katanya swasembada beras tapi harga beras pasaran tjdak turun sejak si mulyonok bagi2 beras menangin si wowo… kebohongan yang disebut berulang2…, buat orang jadi percaya…, itu kan maksudnya :ngakak
wolverhampton tapi kelihatan hasilnya kerjanya dan akan tetap ada sampai berpuluh2 tahun, dari pada jadi eek, hilang setelah disiram., cuma buang2 uang saja
wolverhampton tapi minimal jarak antar daerah jadi dekat kyk jakarta -palembang bisa 24 jam skrng 6 jam udah sampe, itu termasuk prestasi ….., daripada cuma menghasilkan eek dan lagu :wakaka
lumayanlah hasil kerjanya, masih dinikmati infrastruktur jalan yg dibangunnya, dari pada lari ke jamban dan hanya buat lagu :lehuga
walaupun hutang infrastruktur itu kelihatan wujudnya.., ini unk MBG hutang cuma lari ke jamban :lehuga
si mulyonok waktu covid menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat yang terkena phk alias dirumahkan dengan program padat karya nya, nah si wowo skrng ini menciptakan lapangan kerja buat di laler ijo bukan masyarakat, gimana gak resesi :lehuga
mabdulkarim saya biasanya beli padan wangi BMW itu biasanya 200 ribu 10 kg, udah beberapa bulan ini jadi 215 ribu unk 10 kg… katanya swasembada???? omongannya hanya unk tipu2 saja biar kelihatan berhasil persis kayk mantan mertuanya
harga beras premium di pasar lagi mahal wo…, naik 15 ribu perkilo…, orang2 udah hopless lihat pemerintahan lu…,jadi pada gak komplain…
JAKARTA, KOMPAS.com - Sikap politik Partai Demokrat terkait wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah (pilkada) kembali menjadi sorotan. Partai berlambang bintang mercy itu kini mendukung opsi pilkada melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Skema yang satu dekade lalu justru digag...
biar si imin gak ada tandingannya…, si imin aja ketum parpol bisa kalah pamor dari si anis, malah jd cawapres anis, padahal si anis bukan orang parpol…..tujuan mereka adalah untuk melanggengkan elit2nya jadi penguasa, jadi lebih aman pilkada lewat dPRD :ngakak
menteri keuangan rasa presiden udah gak jelas lagi kewenangannya…, batu bara itu urusan si bahlil, sama2 menteripun malah bisa saling tikung….. :lehuga
banyak jokowi, ahok, azwar anas, risma, ridwan kamil, hendar prihadi, ganjar pranowo, anis baswedan, banyak lagi yang lain..dan mereka bukan elit politik… lihat aja nanti kalo pilkada lewat dprd yang jadi calon anak2 dan ponakannya elit partai :ngakak
jaguarxj220 suromenggolokalo bencana gak akan ada tanggung jawab pengembang perumahan.., itu namanya Force majeure. Itu jadi tanggung jawab pemerintah Mereka itu bayar pajak juga alias PBB
jaguarxj220 dengan pilkada lewat dprd ponakan si wowo bakal jadi gub DKI, si saras dari dulu pengen nyalon tapi ditikung ama ridwab kamil.. semuanya demi anak2 elit.., mereka takut muncul mulyonok kedua yang bukan dari elit tapi bisa jadi pres…, motong bibit2 orang2 biasa jadi bup/walikota/gub
elit pks saja bisa kalah sama anis pas mau nyalon capres :lehuga Jadi daripada trus zonk mending dukung saja