Radikalisme tdk pernah tercipta dalam semalam. Ini adalah bagian dari proses. Tahapannya: Intoleran => Radikalis => dan beberapa nanti menjadi Teroris. Jadi bibit radikalisme ya intoleransi. :travel
Dan kenyataannya, tidak ada namanya multitasking. Otak manusia tdk pernah bisa melakukan itu, nggak peduli laki-laki atau perempuan. :ngakak:travel
No. 2 kalau nggak salah itu para pekerja keturunan Indian Navajo yang memang gak pernah takut ketinggian. Mereka banyak dipekerjakan membangun gedung pencakar langit di NY dan Chicago dulu. IMHO.
Berbuat baiklah tanpa mengharapkan balasan, atau pujian. Logo agama, partai, LSM, atau apa pun pada setiap bantuan bencana, kalau mau dipikir lebih dalam, gak ada gunanya. Serius. Gak ada gunanya.
Penipuan model seperti ini marak di negara yang masyarakatnya masih doyan shortcut, alias jalan pintas untuk dapat untung gede atau dadakan tanpa keluar usaha apapun. Makanya promo yang pakai iming-iming sayembara atau undian berhadiah juga masih efektif buat bikin produk laris manis. Selama masya
Tuhanmu siapa? Gusti Allah (pribadi yg sama dan esa dengan banyak penyebutan dari umatnya) Agamamu apa? Kemanusiaan, humanisme Ritualmu apa? Islam, Kristen, Katolik, Hindhu, Buddha, dll. :travel
Sayangnya MIG 31 versi Clint Eastwood alias FIREFOX nggak pernah jadi kenyataan. Padahal beberapa teknologi di film itu jadi kenyataan sekarang seperti voice command dan STEALTH. Cuma rudal yg nembak ke belakang dan mind-activated weapon aja yg belum ada. "You must think in Russian!" (M
Sistem "ketapel" elektromagnet? Berakhir sudah asap mengepul yg epik banget di flight deck setiap ada operasi penerbangan. Suka aja lihatnya, ditambah sang Flight Director dan tim anak buahnya nyiapin pesawat dari mulai nyantelin pengait roda ke ketapel sampai launching di tengah asap. W
23 tahun tak pernah kalah, tak lantas membuat kalian bak dewa. Inilah olah raga. Kalah menang itu biasa. Ketika kalian harus kalah, legawa!!! Jangan jumawa!!! Kapan kalian bisa mulai rumangsa??? :berduka
No. 1 Selain karena sholat subuh, para bule juga membandingkan waktu kita dan mereka ketika mulai beraktivitas. Karena di sana (negara-negara Eropa misalnya), transportasi umum sudah sedemikian tertata, mereka nggak perlu bangun subuh untuk menghindari macet. Bahkan, mereka masih sempat sarapan di
Demi nafsu pribadi, pengen melanggar aturan (gereja), tapi nggak bisa. Lalu, gak kurang akal, bikin agama baru. 'Kan raja? Bebas, dong! Dengan agama baru yang gak perlu ikutan aturan yg ada, apa pun boleh dilakukan. Intinya, agama bisa kok dipelintir untuk kepentingan pribadi, asal punya kuasa.
Masih mau mengelak? Kondisi ini adalah miniaturnya masyarakat Indonesia. Sama dengan kondisi tiap hari di jalan raya. Tidak taat aturan, masa bodoh, menang sendiri, egois, ngamukan, beraninya keroyokan, gak mau tg jawab... Sudahlah... :travel
Sejarah ditorehkan oleh Sang Pemenang. Tiada kawan atau lawan abadi, kecuali kepentingan abadi :travel