Bayangkan kamu hidup 3000 tahun lalu saat manusia blum ngerti elektron, atom , listrik . Kamu meliat petir, badai , tsunami, gempa pasti kaget merasa ada mahluk gaib yg marah yg disebut tuhan karena kurangnya pengetahuan manusia .dan diturunkan antar geberasi sehingga mnjdi pengkultusan agama yg ...
Khalifah di era teknologi dan perubahan cepat gini sgt tdk cocok dgn jiwa nanusia kini krn sifatnya kaku dogma tiada ruang inovasi kreasi kecuali delusi kenikmatan hoax .
Indonesia dr dulu sudah sering bencana alam saat masih hidup di gua krn dilalui 2 ring of fire. Jd bukan azab bencana krn bnyk pendosa . Itu filipina thailand , macau, lebih bnyk dosa ketimbang lombok atau palu. Stop cari kamhing hitam salahin warga krn berdosa . Itu emang bencana alam krn lokasi...
Jd antara kucing dan anjing ya. Hidup dan kehidupan ini spektrum bukan hitam putih kyk kata nasbung suram kelam primitif , kaku dogma ritual , tdk mau update berkembang ,
Kebencian hny bawa kesengsaraan . Nasbung tdk pernah mengerti emosi2 manusia krn mereja hny tau dogna kaku delusi ritual belaka .
Pasti tidak bisa di sini, karena kapitalisme sudah merajalela di sini, ada orang kaya harus ada orang miskin, klo gak ada orang miskin bagaimana ada yang di sebut orang kaya? :lehuga :lehuga :lehuga Seharusnya yg plg miskin itu hidup secukupnya n happy tidak ada yg miskin hingga menderita, terke
Mungkin gak ada nasbung yg suram kaku primitif delusi sehingga produktivitas, inovasi, kreasi tinggi mengcover kebutuhan ledakan penduduk malah jd surplus bisa jual ke daerah lain .
maksudnya iCafe itu internet cafe ya? bener jg klo warnet itu mo laku harus full gaming. Cyber cafe makin booming krn anak2 moba ML AoV ingin tantangan lebih yaitu main dota setelah cukup tutorial di ML n AoV.
Harusnya semua org belajar mengenal emosi2 lebih dekat . Perlu sosialisasi ilmu psikology ke semua org demi hidup yg lebih baik.
Semakin sumoek manusia semakin mudah kacau n berkonflik saling menghancurkan jauh dr rasa damai sukacita .
Mungkin spirit liberal buat pribadi unik warganya jadi cerdas, kritis, bekarya dengan damai dan positif tanpa kemunafikan dan kepalsuan rasa. Kumpulan produktivitas tiap pribadi terakumulasi mnjdi kemajuan dan kesejhtraan suatu bangsa .