Jelas sekali bahwasanya rumah tangga yang aman damai ialah gabungan di antara tegapnya laki-laki dan halusnya perempuan. – HAMKA
Saat kita masih diberi kesempatan bangun di pagi hari, itu berarti Tuhan masih memberi kesempatan kepada kita untuk melakukan pekerjaan yang harus kita lakukan
Alap-Alap Jalatunda tertegun. Dipandanginya orang bertopeng itu dari ujung kakinya sampai ke ujung ikat kepalanya. “Apakah kau penari topeng?”
Kalau yang bernama kemajuan itu meruntuhkan rumah tangga, meramaikan kedai kopi, memenuhi gedung-gedung bioskop, merusak akal budi, maka jadi setanlah kemajuan itu. – HAMKA
Kalau yang bernama kemajuan itu meruntuhkan rumah tangga, meramaikan kedai kopi, memenuhi gedung-gedung bioskop, merusak akal budi, maka jadi setanlah kemajuan itu. – HAMKA
Jelas sekali bahwasanya rumah tangga yang aman damai ialah gabungan di antara tegapnya laki-laki dan halusnya perempuan. – HAMKA
Hanya orang takut yang bisa jadi berani, karena keberanian adalah melakukan sesuatu yang ditakuti. Maka bila merasa takut, anda akan punya kesempatan untuk bersikap berani. – HAMKA
“Belajarlah rendah hati, rendahkan hatimu serendah-rendahnya hingga tidak ada seorangpun yang bisa merendahkanmu”
Dan karena itu maka segera ia memutar kudanya kembali. Menurut perhitungan Alap-Alap Jalatunda, Sedayu pasti masih bersembunyi di sekitar jalan yang dilampauinya. Tetapi ketika ia melihat seekor kuda berdiri di jalan itu, maka Alap-Alap Jalatunda itu menjadi berdebar-debar. “Persetan, siapa saj...
Jelas sekali bahwasanya rumah tangga yang aman damai ialah gabungan di antara tegapnya laki-laki dan halusnya perempuan. – HAMKA
Kalau yang bernama kemajuan itu meruntuhkan rumah tangga, meramaikan kedai kopi, memenuhi gedung-gedung bioskop, merusak akal budi, maka jadi setanlah kemajuan itu. – HAMKA
Saat kita masih diberi kesempatan bangun di pagi hari, itu berarti Tuhan masih memberi kesempatan kepada kita untuk melakukan pekerjaan yang harus kita lakukan
Dan karena itu maka segera ia memutar kudanya kembali. Menurut perhitungan Alap-Alap Jalatunda, Sedayu pasti masih bersembunyi di sekitar jalan yang dilampauinya. Tetapi ketika ia melihat seekor kuda berdiri di jalan itu, maka Alap-Alap Jalatunda itu menjadi berdebar-debar. “Persetan, siapa saj...
“Belajarlah rendah hati, rendahkan hatimu serendah-rendahnya hingga tidak ada seorangpun yang bisa merendahkanmu”
Alap-Alap Jalatunda tertegun. Dipandanginya orang bertopeng itu dari ujung kakinya sampai ke ujung ikat kepalanya. “Apakah kau penari topeng?”