Langkah bijak Jatim. Tidak terlalu mengejar jumlah test. Tapi menanggani orang sakit yang terduga covid dengan lebih baik. Buktinya jumlah sarana perawatan korban covid paling tinggi dibanding provinsi lain. Ketika mengejar tes yang besar, maka akan ditemukan banyak suspek dan itu akan membebani p
Kuncinya ya itu tadi, sekeluarga dites jadi satu sampel. Kalau 1 negatif yang lean juga negatif, 1 positif semua positif. Sampelnya dipilih dari anggota kepuarga yang paling sehat. Seluruh anggota keluarga dan satu negara bebas koriona.
Ini pasti buah dari kelakuan orang2 yang ingat tuhan cuma saat ngetod aja. "Ohh...yes.....my god....yes".
Kalau jumlah + yakin lebih banyak dari data sekarang. Yang meragukan itu data kematiannya. Alasannya, percuma juga ngetes orang sudah meninggal kenapa nggak di positif kan aja (otak oknum gue bekerja nih). Selama ini dengan jumlah korban sebanyak itu belum pernah ada yang share surat kematian akiba
Dasar bule. Bisa2nya manfaatin chef indonesia saat pandemi. Pasti biar nggak usah beli makan di luar. Huhhhh
Yakin bakal sepi pilkada tahun ini. TPS2 nggak seramai biasanya. Mungkin masih ramai warga RT ku yang suka ngumpul bareng bakar2 ikan.
Sepertinya bener juga. Angka kematian di swedia 1/4 kematian di Inggris yang full lockdown. Di swedia angka kasus baru juga minim.
Beli kopi di warung, penjual nggak maskeran. Beli bakso, penjual gak maskeran. Beli es tebu, penjual gak maskeran. Beli bahan bakar di pom, penjual gak maskeran. Beli nasi pecel, penjual gak maskeran. Beli rokok, penjual gak maskeran. Beli gorengan, penjual gak maskeran. Beli cilok, penjual juga ...
Kalau seperti itu, apalagi kalau share kamar mandi juga. Pasti penularan virusnya makin masif. Yang awalnya OTG bisa jadi ODG. Karena konsentrasi virus di udara bakal lebih besar. Bila awalnya tubuh bisa menahan akhirnya mungkin bisa jebol juga. Ini perlu dijadikan kajian akademis, bagaimana efek
Terjadi kecerobohan lagi. Mengapa kasus seperti ini sering muncul. Keputusan positif/tidaknya pasien keluar setelah pasien meninggal. Apa memang tidak bisa membuat prioritas. Hasil lab suspek yang manjalani perawatan serius di rumah sakit didahulukan. Plis deh manajeman tes swab diperbaiki. Biar t
Blunder manajemen Chelsea. Coba2 niru Madrid yang mengorbitkan pemain legendanya jadi pelatih. Kalau berhasil ya lumayan kalau gagal ya jadi pesakitan macam MU dan Chelsea. Masih mending Chelsea, kalah sama juara bertahan. MU malah dikerjain pemain buangannya sendiri.
Jadi trend sekarang, miss universe juga berkulit hitam. Udah selayaknya jika nanti ada miss Indonesia dari Indonesia Timur. Kans buat eksis di level global lebih menjanjikan daripada yang berkulit glowing aka keringetan.