kalo menurut ane, ente jangan terlalu berharap gan.. kalo ente pengen tau gimana perasaannya, coba deketin temen2nya.. sementara jalanin aja dulu.. gamau juga kan ente ditolak 2 kali??
ini puisi lama ane, buat si doi juga aku, pria pemuja senja dimana senyummu tergurat manis meganya merah bibirmu kamu, gadis penenun pelangi tangan mungilmu merajut hujan sedang wajahmu melukis warna kita bercanda tentang masa bercerita soal kita, sedang tubuhmu hangat ditubuhku kamu gadisku, ku
hai lelaki aku ingin tanyakan dimana sepi kita? malam2 yg kita rajut tanpa purnama? hai lelaki, boleh aku ungkapkan? inginku genggam selamanya hati yg sepi itu gadisku, kamu bertelut larut dalam air matamu menangis di atas nisanku berkalang senja tapi, tahukah kamu? yang mati baru sepi, bukan gaira
ane nemu puisi lama yang ane buat dulu gan.. aku, pria pemuja senja dimana senyummu tergurat manis meganya merah bibirmu kamu, gadis penenun pelangi tangan mungilmu merajut hujan sedang wajahmu melukis warna kita bercanda tentang masa bercerita soal kita, sedang tubuhmu hangat ditubuhku kamu gad
aku, pria pemuja senja dimana senyummu tergurat manis meganya merah bibirmu kamu, gadis penenun pelangi tangan mungilmu merajut hujan sedang wajahmu melukis warna kita bercanda tentang masa bercerita soal kita, sedang tubuhmu hangat ditubuhku kamu gadisku, kutitipkan senjaku padamu kupasrahkan el
terharu gan. heuheu... :shakehand2 makasih gan, cuma baru inget dia aja sih gan,, blm ditambah lg gan puisinya?
aku bersama mentari untuk mencarimu lelaki seperti halnya petang, aku hanya ingin sepiii aku sering bercengkrama dengan sepi, dia disisiku saat aku mendekap kenangan, ini kkn kok galau,, :ngakak
kawan, aku pernah mengagumi senja tentang merahnya yang ramah sinarnya juga teduh seakan tak tercela kawan, aku adalah pemuja senja ketika moleknya bak seorang dewi saat gurat awannya tersenyum padaku seakan bersahabat kawan, tahukah engkau? senja pernah jadi saksi baktiku pada wanita bermata cokl
kita tak akan menjadi kisah kan, kasih? kita pernah duduk bersama merenda cerita menjamah asa kita sering tertawa berdua bergurau tentang senja kita aku dan kamu menulis kisah pada kertas lusuh dan pena usang tapi, kisah kita tak pernah selesai kita terpaksa terhenti menyerah lalu mati kisah kita
kita tak akan menjadi kisah kan, kasih? kita pernah duduk bersama merenda cerita menjamah asa kita sering tertawa berdua bergurau tentang senja kita aku dan kamu menulis kisah pada kertas lusuh dan pena usang tapi, kisah kita tak pernah selesai kita terpaksa terhenti menyerah lalu mati kisah kita
kopiku malam ini bersanding gerimis pun dinginnya menikam sadis mencoba mengais sisa sisa senyum yang kamu tinggalkan di atas ranjang kucari tiap jengkal tawamu dalam hangat dekapan kenangan kasih, kapan pulang? tak rindukah meminum kopi bersamaku?
senja ku berteman rintik hujan melangkah angkuh di tanah dinginnya congkak menantang... hujan ku hujan air mata mata air kenangan menyiram lagi asa yang layu tak mungkin tegak senja ku senja duka jingganya nanar meganya hitam sejenak lalu luka hujan ku membawa rasa rindu tak tersampaikan senja ku
kuletakkan cintaku di puncak rindu, kekasih agar kau lihat jalan jalin rasamu ke pendakianku @frans_xavier
kemari, duduk denganku di bangku rapuh kisah kan semua, kusediakan rokok dan bir di samping biar laramu mabuk dan terbakar,
mas, nambahin dikit ya.. Siapa Kamu? Perkenalan kita memang aneh Kamu tulis dengan lantang namamu, Tapi tak mampu kudengar Dengan sajak mana lagi kutanya, Siapa Kamu? Kamu tunjukkan parasmu ketika gelap, Pun hanya hitam yang kulihat, Tak sedikit pun raut yang mampu kubaca, Siapa Kamu? Aku mengen