Saya rasa sebagian besar manusia juga sama om life goal sebagian besar lelaki pada umumnya kan memang harta tahta wanita :D Ada sebab ada akibatnya juga pastinya iya memang oom. hehe namun naluri kita akan hawa nafsu harusnya dikendalikan oleh akal sehat yang dianugerahkan pada kita dalam wujud et
ampe skrg banyak koq org yg berkuasa, khususny berkuasa scara finansial maupun kekuasaan formal yg punya banyak simpanan (mereka inipun gundik dalam bahasa halus).. kembali lagi ya ke faktor ekonomi dan jalan pintas untuk mendapatkan uang ya bisa dikatakan itu adalah warisan tabiat kolonial yang bl
sebenarnya pemerintahan kolonial sendiri mulai dari voc - inggris - hindia belanda sangat menentang praktek seperti ini (umumnya karena sentimen rasial) tapi namany kebutuhan batiniah, sedangkan pasokan wanita dari eropa sendiri seret. Nah disini salah satu kontradiksinya, pemerintahan kolonial m...
kalo melihat artikel disebutkan Nyai sbg dampak VOC yg berfokus di pulau Jawa maka kata Nyai seharusnya bukan berasal dari bahasa Bali krn di pulau jawa sendiri ada kata Nyai yg artinya: sunda = gadis jawa = nenek atau wanita yg dituakan kata Nyai atau biasa juga disebut Nyahi juga merupakan sala...
baru tau kalo nyai itu identik dg pergundikan justru ada nya konsep nyai dalam pemenuhan hasrat birahi kolonial yang memicu hadirnya pergundikan di sosial koloni Hindia Belanda oom. hehe
#continued Pergundikan Dalam Perkebunan Deli Selain di tengah masyarakat sipil dan tangsi-tangsi tentara kolonial, masih ada satu tempat terjadinya praktik pergundikan di koloni yaitu perkebunan-perkebunan, terutama di pantai timur Sumatera, Deli. Yang menjadi ciri khas pergundikan dalam perkebuna
#continued Pergundikan Dalam Dunia Militer Setelah kejatuhan Napoleon, dalam Konvensi London ditentukan bahwa Hindia Belanda kembali ke tangan Belanda. Oleh karena itu disusun sebuah tentara untuk Hindia Belanda sendiri. Tidak ada kejelasan nama mengenai pasukan ini, namun pada 1836 setelah enam t
makanya kan saya bilang jangan mau dibohongin pake ayat al-tipu 51 karena kalau salah pilih pemimpin yang susah semuanya jadi harus cerdas memilih pemimpin buku fiksi itu simpan aja dilemari ????? iya semua juga tahu. bagaimana rupanya pemimpin yang harus dipilih dengan cerdas?
nggak juga lah biasa aja nggak usah baper yuk pasang spanduk #2019gantipresiden di masjid terdekat :ngakak udah gila kemakan hegemoni medsos kurasa kau oom. Dangkal kali pembahasannya lantas berbau sentimen pula. kek gtu aja gk bsa dijawab
Jadi gini... jangan mau dibohongin pake buku fiksi tinggalkan yang ngaku Partai Allah tetap juru fitnah,hoax,aksi bela agama tapi korupsi kyk zumi zola, penitu kyk first travel, penipu kyk abu tours,tahanan seperti jonru ntapzz https://s.kaskus.id/images/2014/07/08/4401563_20140708014831.gif http...
Jadi gini... jangan mau dibohongin pake buku fiksi indra itu reseptor lalu diolah diotak saya dan otak saya memerintahkan tangan saya untuk mencoblos pemimpin di bilik suara sentimen apaan coba https://s.kaskus.id/images/2014/07/08/4401563_20140708014831.gif https://s.kaskus.id/images/2014/07/08/...
Jadi gini... melihat itu pake mata bukan pake ayat kitab fiksi https://s.kaskus.id/images/2014/07/08/4401563_20140708014831.gif https://s.kaskus.id/images/2014/07/08/4401563_20140708014831.gif apakah oom tau inderawi anda yang lain juga dapat melihat secara teknis. Itu gunanya otak. oom ini senti
Jadi gini... jangan mau dibongin pake kitab fiksi semisal saya gitu :matabelo: :matabelo: memilih pemimpin dengan melihat kualitasnya Ntapz :malu: :malu: https://s.kaskus.id/images/2014/07/08/4401563_20140708014831.gif https://s.kaskus.id/images/2014/07/08/4401563_20140708014831.gif lantas menur
Nggak juga Politik identitas itu cuma dimainkan satu kaum tertentu kok Kalau kaum yang lainnya udah pada cerdas semisal?
Bukan mengemis juga Ganti redakis kalimat dong Gereja nggak minta2 dana Itu CSR dari Telkom mau dikasi atau tidak juga sepertinya Gereja santai aja maaf sblumnya oom. aku gk menyinggung ttg CSR, greja, atau mesjid dstu. kita-kita ini dizaman ini lebih mabuk identitas dripada esensi perilaku, dan