumrah kita akui, kalo bingung dengan variabel. Kamu tanya: emang ada sesuatu tanpa proper