Taik banget kelakuannya. Demokrasi diisi orang tolol ya kayak begini jadinya. Si pejabat publik emang kagak jelas kelakuannya sehingga dipertanyakan dan disentil dengan bocoran pertanyaan-pertanyaan yang bisa dijawabnya kemudian, yang mana pertanyaannya sendiri adalah pertanyaan ringan dan logis ya
Pak Terawan diundang dan menolak adalah hak dia sama seperti hak-nya Najwa menolak kehadiran dirjen yang merupakan bawahan pak Terawan. Udah pada tahu lah kalau bawahan itu ada batasnya menjawab sejauh mana. Apalagi di dunia birokrasi, sudah biasa berlindung dibalik jawaban: "bukan wewenang sa
ernestodelasemapulaukapok menurut gw pribadi, Jkw periode kedua ini bener-bener disetir sama orang sekitar dia. orang sipil tanpa backing dikelilingin orang-orang powerful dari partai, juga orang militer dan pengusaha. pak Terawan ini salah satu yang gak bisa dia sentuh seenaknya. Banyak kok ment...
Dalam hal ini gw dukung si Najwa. Pak Terawan ini sejak awal pandemi memang sudah bermasalah menurut gw. Berdasar informasi dari rekan-rekan tenaga medis, dia ini gak jelas juntrungannya. Hal yang paling bermasalah dari dia menurut awak medis adalah komunikasinya. Sejak awal pandemi cara bicarany...
Sebagai humas, ini benar-benar blunder besar yang semakin memperkeruh suasana dan penanganan di lapangan. Blunder seperti ini terus menerus berulang-ulang kejadian dilakukan oleh pihak yang berwenang, mulai dari level pejabat tinggi sampai level satpol PP. Menyusahkan diri sendiri saja kita ini.
Petugas bodoh yang seperti ini yang makin bikin masyarakat sulit percaya pada pemerintahnya. Kok bodoh bener di dalam rumah sendiri harus pakai masker.
Sudah biasa kayak begitu. Kriminal saat sudah ketangkep dan disidang berusaha tampil sealim mungkin dengan melaburi dirinya dengan atribut agama. Atribut agama paling umum tentu saja pakaian. Selain pakaian atribut agama lain yang dipakai adalah perilaku. Pelaku kejahatan yang sudah ketangkep ini...
Jadi kayak kriminal dipenjara gitu. Ini gak termasuk kriminalisasi ulama kan? atau pembiasaan dulu biar gak kaget?
Pak Rahmat dan bu Damai bersukacita. Bu Kasih dan pak Sejahtera berduka. Memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan lawan, Steven mengirimkan umpan lambung pada Sule yang kemudian meneruskannya kembali kepada Steven yang menerobos masuk ke kotak penalti lalu... GOOOOOLLLLLLL...! Gol balasan telah
endus-endus mulu.. situ herder atau pudel? Endus-endus mulu, gak ada tindakan dan gak ada juga PKI yang dituduhkan situ bikin masalah. Malah teroris agamis yang sukses ngebom sana sini sampai jatuh korban jiwa. Yang aktif bertingkah malah gak keendus, yang diendus-endus terus malah gak kelihatan ba
pemberantasan mafia migas, pembangunan kilang, penurunan impor migas Bijimana pula ini KPI komisaris? Ini KPI direktur dan kawan-kawannya, bukan komisaris.
Kayak baru kenal BUMN aja pak Ahok ini. Praktek begitu terjadi di hampir semua BUMN kita deh. Makanya BUMN kita gitu-gitu aja. Performa kerjanya kalah sama perusahaan swasta di level yang sama. Kebanyakan merugi, tapi gaji orangnya tetap edan-edanan. Pemilihan pejabat tinggi model direksi gak jar...
Tanggung jawab kalian para pemuka agama Islam buat menjelaskan dan mengajarkan bagaimana Islam yang bener dan menimbulkan kedamaian di lingkungan lokal saja gak beres, sok amat bicara skala lingkungan internasional.
Di sisi lain, Bu Kasih dan terutama Pak Sejahtera berbahagia nambah member baru. Terlihat Pak Sejahtera nyengirnya lebar banget menyambut member barunya. Dicubit bu Kasih baru mingkem beliau. :D
Bermimpi besar ingin jadi presiden selama tidak ditempuh dengan cara-cara kriminal tidak ada salahnya. Dia bisa mulai merencanakan langkah-langkahnya ke depan untuk meraih mimpi menjadi presiden itu. tapi yang jadi lucu dari pernyataan dia, dia mau maju jadi presiden di usia 50 tahun tapi sambil bi
pemukapemuja yosiyahu Ijin yang gak keluar-keluar itu cuma cara halus-halus ngehe untuk bilang ijin gak akan keluar. Ijin bisa keluar kalau lu ngasih kita sesuatu yang lumayan. Bayar kita dong ah. Kita sih udah paham banget beginian. Sudah banyak kasus kayak gitu di muka bumi Indonesia ini. Kakekm
Kalau mayoritas yang berperilaku ngehe kayak gini dan korbannya minoritas maka mediasi, musyawarah, paling jauh ya materai 6rebu. Tindakan lebih jauh dari 6rb seperti penangkapan apalagi penjara cuma bisa didapat jika da korban jiwa atau minimal korban luka-luka. Giliran minoritas: "suara ad...
Sudah tidak heran. Dari semua agama yang eksis di Indonesia, semua umumnya rukun satu sama lain, kecuali yang satu ini. Istimewa memang kelakuannya. Istimewa dalam arti negatif. Cuma bagian dari umat satu ini yang sudah bermasalah dengan semua agama lainnya secara konsisten dari dahulu sampai sek...
Karena menganggap seperti kondisi perang, maka menurutnya hukum yang berlaku pun hukum perang. "Maka yang berlaku adalah hukum perang. Jangan ragu dan bimbang untuk melindungi para ulama. Sikat habis mereka (aktor intelektual) sampai ke akar-akarnya dan ke kepala-kepalanya," ujarnya. Liha