Solusinya sih gampang, ngapain perang saudara... List aja daerah-daerah mana kayak gitu. Nanti kalau warga daerah tersebut jadi pendatang di daerah lain, berikan pada mereka perlakuan serupa.
ya kan dari kecil sudah ditanamkan harus memuliakan kiai, ustad, ulama. nggak nurut bisa ditabok sendal sama ortunya.
Nggak usah ikut-ikutan jadi agama manja hobi playing victim yang dikit-dikit nista, dikit-dikit nista, nista kok dikit... Kecuali kalau pelakunya agama manja boleh deh, biar nelen pil pahitnya sendiri.
SIM fisik hilangkan saja. KTP jadikan satu kartu untuk semua (tapi biaya akses datanya murahin, masa seribu rupiah per pengecekan, mendingan beli data di Bjorka :hammers ) Untuk SIMnya digital bikin aja kayak ngisi pulsa. Nanti kalau ngelanggar lalin, langsung potong masa berlaku SIM sekian hari/
kalau sukses hasil berusaha, kasih saja dia sombong.. kalau sukses cuma hasil menang judi atau dapat warisan ya nggak usah.. orang gagal nggak usah nyeret orang sukses untuk ikutan gagal dan nggak bisa sombong..
Pertamina harus jual bensin sampai ke pelosok yang biaya distribusinya tinggi, tapi harus jual di harga yang sama. Sementara swasta bebas bisa menjual cuma di kota-dan-sekitarnya saja yang biaya distribusinya rendah. Tentu saja swasta bisa jual di harga lebih rendah karena biaya operasionalnya leb
bawa duit perusahaan buat beli telur dan kendaraan operasional perusahaan, terus hilang, ternyata ke stasiun, berarti mungkin memang maling.