Melalui pernyataan tertulis, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media, Sekretariat Presiden, Djarot Sri Sulistyo menjelaskan bahwa undangan langsung ditarik setelah disadari ada kesalahan penulisan. Selanjutnya, dilakukan perbaikan pada undangan dan kembali disampaikan pada tamu-tamu yang diundang...
kalo polkis niat, seseorang anonim di twitter juga bisa ditangkap :recsel tapi kenapa di kasus lain :amazed: ah...sudahlah
BPK lah, cuma BPK harus ngasih penilaian jelek ke daerah lain, kalau ke ahok harus bagus karena ahok enggak mungkin salah, pasti BPK-nya yang salah. Kalau enggak percaya ayo di cek dengan pembuktian terbalik, pasti pada mingkem semua. cuma ahok satu-satunya kepala daerah yang berani bongkar perm
Klo baca laporannya penuh pasti banyak nastak yang kejang2 :) Btw sekarang kok ga bs baca laporan bpk lagi ya? Kayaknya dr dulu emang gak bisa dibaca, konsumsi internal aja. Bahkan tidak semua SKPD bisa melihat secara lengkap. Karena isinya harus ditindaklanjuti oleh pemda. Kalo sampe beredar k
pokoknya ahok hebat :recsel: ----- udah pada baca LHP nya? kalo cuma baca di media, gak usah banyak bacot jgn silau dgn bisik2 cabe, tp pura2 gak liat ttg penyimpangan lain yg mencapai trilyunan
kalo BPK tidak kompeteten, 1.hasil LHP 500 an daerah lainnya di Indonesia tidak berlaku 2.hasil LHP tidak bisa dijadikan dasar menetapkan seseorang menjadi tersangka
ada juga kepala daerah yang gak ngerti tentang isi LHP BPK apa saja muatan yang diperiksa, sehingga berpikir kalo LHP nya WTP maka Kepala daerahnya bisa aman dan tentram :o
ini yang ngomong pernah keluar negri gak? ato ke LN lewat jalan tikus? :nohope: bikin sistem dari mesin scan Paspor link ke Kemenlu, biar tau siapa aja yg berangkat btw...ditjen imigrasi dibawah siapa sih?
jadi ketauan klao mo dimassa gak jadi datang dah :D ---- ntar keluarin statement kalo rekonstruksi tersangka utama tanpa didampingi pengacara gugat praperadilan :nohope: