Ga peduli mau dia jelek atau biasa aja. Tapi yang namanya nyaman, sayang. Semua akan berubah. Semata-mata, dialah yang paling sempurna.
Ikhlas? Mungkin, saya bisa bilang iya. Walau pada dasarnya saya belum siap melihatmu bahagia dengan orang lain.
Setiap orang punya ceritanya masing-masing. Dan, mereka juga punya cara melampiaskan tersendiri. Ada yang diam, ada yang menangis.
Ga selamanya sabar itu enak. Terkadang, kamu harus merasakan sakitnya. Perihnya dari sabar itu sendiri.
Kita bisa tertawa saat kumpul sama teman. Tapi, semua menjadi kelabu. Menjadi gelap, saat balik ke rumah. Berdiam diri dikamar.
Ga ada yang lebih sakit. Saat kamu merindukan seseorang, namun kamu hanya bisa menahan. Sebab, kamu sadar dia bukan siapa-siapa.
Merasa dicintai sebegitunya, kadang membuat kita berlaku seenaknya, lupa, kalau ia bisa saja 'pergi' kapan saja.
Orang yang tau rasanya memperjuangkan, tau rasanya mempertahankan, dia yang seharusnya tak mudah melepaskan. Seharusnya :)
Ga semua orang bisa mengerti kamu. Ada saat nanti dia bakal pergi. Mungkin dia lelah. Dan, atau memang sudah waktunya untuk melupakanmu.
Kadang lebih baik diam daripada menceritakan masalah, karena sebagian orang hanya penasaran, bukan karena mereka peduli.
Banyak ungkapan hati yang ga bisa diungkap melalui kata-kata. Malah terkadang, terlampiaskan melalui air mata dgn sendirinya.