lontongpecell Buat bangsa? :bingungs Kan gue bilang itu kepentingan politis, bukan soal masa depan bangsa. Ada yang merasa jika pengaruh Jokowi masih kuat, jagoannya yang berseberangan dengan Jokowi bakal susah menang.
Targetnya pengaruh Jokowi, mau diturunkan sebisa mungkin. Efeknya juga ke siapapun pihak yang didukung Jokowi (termasuk Gibran). Biar jagoan mereka sendiri peluangnya lebih gede. Secara kasar begitu. :lehuga
Karena ini terkait peluang jagoan mereka di pilpres entar. Menjatuhkan Jokowi sekaligus akan menjatuhkan Gibran, yang berpeluang maju di Pilpres 2029. Padahal posisi wapres itu praktis cuma ban serep. Didiamkan juga popularitasnya gak bakal melesat. :nohope
Komjen (Purn) Oegroseno menyebut Jokowi lakukan kriminalisasi terhadap orang yang ingin melihat ijazahnya. Emang Roy cs cuma ingin lihat ijazah? Mereka sudah di level fitnah. Koar-koar nuduh ijazahnya palsu tanpa bukti. :nohope
Jika kawan-kawannya seperti Arief gini, ya bagus bagi UGM jika anak-anak mereka gak mau masuk sana... :lehuga
Bentar... Emang kapan PSI punya aura wibawa? Paling banter kan pernah ada aura pesona tante-tante (Grace). :bingung
Gue malah bakal kaget kalau posisi Indonesia bagus, gak di posisi buncit terkait ekspor-impor atau birokrasi investasi.
Nefanasa Dia dipecat karena desersi. Mau apa juga, aksinya jelas aksi desersi. Dan sesuai aturan, dia sudah bukan orang Indonesia. Jadi apapun ocehan dia cuma jadi ocehan orang luar.
Analoginya kira-kira: Kalau BI merilis uang emisi baru, lalu ada yang koar-koar bilang selembar duitnya palsu karena beda dengan emisi lain, itu dibenarkan? Walo yang dituduh cuma selembar, sementara duit lain dari emisi yang sama juga begitu?
1. Verstappen 2. Norris 3. Piastri 4. Hamilton 5. Albon 6. Leclerc 7. Russel 8. Sainz 9. Hadjar 10. Tsunoda Race yang cukup gila, dengan satu VSC dan satu SC. Max yang mengambil posisi pertama di lap pertama lewat aksi 'gila' bisa memanfaatkan VSC untuk unggul jauh, dan bahkan meski keung