Turut berduka cita untuk keluarga pendeta dan istrinya yang menjadi korban meninggal karena Covid-19. :berduka
“Dia enggak tahu kalau kabel itu mau ditarik, anaknya gelantungan pada saat kabel masih rendah, tapi lama kelamaan ketarik sampai tinggi, dia enggak berani lepas,” ujar Kosrudin, Jumat (17/4/2020). I Believe i can fly :ngacir: Beruntung salah seorang penjual kopi, berhasil menangkapnya. Da real
Nasi sudah menjadi bubur. Semoga kedepannya selalu waspada lebih mendahulukan tes daripada interview pasien.
Mantap Mulusnya Tambahan https://s.kaskus.id/images/2020/04/16/1755964_20200416095001.jpg https://s.kaskus.id/images/2020/04/16/1755964_20200416095040.jpg https://s.kaskus.id/images/2020/04/16/1755964_20200416095256.jpg https://s.kaskus.id/images/2020/04/16/1755964_20200416095403.jpg
drainama gile ya gan di antara hulu hilir byk juga musuhnya.. Mafia Tengkulak Preman Penimbun Pengepul Pengemas Ulang
CV Opung : ☑️ Ngurus Investasi ☑️ Ngurus Perhubungan ☑️ Ngurus Pariwisata ☑️ Ngurus Perikanan ☑️ Ngurus Keuangan Negara ☑️ Ngurus Kesehatan ☑️ Ngurus Kerjasama LN ☑️ Ngurus Perijinan
“Indonesia memiliki sistem medis yang sangat buruk. Saya ingin sedikit membantu rakyat Indonesia,” ujar dia. “Saya bersyukur pemerintah Korea dan perusahaan domestik telah mengirimkan alat diagnostik dan pasokan bantuan ke Indonesia,” tandasnya. Dijelekin dulu. Dibantu kemudian. Terima ka...
Usulnya langsung saja ke MUI dan Kemenang. Ga usah posting2 SOSMED !! bikin masalah saja di tengah Covid-19