menutupi kebohongan dengan kebohongan lain. itulah yg sedang terjadi. dan memang cuma itu yg bisa dia lakukan untuk terus mencari muka, karena dia tau, asal dia konsisten membalut setiap kebohongan dan fitnah dia dengan agama, maka pendukungnya (massa) ga peduli. dan selama masih bisa menarik mas...
wow hebat mantap super sekali, ane udah tau ini dari dulu, tapi dengar lgsg dari aibon ternyata sangat mencerahkan wkwkwkw
Ane heran pada bilang 'gimana dengan UMKM' seolah2 lebih menderita. Padahal sama aja, sama2 usaha sendiri, sama2 butuh customer, sama2 pny karyawan. Bedanya di skala bisnis aja. Kalau ente UMKM dgn 3 karyawan ngos2an, mereka yg 12 karyawan jg ngos2an. Ente butuh penjualan untuk nutupin biaya, mere
Subyektif banget sih menurut ane. kyknya ts tipe pemberontak. Berpikir positif aja gan. Peraturan sekolah itu dibuat untuk kedisplinan. Ada yg lempat bola dengan keras, sengaja kah? kalau tanpa basa basi TS terus lgsg samperin dan main tangan, ya salah juga. Tugas guru itu mendidik, salah satunya...
Intinya, setelah merasa tidak cukup hanya dengan mempelintir ayat, sekarang mereka mempelintir pancasila dan bhinneka tunggal ika. Apapaun bisa mereka jual, asalkan tetap exists.
maju atau tidaknya sebuah negara bukan karena agama, suku, warna kulit atau jenis kelamain. tapi karena etos budaya warganya. ente mau kerja sekeras apa, siang malam, 3 shift sehari jg kalau cuma bertahan 1-2 tahun abis itu itu "pensiun" dan baru kerja lg setelah tabungan abis y, percuma
Ane bukannya setuju dengan dakwaan ya. tapi ane paham maksud pengacara sih. intinya, menurut pengacara, pelaku tidak berniat nyiram ke mata, tapi ke badan. itu yg disebut 'tidak sengaja'.
Kalau dari beritanya. Pembunuh itu namanya alkohol. Lagian ngapain sih debat gtan :nohope: Ane percaya, kalau ente ga percaya ya udah, ga ada untungnya ane bikin ente percaya.
Ini mainan masa kecil tapi gw ga pernah bisa pakai benang gelasan karena jari selalu berdarah :( Lihat orang pakai karet/ban di jari, ane cuma benangnya malah masuk jadinya benang nyangkut di karet trs :hammer: Akhirnya ane cuma pakai benang bisa dan ga berani naikin layangan terlalu tinggi karen
membaca berita begitu selalu bikin gregetan karena tidak disertai cara melapor yang jelas. sering ketemu, misal masyarakat bisa melapor ke bla bla bla (cuma sebut nama lembaga) tapi tidak disertakan no telp, dsb.
Ahok ga bakal maju, udah hidup tenang dia. Ini berita/survei/pengamat/dsb cuma memakai nama "Ahok" sebagai clickbait untuk mempromosikan nama tertentu, di berita ini, "Uno" :D