Anggap aja lagi apes bib...pas undian dikocok yg keluar nama FPI https://s.kaskus.id/images/smilies/smilies_fber17aocqul.gif
Makanya bos...benci boleh tapi jangan sampe jadi bego. Kita lihat saja endingnya nanti, siapa yg masuk perangkap.
"Kalau sudah jadi gerakan sosial yang besar, bahayanya kalau ada yang nimbrung. Tinggal satu, kalau ada tokoh nasional yang 'sengkuni' muncul, ini sangat berbahaya. Ujung-ujungnya dieksploitasi pihak-pihak yang berkepentingan di belakang," kata Hendro Auto terlintas muka siapa
Cuma sekolah swasta yg keuangannya udah megap2 kali. Kalo sekolah swasta elite mau digratisin ya malah di lepeh ama pengurusnya. Emang pemda sanggup kasi subsidi berapa ?
Keren tulisannya.... Menurut gw sih penyebab utamanya karena mental dan karakter bangsa kita yang mayoritas pemalas, konsumtif dan ingin cepat kaya tanpa melalui proses. Kebetulan sekarang jamannya algoritma digital, maka disuguhi lah kita dengan konten2 yang sesuai keinginan kita.
Kadang kurasa lelah harus tampil sempurna Ingin ku teriakkaaaaan... Guru juga manusiaa Punya rasa punya hati Jangan samakan dengan pisau belatiiiii
Lah....alasan utama bergabung jadi anggota ormas kan supaya dapat penghasilan dari malak. Emang ada yg gabung ormas karena mau membangun negeri ?
Ngga bisa dipungkiri sekarang memang jamannya pencitraan. Kalo ngga pencitraan ya ngga terkenal, kalo ngga terkenal ya ngga dapat pendukung. Coba saja bandingkan siapa gubernur Indonesia yang paling terkenal saat ini, pasti yg pencitraannya kenceng. Masalah asli atau rekayasa, hanya penonton yang b
Tinggal nunggu Roy Suryo, Tifa dan Rismon saling salah2an nih. Kayaknya sih si Rismon yang bakal paling disalahin ama 2 orang, karena dia yang mulai soal digital forensik
verrciousm067 Iye gan... Coba deh ngobrol ama penerima bansos, pasti omongannya udah kayak orang yang paling dizolimi sedunia. Kalo ada bantuan atau apapun yang sifatnya gratis, mereka bisa ngotot merasa itu adalah hak mereka.
Komen nya selalu dari sisi hak si miskin : hak dapat bansos dan hak bikin anak. Tapi ngga pernah melihat dari sisi kewajiban. Lu berani bikin anak berarti punya kewajiban untuk memberi kehidupan dan pendidikan yg layak. Jangan hak nya doang yg dituntut trus kewajibannya minta pemerintah yg nanggu...