kempez fakta (yang akan membuktikan siapa yang bersalah atau tidak) tidak melihat seimbang atau tidak seimbang. Apa yang menjamin yang tidak membawa senjata api/tidak memiliki sabuk hitam karate/tidak berbadan kekar tidak bersalah?
Zaman sosmed sekarang sih kita harus selalu belajar untuk melihat dari dua sisi. Problem utama dalam kasus yang diviralkan satu pihak adalah selalu ada ketidakseimbangan informasi: ada yang duluan membuat narasi, tapi latar belakang, akar masalah dan peristiwa pendahulunya kita tidak pernah tahu.
Yang masih mengalami zaman orba merasakan betapa angkernya tiga hurup yg tidak boleh disebut di depan publik tsb beserta lambangnya palu arit :takut
Bikin partai dari bawah itu berat. Paling enak cari bohir, terus akuisisi tuh partai gurem, tendang semua petingginya, ganti semua sama orangnya dia. Kalau gw jadi politisi, udah dari dulu ini dilakukan. Daripada nunggu dipinang partai lain.
Zaman sekarang banyak yang nyadar, merapat ke pemerintah incumbent = bunuh diri, jadi para orang2 munafik pelan-pelan mulai menjauh. Dan lagi cari pantat baru untuk dijilat.
Tidak ada yang tidak bisa dengan perencanaan, political support dan tim yang capable. Itu yang ane pelajari selama hidup ini.
Ini kita masyarakat terlalu sentimen sama coklat, jadi gak obyektif. Jujurlah kalau ada manusia songong geber2 knalpot brong, siapa dimari yang nggak pingin ngegamparin?
Selamat ya sudah bebas mba Jess, nanti ajakin kita ngopi-ngopi ya untuk merayakan… Eh ngga jadi ding….
Orang yang benar-benar BEKERJA tidak usah terlalu mempedulikan para tukang protes yang bisanya hanya mengkritik, mengutuk dan mengomel. Capek kalau kepala negara/CEO/pemimpin terlalu denger kata semua orang.
kocak emang netijing Indonesia..paling jago kalau mencela dan mengkritik. apapun di cela. Indonesia emas 45 ?? ngeliat mental-mental gini mah ngimpi aja.