lagian pempus koq kelakuan kaya penjajah, dia aja yg mau dpt untung sementara masyarakat sekitar tidak ada sosialisasi or pembukaan lowongan kerja
gw heran si di indonesia mahal termasuk seperti contoh biaya kuliah mending langsung ke luar negeri lah
manja kali ini provinsi lu tanya pejabat lu lah kemana otsus triliunan itu dibanding daerah lain, lu udah enak kali guyuran duitnya
nista kali kao pak pol, melepas biang penyakit ke masyarakat itu sama sprt dokter melepas pasien gila penular penyakit
jika ingin industri dalam negeri tumbuh, berantas pungli, dan aturan yang pasti walaupun ribet tapi pasti selama 10 tahun, jangan berubah di tengah jalan
ya tetap hitungnya impor, diperiksa bea cukai, mana tahu ada sisipan barang ilegal, makanya langsung sumbang ke yang resmi saja, sumbang pun ada ego biar keliatan siapa yg sumbang