Tbh gw bener2 miris akhir2 ini denger kabar wisman kena perkaos orang sebangsa kita. Apalagi lebih mirisnya dari kemarin kasusnya pelaku dari etnis tertentu. Ane sebagai pegiat pariwisata plis jangan ada lagi deh, mencoreng. Kalo emang kepengen kan bisa dicoba secara konsensus pasti dapetlah 50% ...
:bingung :bingung Memang ada kemiripan dengan pembahasan Harun Yahya. Sama-sama mengaitkan sains dengan agama. Ya, mungkin cara kita berbeda dalam memahami sains. Saya sendiri berpegamgan pada jika ingin memahami sains, lepaskanlah sebentar agama anda karena antara sains dan agama itu kontradikti...
Thread yang isinya berfaedah begini malah sepi yang komen. :bingung Thank gan udah berbagi. :2thumbup
Udeh nggak usah refot-refot, buka aja kitab Harun Yahya. Wkwkwkwk. Dijamin lengkap pembahasannya. :travel
Kesuksesan versi ane kalau dilihat dari perspektif orang lain bisa dibilang "shallow" dan "too mainstream". Ane ingin pensiun muda sehingga bisa dekat dengan keluarga. Caranya supaya bisa pensiun muda yah pinter kelola keuangan - bisa menghasilkan uang yang banyak dan mengontrol
Ane juga pernah merasakan menjadi anak rantau, gan. Kesuksesan versi ane dan agan itu hampir sama. :2thumbup
Ane dan alm mama ane punya pengalaman yang nggak mengenakkan dengan pengamen yang kurang ajar. Waktu makan di rumah makan, tiba-tiba ada pengamen yang datang. Alm mama ane nggak mau kasi uang kemudian keluarlah kata-kata makian berbau rasis, jorok dan nggak pantes dari mulut pengamennya. Alm mama...
Paling parah kalau makan di tepi jalan. Makanan belum datang, pengamennya uda berseliweran mainin lagu minta uang. Bukannya mau pelit tapi ini jumlah pengamen bisa tiga orang atau lebih. Ada pengamennya yang dikasi sedikit nggak mau. Akhirnya ane bungkus makanannya deh karena males berurusan deng...
Sementara gabenernya sendiri korupsi nggak dihukum potong tangan sesuai Syariah. :wakaka :wakaka Ngeri kalo Indo benar-benar jadi Aceh semua. Rakyat kecil doang yang tersentuh hukum sementara yang posisinya tinggi nggak.
Jaman sekarang ngeri bener deh. Peran sebagai orangtua benar-benar harus diperhatikan supaya anak nggak jadi kayak yang di video.
Ada yang lebih ketakutan sampai nggak berani pulang dari Arabia. Siapa cobaaaaa? :wakaka :wakaka :wakaka
Gimana yah.... Sebenarnya gak etis sih bawa bawa anak beliau. Toh doi kagak ikutan berpolitik Kagak mengeluarkan statement kontroversial Gak ganggu ente juga Gak cari penghasilan di indo "katanya" juga berprestasi Dan gak nambahin embel embel nama bapaknya di nama belakangnya seperti an
Nggak semua sinetron Malaysia editannya begitu. Mungkin tergantung sama rumah produksinya. Ane sendiri sih nggak demen nonton sinetron, mau itu dari Malaysia atau Indonesia. Kalau buka channel Malaysia, paling demen kalau ada film Tamil Malaysia. Nggak panjang lebar kayak sinetron tapi kocaknya gi
Mi lethek gk terancam kok, banyak dikonsumsi dan dijual di bantul. Tiwul jg gk terancam, malahan jd oleh2 mahal. Yang bikin males tu belinya, mahal bos Setuju sama agan yang ini. Nasi tiwul dan mie lethek nggak terancam punah. Dulu ane makan mie lethek waktu ada pameran kewirausahaan. Di Bantul b...
Pernyataan Menko Luhut kok gitu. Dikiranya semua orang Indonesia begok apa? :bingung Pendapatan negara meningkat tapi bagaimana dengan pengeluaran negara. Lebih banyak ekspor atau impor? Jangan menyesatkan rakyat gitu deh orang-orang pemerintahan.
Nggak dua-duanya, gan. Sama-sama nggak becus. Lebih baik serahkan kepada bibit muda yang potensial supaya ada regenerasi kepemimpinan.
Kalau agan masih ragu-ragu begini berarti nggak sepenuhnya sayang sama ceweknya agan. Yang agan nikahin itu bukan selaput dara tapi ceweknya agan, karakternya dia yang sekarang, baik-buruknya dia, dan perlakuan dia ke agan. Masa lalu seseorang yang buruk tidak selalu menjamin masa depan juga akan...