Jalan kaki udah bener... Tinggal pelaku saja harus dihukum berat. Jangan menormalisasi kejahatan. Ada kejahatan, pelaku yang harus disalahkan, bukan korban disuruh ngalah dan memaklumi.
Di tempatku perumahan campur. Mereka bikin musholla, ini masih oke lah. Terus ada yang bikin les ngaji, tiap sore dengerin anak kecil teriak. Akhir-akhir ini acara rebanaan malem-malem. Ke depan pasti nambah lagi...
Ganti ke laptop, gan. PC ane ukur 30W belum sama monitor, laptop cuma 10W. Laptop gen baru malah lebih irit lagi.
Kalau kamu hemat listrik beralihlah ke listrik token (kalau belum), rugi hemat tapi tiap bulan bayarin abonemen.
emergency sih, tapi baiknya yang kayak begini diajarin di sekolahan biar nggak perlu manggil damkar..
polisi yang bener itu nangkap begal, bukan ngurus selangkangan. lagian kalau berbayar gitu, nggak mungkin konsumennya di bawah umur.
Orang yang sudah tahu punya penyakit menular berbahaya terus malah sengaja menyebarkannya nggak bisa dihukum mati saja, ya
Kok ngitung pajaknya berdasarkan omzet, sih, Yang paling bener itu ya berdasarkan pertambahan nilai. Kalau omzet, barang 100k kena pajak 500. Misal barangnya untuk dijual lagi 110k kena pajak lagi 550, total bayar pajak 1050. Itu sama saja kena pajak berkali-kali lipat. Kalau berdasar pertambahan
Ya bagus, sepeda karena sudah bisa diproduksi sendiri Indonesia, pajakin aja dah yang gede.. Sekalian yang beli kan jadi bisa tambah sombong punya barang mahal. Win-win solution.
Coba otaknya pakai sedikit. Kamu beli bitcoin sejuta, beberapa waktu kamu bisa jual dua juta, Itu untung dapatnya dari mana... Dari orang, pemain bitcoin juga, yang kini punya beban harus jual lebih dari dua juta biar untung. Gimana kalau nggak bisa jual harga segitu. Kalau bertahan nggak mau jua...
Kayak gini mending majikan suruh jalur damai, denda ganti rugi saja satu miliar. Nggak usah dipenjara. Bagi dua uangnya, setengah ke korban, setengah ke polisi eh ke negara. Bisa berkelakuan bukan manusia juga pasti merasa kebal hukum.
bego asli nih kombes, malah ngaku bilang lempar telur ke kepala, intinya sama, situ arogan. mustinya bilang saja waktu mau konfirmasi ke pelayan, terrsandung, nggak sengaja telurnya terlempar kena pelayan.