Berita apa ini? Melihat jauh sambil kepala nunduk ya otomatis harus buka mata lebar dan pupil naik ke depan.. Benci nggak usah diiringi tolol, backfire yang ada.
Ah, seenaknya sekali, - Pedagang nggak boleh nolak tunai, tapi tol/dll nggak boleh tunai. - Pedagang nggak boleh ngecharge admin, tapi dari QRISnya sendiri ngecharge admin. - Alternatif gratis kayak QRku BCA malah disuruh bubar.
Ane jadi mikir dulu kan nonton tivi gratis, terus ditaruh lah KPI agar tayangan tivi jadi sampah, terus orang-orang pada pindah ke tivi berbayar. Mungkin sekolah negeri dibikinin kurikulum sampah biar orang-orang pada pindah ke swasta. Pinter bisnis memang
Nggak bisa baca/tulis ngoperasiin gadget gimana, pakai voice command? Atau cuma klak-klik apa yang ada..
Buat apa coba, Neflon sama SMS, entah kapan terakhir kali ane gunakan... Paling buat nerima SMS OTP doang.
Aduh, jangan munculkan sen. Ngitungin pecahan itu ribet. Sepakati saja pas bayar, bulatkan harga ke atas. Kecuali bayar digital.
udah pedo, sadis pula, hukum mati saja. mainan air keras harusnya dihukum minimal seumur hidup karena korban juga ditargetkan rusak seumur hidup, tapi males ginian pakai dipelihara lama-lama, jadi hukum mati saja.
3770372 ya nggak salah sih, ada pembakaran hidrogen, dimanfaatkan jadi bom, kamu sebut bom hidrogen. tapi ya diprotes karena bukan itu yang namanya bom hidrogen. kayak kalau kamu naruh kamera di sebelah tivi, kamu sebut itu kamera sisi tivi. ya diprotes juga karena bukan itu yang namanya kamera CCT
bahan bakar hidrogen masih bullshit untuk saat ini. memproduksi hidrogen dengan membakar minyak. kalau minyaknya dipakai buat bensin kendaraan malah energi yang terpakai lebih banyak. sama hidrogen itu susah nyimpennya, karena molekulnya kecil banget bisa menembus wadah penyimpanannya.
Beda gan bom hidrogen itu reaksi nuklir, H + H -> He Kalau bahan bakar hidrogen itu reaksi pembakaran biasa, H2 + O2 -> H2O Beda level.
Ngurusin harmonika... Sistemmu itu yang nggak bisa ngelindungin data. Udah data seindonesia bocor, sistem dirusak ransomware pula.
Mungkin pembelinya bosan, sudah nggak hype. Mungkin ada penjual baru yang jadi hype berikutnya. Mungkin karena pamer jadi dianggap sudah kaya. Mungkin ekonomi masyarakat sedang lesu. Mungkin ekonomi lesu karena masyarakatnya terinspirasi frugal living, uangnya nggak muter. Dah lah, banyak alasan ...