Lah, malah banyak kok anak I yg suka sama sekolah swasta K karena lebih inklusif. Malah anak K yg sekolah swasta suka jadi culture shock pas di universitas, ketika ketemu BUSUKNYA masyarakat. Banyak yg pada kaget "hah, sekolah negeri kayak gitu amat?"
Di satu sisi, ini sebenarnya masih masuk akal dari segi birokrasi finansial, toh jadinya ribet, kalau dari negara masuk negara lagi. Di sisi lain, kayaknya PNS deh yg harusnya diperketat. Ah sudah lah, males.
Lah kan katanya juga setelah wanita dilarang kerja, pria talibeha ini semua ambil semua beban kerjaan kantoran wanita. Suek lah jadi budak gajian, makan tuh meja 8-5 dobel kerjaan :lehuga
Naturalisasi artefak, setidaknya ada yg baik. Tinggal apa rencana negara berikutnya. Tambah museum? Gerakan dekolonisasi ini penting sih, di tengah negara2 bekas jajahan lainnya menuntut bekas penjajah, jadi untuk kali ini ane nggak bakal nyinyir negara ini. Asal benar aja dirawat.
Si Gibran mah kalem, ahli judo lidah. Sementara kebanyakan politikus tua kayak ni makhluk cuma bisa bacot.
slider88 ok neonazi, ain't reading your angry sperging. That is unless, you are really suggesting radical Hinduism is at work here in place of Radical I. And by that I mean Indian BJP kind of crap.
slider88 ok, jadi ente menyugestikan si Koster jalan gini karena kadrun I? Tell me who's the idiot again here. Ini nih, kenapa ane ilfil sama redbull dan beranggapan negeri ini terkutuk nggak ada yg benar2 kiri progresif: semuanya bangkotan blangsak. Kalau nggak zombi daster, yg ada itu neonazi. ...
slider88 insulting me doesn't give you intellectual point, bucko. Sukarno sendiri kan yg paling mengedepankan nasionalisme "tanpa pengaruh dunia luar", yang akhirannya jadi xenophobic begini. Sebencinya ane sama agama mayo subset ekstremis seperti yg dimanfaatkan si bunglon, ini bukan c...
Ternya memang benar toh, gabener ada di dua kubu. Sejauh ini, bedanya yg satu mah jadi bunglon jadi makhluk culas. Yg ini jadi marhaenis ekstremis bin konservatif boomer blangsak, over-idealis jadi ekstremis ga beda sama Neonazi.
Di negara lain, umumnya ini debatnya antara corpo kena pajak harus bayar (karena perusahaan banyakan ngemplang pajak) dan penggunaan uang pajak untuk jasa dan program sosial. Di sini, susah, Indon ga bisa dibandingkan sama negara lain. DJP sudah punya stempel buruk Rubicon. Itu transparansi pajak...
Merchant ga boleh bebankan kepada pembeli. Ya merchant bakal naikkan harga secara umum. Isn't this how you get inflation? Sejak diluncurkan, maka semua PJSP yang akan menggunakan QR Code Pembayaran wajib menerapkan QRIS. Sebab, sistem ini lebih menguntungkan masyarakat karena terjamin keamanannya...
Endgame dari ini apa? IKN nggak bakalan jadi Bali 2 di mana segalanya lebih murah daripada di SG atau Aus dan turis malah jadi belagak kan? Atau menaikkan harga untuk menyesuaikan dengan turis tersebut dan malah bikin masalah ke warga lokal akibat harga2 tersebut? Sudah dicek belum potensi gentri...
Itu Surat Edaran sah secara hukum kagak? Dari track record, kok lebih kayak mereka ketakutan gitu? Sementara ane dah biasa lihat tampang si badut bahkan di luar Jakarta.