Besok pagi (Senin 11 Agustus) akan berdatangan dari pelbagai wilayah luar Jakarta. Memang yang tertinggal ya kaum penjilat aja.
Malah ada issue: bahasa yang dipakai berbeda-beda. Hamdan dikaish yang bahasa Arab, sedang hakim anggota dikasih bahasa Madura, Jawa, Sunda, Papua Nugini.
Ngedukung PKB, kalah. Ngedukung Wowo, kalah juga. Kok selalu kalah, kapan menangnya? lebih penting: kapan tambah bijaksana dan tahu diri?