Indon maunya apa sih. Jalan sempit, kendaraan banyak, bensin busuk. Bikin mobil, gembrot. Nyari macet, gimana IQ nggak tambah turun tiap hari ngisep asap knalpot
""Kasus ini berawal dari laporan masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan di sebuah studio di Desa Pererenan." Masyarakat Desa Pererenan pemecah umat manusia.
Sori ya, diingatkan kembali Dana persembahan yang terkumpul selama ibadah Perayaan Hari Natal Nasional 2025 akan disalurkan sebagai bantuan kemanusiaan bagi Palestina. Ini apa-apaan, kok malah buat pengungsi papua. Inget ya: - Pengungsi Papua: NO - Korban perusakan lingkungan+cuaca ekstrim Sumatra:
Nggak papa mahalin lagi aja, sudah macet parah juga. Sekalian hentikan jual mobil baru murah. Bikin aturan biar semua mobil baru harus mewah, kena pajak barang mewah. Kecuali mobil untuk usaha kecil, itu boleh dibantu.
Lagian ada-ada aja, udah dirudapaksa kok korban dinikahkan dengan pelaku. Yang bener kudu kena hukuman rudapaksaan. Kalau jadi anak, ya kena lagi tanggungan child support.
Ane nggak yakin toleransi jelas definisinya... Gini deh, muslim boleh atau nggak boleh ngucapin selamat natal ke nasrani?
Usaha kalau ada tukang parkir liar saja udah males ane kunjungi. Uang dua ribu akan membuatmu miskin.
Itu palestine suruh bikin sabun olive atau dendeng onta, ekspor kemari, beli barangnya. Bisnis kok terima donasi perang mulu. Terus kalau sibuk kerja, perangnya gimana... Tenang, di sini banyak pengangguran, bisa ekspor ke sana.
Ternyata begitu... Memang kolom agama mestinya cuma perlu diisi "Islam" atau "Kafir". Jadi kafir boleh menikah dengan sesama kafir.